Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tambang Emas Terbesar di Indonesia Terungkap, Dari Freeport Papua hingga Batu Hijau Sumbawa dengan Produksi Fantastis

Ingge Nayla Ayu Karina • Selasa, 3 Februari 2026 | 18:25 WIB
Tambang emas terbesar di Indonesia dari Freeport Papua hingga Batu Hijau Sumbawa ungkap produksi emas dan kedaulatan tambang nasional.
Tambang emas terbesar di Indonesia dari Freeport Papua hingga Batu Hijau Sumbawa ungkap produksi emas dan kedaulatan tambang nasional.

 

TRENGGALEK - Tambang emas terbesar di Indonesia kembali menjadi perhatian publik setelah data produksi dan cadangan mineral diungkap ke publik.

Di bawah hamparan pegunungan dan hutan hijau Nusantara, tersimpan cadangan emas bernilai tinggi yang menempatkan Indonesia sebagai penghasil emas terbesar kedelapan di dunia dan kedua di Asia.

Keberadaan tambang emas terbesar di Indonesia menjadi tulang punggung penting bagi perekonomian nasional dan kedaulatan sumber daya alam.

Baca Juga: 8 Wisata Mojokerto Terbaru 2026 yang Lagi Hits: Ada Pantai di Atas Awan Aone Trawas, Tiket Masuk Mulai Rp5 Ribu!

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut PT Freeport Indonesia dan PT Aman Mineral Nusa Tenggara masih menjadi penyumbang terbesar produksi emas nasional.

Kedua perusahaan tersebut mampu menghasilkan sekitar 80 ton emas per tahun.

Namun, pilar industri emas nasional tidak hanya bergantung pada dua korporasi tersebut.

 

Sejumlah tambang emas terbesar di Indonesia lainnya turut menopang posisi Indonesia di peta emas dunia.

Dari Papua hingga Sumbawa, industri pertambangan emas nasional menunjukkan kekuatan yang semakin solid.

Berikut deretan tambang emas terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis.

 

Freeport Papua, Tambang Emas Terbesar di Indonesia

Tambang emas terbesar di Indonesia berada di Mimika, Papua Tengah.

Tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia menjadi yang terbesar dan paling produktif.

Sejarah tambang ini dimulai sejak ekspedisi Kartens pada 1936 yang menemukan Gunung Bijih atau Ertsberg.

 

Pada 1967, PT Freeport McMoRan memperoleh izin resmi dari pemerintah Indonesia untuk mengelola tambang tersebut.

Penemuan cadangan Grasberg pada 1988 menjadikan Freeport sebagai tambang kelas dunia.

Sejak 2018, pemerintah Indonesia melalui MIND ID resmi menguasai 51,2 persen saham Freeport.

 

Langkah ini menandai kedaulatan baru pengelolaan sumber daya alam nasional.

Pada 2023, Freeport memproduksi lebih dari 52 ton emas, 650 ribu ton tembaga, dan 190 ton perak.

Nilai sumber daya tersebut ditaksir mencapai lebih dari 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp665 triliun.

 

Antam, Pilar BUMN di Industri Emas Nasional

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menjadi pemain utama tambang emas terbesar di Indonesia dari sektor BUMN.

Perusahaan ini berdiri sejak 1968 dan kini berada di bawah holding MIND ID.

Produksi emas Antam berasal dari tambang emas Pongkor di Bogor, Jawa Barat.

 

Tambang tersebut menghasilkan sekitar 1 ton emas per tahun.

Selain itu, Antam juga mengandalkan skema buyback dan pemurnian emas dari berbagai mitra tambang.

Per tahun, Antam mampu mengimpor dan memurnikan hingga 30 ton emas.

 

Pada 2025, Antam menargetkan penjualan emas mencapai 45 ton.

Capaian ini memperkuat posisi Antam sebagai tulang punggung emas nasional.

 

Martabe, Gosowong, hingga Tokatindung

Tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dikelola PT Agincourt Resources.

Tambang ini mulai berproduksi pada 2012 dan mampu menghasilkan sekitar 10 ton emas per tahun.

Martabe kini dikuasai konsorsium domestik yang dipimpin Astra Group.

 

Di Sulawesi Utara, tambang emas Tokatindung dikelola PT Archi Indonesia Tbk.

Produksi emasnya mencapai jutaan ons sejak mulai beroperasi pada 2011.

Archi menjadi salah satu produsen emas murni terbesar di Asia Tenggara.

 

Sementara di Maluku Utara, tambang emas Gosowong milik PT Nusa Halmahera Minerals mencatat produksi sekitar 5,6 ton emas per tahun.

Tambang ini merupakan hasil kerja sama Antam dan mitra swasta nasional.

 

Batu Hijau Sumbawa dan Kemandirian Industri Tambang

Tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dikelola PT Aman Mineral Nusa Tenggara.

Tambang ini termasuk salah satu tambang emas terbesar di dunia.

Total produksinya mencapai 22,76 ton emas dengan target tahunan sekitar 2,8 ton.

Baca Juga: On The Rock Jogja Viral di Gunung Kidul! Baru Soft Opening 19 Desember 2025, HTM Rp40 Ribu Tapi View-nya Disebut Mirip Bali

Dari Papua hingga Sumbawa, Indonesia kini tidak lagi sekadar penyedia bahan mentah.

Penguasaan saham nasional dan kehadiran perusahaan domestik menandai arah baru industri tambang.

Emas tidak hanya menjadi komoditas, tetapi simbol kemandirian bangsa.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Tambang Emas Nasional #Tambang emas terbesar di Indonesia #Produksi Emas Indonesia #Industri Pertambangan Emas #Freeport Papua