Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bitcoin Terancam Koreksi Besar Usai Penutupan Candle Mingguan, Begini Analis Ungkap Level Kunci dan Skenario Terburuk Harga BTC!

Adinda Putri Sefiana • Senin, 19 Januari 2026 | 17:05 WIB

Pergerakan harga Bitcoin menunjukkan sinyal koreksi setelah penutupan candle mingguan, dengan tekanan jual yang mulai mendominasi pasar kripto global.
Pergerakan harga Bitcoin menunjukkan sinyal koreksi setelah penutupan candle mingguan, dengan tekanan jual yang mulai mendominasi pasar kripto global.

JAKARTA - Bitcoin terancam koreksi besar setelah penutupan candle mingguan terbaru menunjukkan sinyal teknikal yang semakin melemah.

Dalam analisis Bitcoin yang terbaru berbasis data teknikal dan struktur pasar, Bitcoin gagal mempertahankan level krusial yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance dan kini berubah menjadi support.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pergerakan harga Bitcoin terancam saat ini merupakan puncak lokal sebelum fase koreksi lanjutan.

Baca Juga: Resmi! Dua Bansos Baru 2026 Diluncurkan Pemerintah, Anak TK hingga Lansia Disabilitas Kini Kebagian

Pada pergerakan jangka pendek, Bitcoin terlihat gagal bertahan di atas area kunci yang selama November hingga Desember menjadi tembok resistance kuat.

Ketika level tersebut ditembus dan beralih fungsi sebagai support, ekspektasi pasar sempat berubah bullish.

Namun, kegagalan mempertahankan area itu hingga weekly close memperkuat risiko terjadinya deviasi harga dan membuka peluang koreksi lanjutan.

Baca Juga: Viral Isu Rapel dan Kenaikan Pensiun 2026 Usai Pernyataan OJK, TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah

Sinyal bahwa Bitcoin terancam koreksi besar juga diperkuat oleh meningkatnya volatilitas menjelang penutupan mingguan.

Data likuidasi menunjukkan lonjakan signifikan dalam satu jam terakhir, dengan total likuidasi melonjak ratusan persen.

Meski volume harian masih relatif rendah, peningkatan likuidasi mendadak sering kali menjadi indikasi awal perubahan tren jangka pendek.

Baca Juga: Cek Saldo KKS 13 Januari 2026 Masih Kosong, Ini Update Terbaru Pencairan PKH BPNT yang Ditunggu KPM

Tekanan Makro: DXY dan S&P 500 Jadi Faktor Penentu

Dari sisi makro, indeks dolar AS (DXY) masih bergerak relatif stabil namun membentuk pola teknikal yang patut diwaspadai.

Jika DXY mampu menembus level 100 dan membentuk higher low, hal tersebut berpotensi menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Secara historis, penguatan dolar sering kali berbanding terbalik dengan performa pasar kripto.

Sementara itu, S&P 500 telah mengonfirmasi pola rising wedge yang bersifat bearish.

Setelah breakdown terjadi, indeks saham utama AS ini mulai memasuki fase koreksi dengan target penurunan yang cukup dalam.

Baca Juga: BLT Kesra Rp900.000 dan PKH-BPNT Tahap 4 Mulai Cair Merata Januari 2026, KKS BRI hingga BNI Masuk Bersamaan

Tekanan di pasar saham global ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin terancam koreksi besar, mengingat korelasi antara aset kripto dan pasar keuangan tradisional masih cukup tinggi.

Analisis Weekly Chart: Area Penentuan Arah Bitcoin

Pada grafik mingguan, Bitcoin saat ini berada di dalam Ichimoku Cloud, tepat di antara leading span A dan leading span B.

Kondisi ini mencerminkan fase konsolidasi dan ketidakpastian arah. Weekly close yang terbentuk dinilai netral, tanpa sinyal bullish maupun bearish yang tegas.

Namun, perhatian utama tertuju pada baseline Ichimoku Cloud di kisaran 88.300 dolar AS.

Baca Juga: Presiden Beri 3 Mandat ke Kemensos, Pemutakhiran Data Bansos Jadi Kunci Penyaluran Tepat Sasaran Lewat DTS Nasional

Secara historis, kehilangan level ini hampir selalu diikuti koreksi makro yang signifikan.

Selain itu, Bitcoin juga masih bertahan di atas 50 EMA pada timeframe mingguan dan dua mingguan.

Kedua level tersebut menjadi pemicu utama dimulainya fase penurunan berikutnya jika berhasil ditembus ke bawah.

Menariknya, indikator RSI mingguan gagal menembus area breakout dan justru mengalami penolakan.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Rp7,66 Triliun untuk THR dan Gaji ke-13 Guru ASN Daerah 2025

Ini menjadi sinyal tambahan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan buyer belum cukup kuat untuk mengambil alih kendali pasar.

Kapan Breakdown Diperkirakan Terjadi?

Berdasarkan pola historis, Bitcoin biasanya mengalami fase konsolidasi selama 80 hingga 120 hari sebelum akhirnya breakdown dari 50 EMA mingguan.

Dengan asumsi durasi konsolidasi semakin memendek di setiap siklus, potensi breakdown diperkirakan terjadi pada awal Februari 2026, tepatnya pada pekan pertama bulan tersebut.

Baca Juga: Viral Klaim Rapel Pensiun Cair 20 Januari 2026, Ini Penjelasan Resmi PT Taspen soal Kenaikan dan Rapelan Pensiunan ASN, TNI, Polri

Jika skenario ini terkonfirmasi, maka Bitcoin terancam koreksi besar menuju area support berikutnya di kisaran 74.000 hingga 76.000 dolar AS.

Area ini merupakan zona likuiditas penting yang telah menjadi target analisis sejak puncak harga sebelumnya.

Skenario Terburuk dan Outlook Jangka Panjang

Dalam skenario yang lebih ekstrem, koreksi Bitcoin berpotensi berlanjut hingga menyentuh bagian bawah Gaussian Channel pada timeframe tinggi.

Area ini berada di rentang 52.000 hingga 36.000 dolar AS. Estimasi moderat menempatkan potensi bottom di sekitar 46.000 dolar AS, sementara skenario bearish ekstrem bisa membawa harga mendekati 38.000 dolar AS.

Meski demikian, secara makro jangka panjang, tren Bitcoin masih dinilai bullish.

Koreksi tajam dianggap sebagai bagian alami dari siklus pasar dan bukan akhir dari tren naik jangka panjang.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT 2026 Cair Januari–Maret, Cek Nama Penerima Pakai KTP di Situs Resmi Kemensos

Faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi global, konflik geopolitik, dan regulasi industri kripto tetap menjadi variabel yang dapat mengubah arah pasar sewaktu-waktu.

Dengan berbagai indikator yang mengarah pada pelemahan, investor dan trader disarankan tetap waspada.

Pergerakan Bitcoin ke depan diperkirakan akan sangat ditentukan oleh respons harga terhadap level-level teknikal kunci dalam beberapa pekan mendatang. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#analisis Bitcoin #Prediksi Harga Bitcoin #Weekly close Bitcoin #Bitcoin terancam koreksi besar #Harga bitcoin hari ini