JAKARTA - Gempa M 6,4 Pacitan mengguncang wilayah Jawa Timur pada Jumat dini hari dan memicu kepanikan warga.
Guncangan kuat dirasakan hampir di seluruh Kabupaten Pacitan, membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara satu warga meninggal dunia diduga akibat syok saat gempa terjadi.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, gempa M 6,4 Pacitan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer. Meski berkekuatan besar dan guncangan terasa kuat, gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa yang berlangsung beberapa detik membuat warga panik. Banyak warga yang tengah tertidur terbangun dan langsung berlari ke luar rumah karena takut bangunan roboh. Suara gemuruh dan guncangan keras membuat suasana dini hari mencekam.
Rumah Warga Rusak, Perabot Dapur Hancur
Dampak gempa M 6,4 Pacitan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah titik. Di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, dua rumah warga dilaporkan rusak parah. Bagian teras ambruk, atap runtuh, serta dinding rumah mengalami retak serius.
Salah satu warga menceritakan, guncangan gempa terasa sangat kuat hingga membuat seluruh perabot dapur hancur.
Kompor, piring, panci, dan perlengkapan rumah tangga lainnya rusak tertimpa reruntuhan bangunan. Rumah tersebut sementara tidak dapat ditempati karena dinilai berbahaya.
“Bangun tidur mau keluar, pintu belum sempat dibuka, teras sudah ambruk duluan. Semua perabot dapur hancur,” ujar warga setempat.
Selain dua rumah rusak berat, BPBD mencatat sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang.
Petugas masih terus melakukan pendataan lanjutan di sejumlah desa yang terdampak gempa.
Satu Warga Pacitan Meninggal Dunia Akibat Syok
Peristiwa gempa M 6,4 Pacitan juga menelan korban jiwa. Seorang warga bernama Joko Santoso (53), warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, dilaporkan meninggal dunia. Korban diduga mengalami syok berat akibat guncangan gempa.
Menurut keterangan BPBD Pacitan, korban sebenarnya sempat menyelamatkan diri dan berkumpul bersama warga lain di luar rumah.
Bahkan setelah gempa mereda, korban masih sempat berbincang dengan tetangga. Namun tak lama kemudian, korban tiba-tiba jatuh dan dinyatakan meninggal dunia.
“Korban tidak tertimpa bangunan. Dugaan sementara meninggal karena syok setelah gempa,” ujar petugas BPBD Pacitan. Jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
BPBD Lakukan Pendataan, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan
Pasca gempa M 6,4 Pacitan, BPBD bersama aparat TNI dan Polri langsung melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan.
Warga yang rumahnya rusak mulai membersihkan puing-puing bangunan secara mandiri dengan pengawasan petugas.
BPBD Pacitan mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan berat serta menyiapkan langkah evakuasi jika terjadi guncangan lanjutan.
Meski tidak berpotensi tsunami, gempa besar ini menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah selatan Jawa akan tingginya aktivitas seismik.
Hingga kini, situasi di Pacitan berangsur kondusif, namun warga masih memilih berjaga di luar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana