Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rupiah Di Indonesia Menguat Tinggal Tunggu Waktu? IHSG Tembus 9.133, Dana Asing Deras Masuk, Ini Analisis Optimistis Purubaya

Adinda Putri Sefiana • Kamis, 22 Januari 2026 | 17:55 WIB

Penguatan rupiah di Indonesia seiring melonjaknya IHSG ke level 9.133, didorong derasnya arus dana asing dan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid oleh Purbaya.
Penguatan rupiah di Indonesia seiring melonjaknya IHSG ke level 9.133, didorong derasnya arus dana asing dan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid oleh Purbaya.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring pergerakan pasar keuangan domestik yang menunjukkan sinyal positif.

Rupiah di Indonesiamenguat dinilai hanya tinggal menunggu waktu, seiring fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai semakin solid.

Optimisme ini disampaikan oleh Purubaya, yang menekankan bahwa penguatan rupiah di Indonesia sangat bergantung pada kondisi ekonomi makro dan arus dana asing.

Baca Juga: TPG Guru 2026 Bakal Cair Bulanan, TPG THR 2025 Masih Jadi Sorotan: Ini Penjelasan Info GTK soal Validasi Data dan Carry Over 2026

Dalam pernyataannya, Purubaya menyoroti posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di level 9.133 pada perdagangan terbaru.

Capaian tersebut dinilai bukan sekadar angka, melainkan indikator kuat bahwa kepercayaan investor, khususnya asing, terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga.

Dengan kondisi ini, rupiah menguat dinilai sebagai keniscayaan, bukan sekadar harapan.

“Rupiah itu tergantung fundamental ekonominya,” ujar Purubaya. Ia menegaskan bahwa lonjakan IHSG ke level tinggi hampir mustahil terjadi jika hanya didorong oleh investor domestik.

Artinya, ada aliran modal asing yang signifikan masuk ke pasar modal Indonesia. Masuknya dana asing tersebut pada akhirnya akan meningkatkan suplai dolar di dalam negeri dan mendorong rupiah menguat secara alami.

Baca Juga: Isu Rapel Pensiun Cair 10 Januari 2026 Ramai Dibahas, Benarkah Pensiunan ASN TNI Polri Bakal Terima Belasan Juta? Ini Klarifikasi Resmi TASPEN

IHSG 9.133 Jadi Sinyal Kuat Arus Dana Asing

Purubaya menjelaskan bahwa kenaikan IHSG ke level 9.133 mencerminkan kepercayaan global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Menurutnya, tidak mungkin indeks saham bergerak setinggi itu tanpa dukungan aliran dana asing yang kuat dan berkelanjutan.

“Kalau indeks naik ke level seperti itu, pasti ada flow asing yang masuk. Enggak mungkin domestik sendiri yang bisa mendorong sampai ke sana,” jelasnya.

Baca Juga: Gaji ke-13 dan THR ASN 2026 Ramai Disebut Capai Puluhan Juta, Ini Fakta Besaran dan Jadwal Cairnya

Arus dana asing ini menjadi kunci utama bertambahnya suplai valuta asing, terutama dolar AS, di pasar domestik.

Dengan suplai dolar yang meningkat, tekanan terhadap nilai tukar rupiah otomatis berkurang.

Dalam kondisi tersebut, pasar akan menemukan keseimbangan baru yang lebih kuat, sehingga nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat secara bertahap namun konsisten.

Baca Juga: Gaji PNS dan Pensiunan Cair 1 Februari 2026, Benarkah Sudah Naik? Ini Penjelasan Resmi TASPEN soal Kenaikan dan THR 2026

Spekulasi Pasar Tak Goyahkan Fondasi Ekonomi

Purubaya juga menyinggung adanya spekulasi pasar yang sempat memicu volatilitas rupiah.

Salah satu isu yang berkembang adalah kekhawatiran sebagian pelaku pasar terhadap independensi kebijakan ke depan.Namun ia menilai kekhawatiran tersebut berlebihan dan tidak berdasar.

“Ini mungkin sebagian spekulasi saja. Orang berpikir nanti independensinya hilang, saya pikir enggak akan begitu,” tegasnya.

Baca Juga: Isu Rapel Pensiun 2026 Bikin Pensiunan Harap-Harap Cemas, TASPEN Kediri Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah soal Kenaikan dan Rapelan

Menurut Purubaya, ketika pelaku pasar menyadari bahwa kekhawatiran tersebut tidak terbukti, sentimen negatif akan mereda dengan sendirinya.

Ia meyakini bahwa saat spekulasi rupiah di Indonesia tersebut “insaf”, rupiah akan kembali menguat.

Hal ini didukung oleh fondasi ekonomi nasional yang terus dijaga agar tetap sehat dan kredibel di mata investor global.

Baca Juga: Isu THR ASN 2026 Berbasis Jam Kerja Ramai di Medsos, TASPEN Ingatkan Belum Ada Keputusan Resmi Pemerintah

Pertumbuhan Ekonomi Jadi Penopang Utama Rupiah

Lebih jauh, Purubaya optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan semakin cepat.

Akselerasi pertumbuhan ini menjadi faktor penopang penting bagi stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka menengah hingga panjang.

Pertumbuhan ekonomi yang solid akan meningkatkan aktivitas investasi, memperluas basis produksi, dan memperkuat neraca eksternal.

Baca Juga: Bitcoin Terancam Koreksi Besar Usai Penutupan Candle Mingguan, Begini Analis Ungkap Level Kunci dan Skenario Terburuk Harga BTC!

Kondisi ini pada akhirnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penguatan rupiah secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi arus dana asing yang deras, IHSG yang mencetak rekor, serta fundamental ekonomi yang terjaga, Purubaya menilai stabilitas rupiah berada di jalur yang tepat.

Baca Juga: Aturan Baru Menkeu Disebut Jadi Sinyal Tambahan Gaji Pensiunan, Ini Fakta PMK 118/2025 dan Penegasan TASPEN

Pasar hanya perlu waktu untuk menyesuaikan diri sebelum penguatan rupiah benar-benar terefleksikan secara penuh.

Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar dan masyarakat luas, bahwa gejolak jangka pendek tidak serta-merta mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sesungguhnya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#IHSG 9133 #rupiah menguat #dana asing masuk #nilai tukar rupiah #fundamental ekonomi Indonesia