JAKARTA - Indonesia memiliki banyak masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat keindahan arsitektur, simbol peradaban Islam, dan saksi sejarah panjang bangsa. Kanal YouTube Navi Gasi menampilkan 7 masjid terbesar dan terindah di Indonesia yang layak dikunjungi, baik untuk ibadah maupun wisata religi.
Setiap masjid dalam daftar ini memiliki keunikan tersendiri, mulai dari desain futuristik, arsitektur khas lokal, hingga sentuhan budaya internasional. Beberapa masjid bahkan menjadi ikon daerah dan destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.
7. Masjid Tiban, Malang, Jawa Timur
Masjid Tiban berada di kompleks Pondok Pesantren Salafiah Biharul Bahri Asalifadailir Rahmah. Meski terkenal dengan cerita “tiba-tiba muncul”, faktanya masjid ini dibangun bertahap oleh para santri. Arsitekturnya bergaya Timur Tengah dengan ornamen warna-warni yang memikat. Interior dan eksteriornya menjadikan Masjid Tiban sebagai salah satu masjid terindah di Indonesia, sekaligus destinasi religi populer di Malang.
6. Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh
Masjid ini memiliki nilai sejarah tinggi karena dibangun pertama kali pada abad ke-19 oleh Kesultanan Aceh. Masjid Raya Baiturrahman tetap kokoh menghadapi tsunami 2004. Arsitekturnya memadukan gaya Mughal India dan sentuhan lokal Aceh, dengan kubah hitam dan pilar marmer putih yang tampak megah. Kini masjid juga dilengkapi payung raksasa otomatis, menambah kemegahannya dan menjadikannya salah satu masjid paling menawan di Indonesia.
5. Masjid 99 Kubah, Makassar, Sulawesi Selatan
Terletak di kawasan Center Point of Indonesia, Masjid 99 Kubah menonjol dengan desain unik, memiliki 99 kubah yang melambangkan Asmaul Husna. Dirancang oleh Ritwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, kubahnya berwarna-warni sehingga menjadi landmark baru di Makassar. Keindahan masjid makin terlihat saat senja, ketika langit jingga berpadu dengan siluet bangunan.
4. Masjid Islamic Center, Samarinda, Kalimantan Timur
Masjid Baitul Muttaqin atau Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid terbesar kedua di Asia Tenggara. Terletak di tepi Sungai Mahakam, masjid ini memiliki tujuh menara, dengan menara utama setinggi 99 meter sebagai simbol 99 nama Allah. Desainnya terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Hagiah Sophia. Kapasitas masjid mencapai 40.000 jemaah, menjadikannya pusat kegiatan keislaman aktif di Kalimantan.
Baca Juga: Pedagang Pasar Basah Keluhkan Penarikan Retribusi Setahun Sekali
3. Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah
Masjid ini memadukan arsitektur Jawa, Islam, dan Romawi. Pelatarannya memiliki enam payung hidrolik raksasa yang meniru Masjid Nabawi. Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter memungkinkan pengunjung menikmati panorama Kota Semarang dari ketinggian. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini menjadi destinasi wisata religi populer di Jawa Tengah.
2. Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat
Masjid nasional ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara, dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Memiliki kapasitas hingga 200.000 jemaah, arsitekturnya modern minimalis dengan dominasi marmer putih dan struktur baja. Kubah raksasa berdiameter 45 meter dan menara setinggi 96 meter menjadi ciri khas masjid ini. Masjid Istiqlal juga sering menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional.
1. Masjid Raya Syekh Zayed, Solo, Jawa Tengah
Masjid ini merupakan hadiah dari Uni Emirat Arab, meniru desain Masjid Syekh Zayed di Abu Dhabi. Dominasi warna putih bersih dipadukan dengan aksen emas dan biru elegan. Masjid raya Syekh Zayed mampu menampung ribuan jemaah dan menjadi ikon monumental di Solo. Keindahan arsitektur serta desain modernnya menjadikannya pilihan utama wisata religi di Indonesia.
Dengan arsitektur megah, nilai sejarah, dan fasilitas lengkap, 7 masjid terbesar dan terindah di Indonesia ini menjadi destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi bagi umat muslim maupun wisatawan umum. Setiap masjid menawarkan pengalaman berbeda, dari budaya lokal hingga inspirasi internasional, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang sejarah Islam di Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina