TRENGGALEK NJENGGELEK-Isu pencairan BPNT tahap 1 2026 cair kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah unggahan berupa tangkapan layar struk cek saldo dari mesin EDC bank Himbara beredar luas sejak 19 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut terlihat saldo bantuan dengan nominal kecil, bahkan hanya berkisar Rp6 ribuan, yang diklaim sebagai tanda pencairan bantuan pangan non tunai tahap awal tahun ini.
Kondisi tersebut memicu kebingungan di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Banyak masyarakat bertanya-tanya apakah saldo tersebut benar merupakan pencairan BPNT tahap 1 2026, atau hanya sisa saldo dari bantuan sebelumnya. Mengingat bantuan ini sangat dinantikan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok, klarifikasi resmi menjadi penting.
BPNT Kini Bernama Program Sembako
Perlu dipahami, istilah BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai saat ini sudah tidak lagi digunakan. Program ini kini resmi bernama Program Sembako, yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Perubahan nama ini seiring dengan mekanisme penyaluran bantuan yang kini berupa saldo tunai, bukan lagi murni saldo non tunai yang hanya bisa ditukarkan bahan pangan.
Program Sembako diperuntukkan bagi KPM untuk membeli kebutuhan pangan pokok, mulai dari sumber karbohidrat seperti beras, jagung, dan sagu, protein nabati dan hewani seperti kacang-kacangan, daging, ayam, dan ikan, hingga sayur serta buah sebagai sumber vitamin dan mineral.
Untuk tahun 2026, besaran bantuan Program Sembako ditetapkan Rp200.000 per bulan. Artinya, untuk periode Januari hingga Maret 2026, total bantuan yang seharusnya diterima KPM mencapai Rp600.000.
Fakta Struk Saldo Rp6 Ribuan
Menanggapi ramainya struk saldo kecil yang beredar, sumber informasi bansos menegaskan bahwa saldo dengan nominal seperti Rp6.010 atau Rp10.000 bukan merupakan pencairan BPNT tahap 1 2026. Nominal tersebut tidak sesuai dengan standar bantuan yang ditetapkan Kemensos.
Saldo kecil tersebut diyakini berasal dari sisa transaksi atau rapelan kecil tahap akhir 2025. Dengan nominal bantuan Rp200.000 per bulan, tidak mungkin pencairan tahap baru hanya masuk dalam jumlah yang sangat kecil.
Selain itu, pencairan Program Sembako selalu dilakukan melalui bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI, dengan pola nominal yang konsisten sesuai periode penyaluran.
Proses Verifikasi Masih Berjalan
Hingga akhir Januari 2026, pencairan BPNT tahap 1 masih berada dalam tahap verifikasi dan validasi data penerima. Proses ini dilakukan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak salah alamat.
Biasanya, proses verifikasi ini memakan waktu hingga akhir triwulan. Karena itu, jika saldo bantuan belum masuk sebesar Rp600.000 atau setidaknya rapelan Rp400.000 untuk dua bulan, artinya bantuan tahap baru memang belum dicairkan.
Kemensos mengimbau KPM agar tidak mudah terpancing oleh unggahan struk saldo yang beredar berulang kali di media sosial tanpa kejelasan sumber resmi.
Cara Cek Status BPNT Tahap 1 2026
Untuk memastikan status bantuan, masyarakat disarankan melakukan pengecekan secara mandiri melalui kanal resmi, yakni situs cekbansos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Masukkan NIK dan nama sesuai KTP, lalu perhatikan periode bantuan yang tertera.
Jika periode masih tercatat tahun 2025 atau status Januari 2026 belum aktif, artinya bantuan masih dalam proses verifikasi.
Bansos Lain yang Cair Januari 2026
Sambil menunggu BPNT tahap 1 2026 cair, pemerintah masih menyalurkan sejumlah bantuan sosial lain hingga akhir Januari 2026. Di antaranya Bansos PBI untuk membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia, serta PIP susulan termin 3 tahun 2025 dengan nominal Rp450.000 hingga Rp1,8 juta sesuai jenjang pendidikan.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap tenang dan memanfaatkan bantuan yang sudah tersedia sembari menunggu pencairan Program Sembako tahap 1 tahun 2026.
Editor : Ichaa Melinda Putri