Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 Guncang Jawa Timur Pagi Ini. Kini BMKG Ungkap Penyebab dan Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Adinda Putri Sefiana • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:55 WIB
Peta episentrum Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 yang terjadi di timur laut Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026). BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Peta episentrum Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 yang terjadi di timur laut Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026). BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

JAKARTA - Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa pagi, 27 Januari 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa Pacitan Magnitudo 5,5 ini terjadi pada pukul 08.20.44 WIB dan sempat dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur bagian selatan.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 berpusat di laut, tepatnya pada koordinat 8,14 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur.

Baca Juga: Gempa Sumba Barat Magnitudo 3,2 Guncang Wikabubak Pagi Hari, Kini BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami!

Lokasi tersebut berada sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan. Gempa ini memiliki kedalaman 105 kilometer, sehingga dikategorikan sebagai gempa menengah hingga dalam.

Gempa Berkedalaman 105 Km, Guncangan Terasa Tapi Minim Dampak.

BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer umumnya memiliki dampak yang lebih terbatas di permukaan.

Meski guncangan bisa dirasakan di beberapa wilayah sekitar, potensi kerusakan akibat gempa jenis ini relatif kecil.

Sejumlah warga di wilayah Pacitan, Trenggalek, hingga sebagian Tulungagung melaporkan merasakan getaran ringan hingga sedang.

Baca Juga: Banjir Daan Mogot Jakarta Barat Setinggi 60 Cm Lumpuhkan Akses ke Kalideres, Transjakarta Perpendek Rute, Warga Pilih Putar Balik Tak Berangkat Kerja

Namun hingga laporan ini disusun, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG menegaskan bahwa Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hal ini karena pusat gempa berada cukup dalam dan tidak memenuhi parameter pemicu gelombang tsunami.

 

Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng di Selatan Jawa

Menurut BMKG, gempa yang mengguncang Pacitan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di selatan Pulau Jawa.

Pada zona ini, Lempeng Indo-Australia terus menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, sehingga kerap memicu gempa bumi dengan kedalaman menengah hingga dalam.

Wilayah selatan Jawa Timur, termasuk Pacitan dan sekitarnya, memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa.

Baca Juga: PKH–BPNT Tahap 1 Tahun 2026 Belum Diproses, Ini Tahapan Wajib sebelum Bantuan Cair dan Nasib BPNT Tahap 4 2025

Jalur subduksi aktif di Samudra Hindia menjadi sumber utama aktivitas seismik di wilayah ini.

“Gempa jenis ini lazim terjadi di zona subduksi dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan signifikan di permukaan,” tulis BMKG dalam keterangannya.

BMKG Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti prosedur keselamatan gempa bumi, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan.

Baca Juga: Bansos 2026 Segera Cair! PKH dan BPNT Tahap 1 Menyusul, Ini Sinyal Kuat Bansos 2025 Resmi Ditutup Pemerintah

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, khususnya isu gempa susulan besar atau tsunami yang sering beredar di media sosial pasca gempa.

“Hanya ikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang,” tegas BMKG.

Belum Terdeteksi Gempa Susulan Signifikan

Hingga Selasa pagi, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan yang signifikan pascagempa Pacitan.

Meski demikian, potensi gempa susulan tetap ada, meskipun biasanya berkekuatan lebih kecil.

Masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal, terutama rumah yang sudah berusia lama.

Jika terjadi gempa susulan, warga diminta segera mencari tempat aman dan menjauhi bangunan yang berpotensi roboh.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Jawa Timur dan akan menyampaikan informasi terbaru secara berkala kepada publik. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bmkg gempa #gempa magnitudo #gempa jawa timur #gempa bumi hari ini #gempa pacitan