Peristiwa Gempa Sumba Barat Magnitudo 3,2 ini tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan sempat dirasakan oleh warga di sekitar pusat gempa.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa Sumba Barat Magnitudo 3,2 tersebut terjadi pada pukul 05.52 WIB.
Titik gempa berada di koordinat 9,68 lintang selatan dan 119,24 bujur timur, atau sekitar 17 kilometer barat daya Kota Wikabubak.
Gempa ini termasuk kategori gempa dangkal hingga menengah dengan kedalaman 19 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa Sumba Barat dipicu oleh aktivitas tektonik di wilayah Pulau Sumba yang memang dikenal aktif secara seismik.
Meski kekuatannya relatif kecil, getaran gempa dilaporkan dirasakan lemah hingga sedang oleh warga di Wikabubak dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Getaran Dirasakan Warga, Situasi Tetap Kondusif
Sejumlah warga di Wikabubak mengaku merasakan getaran singkat pada pagi hari saat gempa terjadi.
Getaran tersebut berlangsung beberapa detik dan tidak menimbulkan kepanikan berlebihan. Aktivitas warga tetap berjalan normal setelah gempa mereda.
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan bangunan, fasilitas umum, maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Kondisi wilayah Sumba Barat terpantau aman dan kondusif pascagempa.
BMKG juga menegaskan bahwa gempa berkekuatan magnitudo 3,2 ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hal ini karena magnitudo gempa tergolong kecil dan tidak disertai pergerakan vertikal dasar laut yang signifikan.
Pulau Sumba Termasuk Wilayah Rawan Gempa
Pulau Sumba dan wilayah Nusa Tenggara Timur secara umum berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif.
Zona ini menjadi bagian dari jalur seismik Indonesia yang kerap mengalami gempa bumi, baik dengan kekuatan kecil, menengah, hingga besar.
Aktivitas gempa dengan magnitudo rendah seperti yang terjadi di Wikabubak merupakan bagian dari proses alamiah pelepasan energi di dalam kerak bumi.
Para ahli menyebut, gempa-gempa kecil justru dapat mengurangi akumulasi energi besar di bawah permukaan bumi.
Meski demikian, potensi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil tetap ada. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal di bangunan non-permanen atau wilayah rawan longsor.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
BMKG mengimbau masyarakat Sumba Barat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Warga diminta hanya mengakses informasi resmi dari kanal BMKG, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi resmi.
Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi.
Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 4 Susulan Mulai Cair Januari 2026, KKS Mandiri dan BRI Masuk hingga Rp975.000
Beberapa di antaranya adalah mengenali jalur evakuasi, mengamankan perabot berat di dalam rumah, serta mengetahui titik kumpul aman di lingkungan sekitar.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Sumba Barat.
Sosialisasi kebencanaan juga dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar di masa mendatang.
BMKG memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi apabila terjadi perkembangan terbaru terkait aktivitas seismik di wilayah Sumba dan sekitarnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah