Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kisah Perjalanan Agung Penuh Ujian, Doa di Thaif, hingga Gambaran Surga dan Neraka

Anggi Septiani • Jumat, 23 Januari 2026 | 18:30 WIB
Kisah Perjalanan Agung Penuh Ujian, Doa di Thaif, hingga Gambaran Surga dan Neraka
Kisah Perjalanan Agung Penuh Ujian, Doa di Thaif, hingga Gambaran Surga dan Neraka

TRENGGALEK NJENGGELEK- Isra Mikraj Nabi Muhammad menjadi salah satu peristiwa paling agung dan penuh pelajaran dalam sejarah Islam. Perjalanan luar biasa ini terjadi setelah Rasulullah SAW melewati masa-masa terberat dalam dakwahnya, ketika dukungan keluarga dan perlindungan mulai hilang, sementara tekanan kaum kafir Quraisy semakin kejam.

Pada fase dakwah terang-terangan, kaum Quraisy memusuhi Rasulullah SAW dengan berbagai cara. Pamannya, Abu Thalib, menjadi pelindung setia hingga akhir hayat. Begitu pula Sayyidah Khadijah, istri tercinta Rasulullah, yang selama lebih dari 10 tahun mendampingi perjuangan dakwah dengan harta, jiwa, dan raga. Wafatnya dua sosok penting ini dalam waktu berdekatan membuat Rasulullah larut dalam duka mendalam.

Periode itu dikenal sebagai Amul Huzni atau tahun kesedihan. Tanpa pelindung dan pendamping setia, tekanan kaum kafir semakin menjadi-jadi. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah memutuskan pergi ke Thaif untuk mencari dukungan. Namun, sambutan yang diterima justru lebih kejam dibanding Makkah.

Penduduk Thaif mengusir Rasulullah SAW dengan cacian dan lemparan batu hingga tubuh beliau terluka. Dalam perjalanan pulang, Rasulullah berhenti di sebuah kebun dan melantunkan doa penuh kepasrahan kepada Allah SWT. Beliau mengadukan kelemahan diri, keterbatasan ikhtiar, serta berharap agar Allah tidak murka kepadanya.

Doa tersebut menjadi bukti keteguhan iman Rasulullah. Tidak lama setelah peristiwa itu, Allah SWT menghibur Rasulullah dengan peristiwa luar biasa, yakni Isra Mikraj Nabi Muhammad, sebagai bentuk kemuliaan dan penguatan spiritual.

Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada malam Senin, 27 Rajab, satu tahun sebelum hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW didatangi Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Dada Rasulullah dibelah, hatinya dibersihkan dengan air zamzam, lalu diisi dengan iman, hikmah, dan kebijaksanaan.

Setelah itu, Rasulullah menaiki Buraq, hewan putih bersayap yang melaju secepat kilat. Bersama Malaikat Jibril, Rasulullah memulai perjalanan malam dari Makkah menuju berbagai tempat suci.

Dalam perjalanan Isra, Rasulullah beberapa kali diminta turun untuk melaksanakan salat. Tempat-tempat tersebut kelak diketahui sebagai Madinah, lokasi Nabi Musa berteduh, Bukit Tursina, wilayah Syam, hingga Betlehem, tempat kelahiran Nabi Isa AS.

Setiap persinggahan mengandung isyarat penting tentang perjalanan dakwah Rasulullah di masa depan. Isra Mikraj Nabi Muhammad bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga peneguhan misi kerasulan.

Selama perjalanan, Rasulullah diperlihatkan berbagai gambaran balasan amal manusia. Ada kaum yang disiksa karena meninggalkan salat, enggan menunaikan zakat, memakan riba, berzina, mengkhianati amanah, menyebar fitnah, dan gemar bergunjing.

Sebaliknya, Rasulullah juga menyaksikan kemuliaan para mujahid yang amalnya dilipatgandakan hingga ratusan kali. Semua gambaran itu menjadi peringatan keras bagi umat manusia agar menjaga ketaatan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW juga mendengar suara surga yang penuh kedamaian serta suara neraka yang mengerikan. Surga diperuntukkan bagi orang-orang beriman dan bertakwa, sementara neraka disediakan bagi mereka yang ingkar dan menyekutukan Allah.

Dalam perjalanan itu pula, Rasulullah melihat Dajjal dalam wujud aslinya, serta berbagai godaan simbolik berupa seruan Yahudi, Nasrani, dunia, hingga iblis. Rasulullah tidak menoleh sedikit pun, menandakan keteguhan tauhid dan fokus pada perintah Allah.

Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad menjadi bukti kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Rasulullah SAW. Perjalanan ini mengajarkan umat Islam tentang kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya menjaga iman di tengah ujian berat.

Isra Mikraj juga menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara akhirat adalah tujuan utama bagi orang-orang beriman.

 

Editor : Anggi Septiani
#sejarah islam #Kisah Rasulullah SAW #Isra Mikraj Nabi Muhammad #Amul Huzni #perjalanan isra mikraj