Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Presiden Prabowo Buka Sikap Soal BOP PBB, Diskusi Terbuka Ungkap Risiko Besar hingga Opsi Indonesia Keluar demi Palestina Merdeka

Adinda Putri Sefiana • Kamis, 5 Februari 2026 | 12:55 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia terkait BOP PBB, menyoroti risiko tinggi dan opsi keluar demi mewujudkan Palestina Merdeka.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia terkait BOP PBB, menyoroti risiko tinggi dan opsi keluar demi mewujudkan Palestina Merdeka.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pendekatan yang dinilai realistis dan terbuka dalam menyikapi rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) PBB terkait konflik Palestina-Israel.

Hal itu terungkap dalam sebuah forum diskusi tertutup yang dihadiri sejumlah tokoh dan komunitas kebijakan luar negeri Indonesia.

Peserta diskusi mengaku cukup terkejut dengan suasana pertemuan yang jauh dari kesan satu arah yaitu Presiden Prabowo Buka Sikap Soal BOP PBB,.

Sejak awal, Presiden Prabowo membuka ruang dialog yang sangat cair, candid, dan dua arah. Tidak ada batasan topik, tidak ada larangan pertanyaan, serta seluruh risiko dan kritik diterima secara terbuka.

Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo secara gamblang membahas berbagai skenario berisiko yang mungkin dihadapi Indonesia apabila bergabung dalam BOP PBB.

Mulai dari dinamika geopolitik global, pengaruh Amerika Serikat, peran Israel, hingga kondisi di lapangan yang sangat sulit diprediksi.

Pendekatan Realistis Presiden Prabowo

Menurut peserta forum, Presiden Prabowo menegaskan bahwa saat ini BOP PBB merupakan satu-satunya opsi yang tersedia untuk mendorong gencatan senjata dan membuka jalan diplomasi.

Meski diakui bukan solusi sempurna, BOP dianggap sebagai “the only game in town” di tengah kebuntuan konflik.

Presiden tidak menutup mata terhadap risiko besar yang mengiringi langkah tersebut. Salah satu risiko utama adalah kuatnya pengaruh Israel terhadap kebijakan Amerika Serikat, termasuk dinamika politik di era Donald Trump.

Namun, Indonesia dinilai memiliki kekuatan kolektif melalui kekompakan dengan negara-negara Islam.

“Leverage Indonesia akan lebih kuat karena kita bergerak bersama Saudi Arabia, Turki, Mesir, Yordania, dan negara-negara Islam lainnya,” menjadi salah satu penekanan penting dalam diskusi tersebut.

Indonesia Pegang Opsi Keluar dari BOP

Salah satu poin krusial yang berulang kali ditegaskan Presiden Prabowo adalah Indonesia tetap memegang opsi untuk keluar dari BOP PBB apabila langkah tersebut bertentangan dengan prinsip nasional dan kepentingan strategis Indonesia.

Pendekatan ini dinilai sejalan dengan pandangan komunitas kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan kehati-hatian, pragmatisme, dan fleksibilitas diplomatik.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu menarik diri, bahkan jika negara lain tetap melanjutkan keterlibatan.

Sikap ini mendapat apresiasi karena menunjukkan keberanian politik sekaligus keteguhan prinsip dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

BOP PBB Disebut Sebagai Eksperimen Berisiko Tinggi

Dalam forum tersebut, BOP PBB secara jujur disebut sebagai sebuah eksperimen politik dengan tingkat kegagalan yang tinggi.

Banyak faktor dapat menggagalkan misi ini, mulai dari dinamika internal Amerika Serikat, kebijakan Israel, kondisi lapangan di Gaza, hingga sikap Hamas.

Tidak ada jaminan kesuksesan. Namun, Presiden Prabowo menilai eksperimen ini tetap penting karena tidak ada alternatif jalur lain yang tersedia saat ini.

Peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) lebih banyak berada di belakang layar, sementara mandat lapangan sepenuhnya berada di bawah Dewan Keamanan PBB.

Keberadaan mandat resmi PBB menjadi faktor utama yang membuat BOP PBB relevan dan kredibel, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan penjaga perdamaian.

Tujuan Akhir: Palestina Merdeka

Dalam penegasan akhirnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa tujuan utama Indonesia bergabung dalam BOP PBB adalah Palestina Merdeka.

Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia harus aktif berpolitik, berdiplomasi, melobi, berdebat, serta bersikap pragmatis dan realistis.

Diskusi ini juga diakui menghadapi tantangan besar dalam komunikasi publik. Banyak hal yang tidak bisa disampaikan secara terbuka, namun Presiden menunjukkan kesadaran penuh terhadap tantangan persepsi publik tersebut.

Saat ini, proses BOP PBB masih berjalan dan pembahasan masih berlangsung. Presiden Prabowo meminta semua pihak bersabar dan terus mengawal proses ini dengan harapan besar bahwa solusi dua negara atau two state solution dapat benar-benar terwujud. (*)

 

Editor : Adinda Putri Sefiana
#BOP PBB #Politik Luar Negeri Indonesia #konflik palestina israel #palestina merdeka #Presiden Prabowo