JAKARTA - Tanjung Benoa Bali dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari paling prestisius di Pulau Dewata. Terletak di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, kawasan ini berada di ujung kaki Pulau Bali dan menjadi magnet wisatawan berkat pantai berpasir putih, laut tenang, serta deretan aktivitas wisata air kelas dunia.
Sebelum berkembang menjadi kawasan wisata mewah, Tanjung Benoa Bali memiliki sejarah panjang. Pada masa lampau, daerah ini merupakan perkampungan nelayan sekaligus pelabuhan kecil tempat kapal asing berlabuh. Sejak abad ke-16, Tanjung Benoa tercatat sebagai titik persinggahan pedagang Tiongkok yang memperdagangkan keramik dan kain sutra, sekaligus membeli hasil bumi dari masyarakat Bali.
Perkembangan kawasan ini semakin pesat sejak dibangunnya kawasan wisata ITDC Nusa Dua pada dekade 1980-an. Kedekatan lokasi membuat Tanjung Benoa ikut terdorong menjadi pusat pariwisata, khususnya wisata bahari.
Klenteng Tertua dan Jejak Sejarah Tionghoa
Salah satu daya tarik unik di Tanjung Benoa Bali adalah keberadaan klenteng tua yang berusia ratusan tahun. Klenteng ini berdiri sejak tahun 1548 dan menjadi klenteng tertua di Bali, sekaligus termasuk lima klenteng tertua di Indonesia.
Keistimewaan klenteng ini terletak pada altar pemujaan Dewa Lautan yang sangat langka. Konon, altar serupa hanya terdapat di lima negara di dunia, yakni China, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Di area klenteng juga terdapat kuil perahu naga, lonceng kuno, serta prasasti bersejarah yang masih terawat hingga kini.
Pusat Watersport Favorit Wisatawan
Nama Tanjung Benoa identik dengan wisata air. Sepanjang garis pantainya, berdiri puluhan penyedia jasa watersport yang menawarkan beragam aktivitas, mulai dari parasailing, jet ski, banana boat, hingga snorkeling.
Kondisi laut Tanjung Benoa Bali relatif tenang dengan kedalaman sekitar enam meter, menjadikannya lokasi ideal bagi wisatawan pemula. Aktivitas watersport umumnya dibuka mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA, menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.
Salah satu permainan favorit adalah parasailing. Wisatawan akan diterbangkan menggunakan parasut yang ditarik speed boat dengan tali sepanjang sekitar 80 meter. Durasi terbang berkisar enam menit, tergantung kondisi angin dan cuaca. Dari udara, pengunjung dapat menikmati panorama laut biru Tanjung Benoa serta daratan Nusa Dua yang memanjakan mata.
Hotel Butik Modern dengan View Laut
Tak hanya wisata air, Tanjung Benoa juga dikenal sebagai kawasan akomodasi eksklusif. Salah satu hotel yang mencuri perhatian adalah Tijili Benoa, hotel bintang empat bergaya butik modern yang berada di Jalan Pratama, dengan akses langsung ke Pantai Tanjung Benoa.
Hotel ini mengusung konsep colorful dan lifestyle masa kini, dilengkapi fasilitas lengkap seperti kolam renang, rooftop, gym, spa, restoran, hingga beach bar. Total terdapat 120 kamar dengan dua kategori utama, yakni Deluxe Room dan Junior Suite, berukuran 27 hingga 54 meter persegi.
Dari kamar maupun rooftop, tamu dapat menikmati panorama sunrise, laut biru, hingga siluet Gunung Agung di kejauhan, menciptakan pengalaman menginap yang eksklusif dan menenangkan.
Resto Unik Pinisi House di Ujung Tanjung Benoa
Di ujung kawasan Tanjung Benoa, terdapat destinasi kuliner unik bernama Pinisi House. Restoran ini mengusung konsep kapal kayu besar yang berada di atas bangunan, menghadirkan sensasi makan layaknya berada di atas kapal laut.
Pengunjung harus berjalan kaki sekitar 50 meter melalui jalan setapak di pinggir pantai untuk mencapai lokasi. Dari atas kapal, tersaji pemandangan laut lepas, aktivitas kapal nelayan, hingga Pulau Serangan yang terlihat sangat dekat.
Pinisi House buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 22.00 WITA, menawarkan menu lokal hingga internasional. Area outdoor di tepi laut menjadi spot favorit wisatawan, terutama saat sore hingga malam hari.
Dengan perpaduan sejarah, wisata bahari, hotel modern, dan kuliner unik, Tanjung Benoa Bali terus mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan yang menawarkan pengalaman wisata lengkap dalam satu kawasan.