JAKARTA - Banjir Daan Mogot kembali mengganggu aktivitas warga Jakarta Barat pada pagi hari.
Genangan air setinggi sekitar 60 sentimeter merendam ruas Jalan Daan Mogot, tepatnya di depan Halte Transjakarta Taman Kota, menyebabkan kemacetan panjang, kendaraan mogok, hingga terganggunya layanan transportasi umum.
Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa memutar balik dan bahkan memilih tidak berangkat kerja.
Pantauan langsung Kompas TV di lokasi menunjukkan banjir Daan Mogot paling parah terjadi di lajur dari arah Monas menuju Kalideres.
Genangan yang cukup tinggi membuat banyak pengendara sepeda motor nekat menerobos banjir, namun tak sedikit yang akhirnya mogok di tengah jalan.
Sementara itu, lajur sebaliknya dari arah Kalideres menuju Monas terpantau memiliki genangan yang lebih rendah, meski tetap menghambat laju kendaraan.
Kemacetan dan Pengendara Lawan Arah
Akibat genangan air yang tinggi, arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot mengalami kemacetan cukup parah. Antrean kendaraan roda dua mengular panjang menuju arah Kalideres.
Bahkan, sejumlah pengendara memilih melawan arah dengan memasuki jalur khusus Transjakarta demi menghindari banjir, meski langkah tersebut justru memperparah kemacetan.
Situasi ini membuat waktu tempuh warga menuju tempat kerja menjadi tidak menentu.
Banyak pegawai yang terjebak di jalan sejak pagi dan harus mencari jalur alternatif yang juga tidak kalah padat.
Transjakarta Terdampak, Rute Dipersingkat
Dampak banjir Daan Mogot tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga transportasi umum.
Layanan Transjakarta Koridor 3 yang biasanya melayani rute Kalideres–Monas terpaksa mengalami perpendekan rute.
Saat ini, bus Transjakarta Koridor 3 hanya melayani hingga Halte Damai. Halte Taman Kota tidak dapat melayani penumpang menuju Kalideres untuk sementara waktu.
Banyak penumpang baru mengetahui informasi ini setelah tiba di halte, sehingga menimbulkan kebingungan.
Beberapa penumpang terlihat turun kembali dari halte untuk mencari alternatif transportasi lain, sementara sebagian lainnya memilih pulang dan mengurungkan niat berangkat kerja.
Cerita Warga: Bingung Cari Transportasi
Salah satu warga, Gabriel, mengaku kebingungan akibat kondisi tersebut. Warga Perumahan Taman Kota itu hendak berangkat kerja ke kawasan Pluit.
Biasanya, warga menggunakan sepeda motor atau Transjakarta saat banjir melanda. Namun, Transjakarta kini terendam banjir setinggi 50 cm.
“Tadinya mau naik Transjakarta karena banjir, tapi ternyata lagi tidak beroperasi. Jadi sekarang bingung mau naik apa,” ujar Gabriel di lokasi.
Ia juga menyebutkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di jalan utama, tetapi juga merendam kawasan perumahan.
Ketinggian air di dalam Perumahan Taman Kota disebut mencapai setinggi lutut hingga mendekati pinggang orang dewasa.
Banyak Kendaraan Mogok dan Warga Putar Balik
Di sepanjang Jalan Daan Mogot, terlihat sejumlah sepeda motor mogok akibat nekat menerobos genangan.
Beberapa pengendara memilih menuntun kendaraannya ke tepi jalan, sementara lainnya memutuskan putar balik setelah menyadari kondisi banjir yang cukup dalam.
Baca Juga: Warga Gagal Berangkat Kerja, Banjir Jakarta Utara setinggi 50 cm, Akses Gading–Pancoran Terhenti!
Kondisi ini membuat aktivitas pagi warga Jakarta Barat terganggu. Tidak sedikit pekerja yang akhirnya memilih izin tidak masuk kerja karena akses menuju tempat kerja terhambat.
Imbauan untuk Waspada
Petugas mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi kawasan Daan Mogot dan sekitarnya.
Warga diminta menghindari jalur yang tergenang tinggi serta terus memantau informasi terbaru terkait kondisi lalu lintas dan operasional transportasi umum.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi kapan genangan air di Jalan Daan Mogot akan surut dan kapan layanan Transjakarta kembali beroperasi normal.
Masyarakat diimbau menyiapkan alternatif perjalanan dan mengutamakan keselamatan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah