JAKARTA - IHSG Trading Halt Setelah Dibuka Melemah Tajam. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengalami guncangan pada awal sesi perdagangan pagi ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt setelah mencatatkan pelemahan tajam hingga 8 persen hanya dalam waktu kurang dari satu jam sejak pembukaan pasar.
Kondisi IHSG Trading Halt ini memaksa Bursa Efek Indonesia BEI menghentikan sementara perdagangan saham guna meredam tekanan jual yang semakin dalam.
Berdasarkan pantauan di lantai Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka melemah sejak pukul 09.00 WIB di kisaran level 7.027.
Namun, tekanan jual terus berlanjut hingga akhirnya pada pukul 09.26 WIB IHSG terkoreksi 8 persen atau turun sekitar 665 basis poin.
Posisi indeks pun terperosok ke level psikologis 7.654,54, sehingga memicu IHSG trading halt sesuai ketentuan yang berlaku.
Nilai Transaksi Tembus Rp10 Triliun
Meski perdagangan berlangsung singkat sebelum dihentikan sementara, nilai transaksi tercatat cukup besar.
Hingga momen trading halt diberlakukan, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia sudah mencapai sekitar Rp10 triliun.
Angka ini mencerminkan tingginya aktivitas jual oleh pelaku pasar di tengah sentimen negatif yang masih membayangi pasar saham domestik.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Navan Aji Gusta, pelemahan IHSG hari ini sebenarnya sudah diprediksi.
Kondisi pasar dinilai berada dalam fase oversold, di mana tekanan jual terjadi secara masif akibat sentimen eksternal yang kuat.
Salah satu sentimen utama yang membebani pasar adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Efek Pembekuan Indeks oleh MSCI
Morgan Stanley Capital International sebelumnya mengumumkan pembekuan sementara terhadap indeks-indeks saham Indonesia.
Keputusan ini diambil setelah MSCI melakukan evaluasi terhadap data kepemilikan saham di Tanah Air yang dinilai belum cukup kuat.
Pembekuan tersebut langsung berdampak pada kepercayaan investor global dan mendorong aksi jual di pasar saham Indonesia.
Sentimen MSCI ini juga menjadi penyebab utama IHSG trading halt yang terjadi bukan hanya hari ini, tetapi juga pada sesi perdagangan sebelumnya.
Pada perdagangan kemarin, IHSG sempat mengalami trading halt pada sesi kedua, meski perdagangan akhirnya masih dapat dilanjutkan hingga penutupan pasar.
Aturan Trading Halt Bursa Efek Indonesia
Mengacu pada peraturan Bursa Efek Indonesia, penghentian sementara perdagangan atau trading halt diberlakuka.
Jika IHSG mengalami penurunan 8 persen dalam satu hari perdagangan. Dalam kondisi ini, perdagangan akan dihentikan selama 30 menit.
Jika setelah dibuka kembali IHSG masih turun hingga 15 persen, BEI akan kembali memberlakukan trading halt selama 30 menit berikutnya.
Baca Juga: Resmi! Menkeu Tambah DAU Rp7,66 Triliun ke 333 Pemda untuk THR dan Gaji ke-13 Guru ASN
Lebih lanjut, apabila pelemahan mencapai 20 persen, maka perdagangan saham akan dihentikan hingga akhir sesi atau bahkan sepanjang hari perdagangan.
Pada kasus hari ini, IHSG trading halt pertama dilakukan pada pukul 09.26 WIB dan diperkirakan perdagangan akan kembali dibuka sekitar pukul 09.56 WIB.
OJK dan BEI Siapkan Konferensi Pers
Menanggapi kondisi pasar yang kini masih bergejolak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia.
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dijadwalkan menggelar konferensi pers pada pukul 10.00 WIB.
Konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut akan berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
Dalam konferensi pers itu, otoritas pasar modal akan menyampaikan penjelasan resmi terkait IHSG trading halt, kondisi pasar terkini.
Kini menyertakan langkah-langkah yang akan diambil untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
Hingga menjelang pelaksanaan konferensi pers, pihak BEI masih melakukan sejumlah persiapan dan belum menyampaikan poin-poin resmi yang akan disampaikan kepada publik.
Pasar Masih Dibayangi Tekanan Sentimen Global
Tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika sentimen global belum mereda.
Investor kini menanti sikap dan pernyataan resmi dari otoritas pasar modal guna memperoleh kepastian arah kebijakan dan menjaga kepercayaan pasar.
Pergerakan IHSG setelah trading halt akan menjadi perhatian utama pelaku pasar sepanjang sisa perdagangan hari ini. (*)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani