Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Viral Detik-Detik Tanah Bergerak di Tegal, Hampir 500 Rumah Ambruk, Ponpes Roboh, 1.700 Warga Terpaksa Mengungsi

Dyah Wulandari • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:48 WIB

Viral tanah bergerak di Tegal rusak hampir 500 rumah dan paksa 1.700 warga mengungsi. Ponpes ambruk, pemerintah siapkan huntara
Viral tanah bergerak di Tegal rusak hampir 500 rumah dan paksa 1.700 warga mengungsi. Ponpes ambruk, pemerintah siapkan huntara

TEGAL – Bencana tanah bergerak di Tegal kembali menjadi sorotan publik setelah video amatir yang merekam detik-detik rumah dan bangunan ambruk di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi permukiman warga yang rusak parah akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Peristiwa tanah bergerak di Tegal ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Akibatnya, struktur tanah menjadi labil dan memicu pergeseran di sejumlah titik. Puluhan rumah, jalan desa, hingga fasilitas umum mengalami kerusakan serius dan tidak lagi layak huni.

Kepala Desa Padasari menyebutkan, bencana tanah bergerak di Tegal ini terus berkembang dan hingga Sabtu (8/2/2026) jumlah kerusakan masih bertambah. “Pergerakan tanah masih terjadi. Data sementara sudah hampir 500 rumah, sekolah, dan pondok pesantren rusak. Warga yang mengungsi juga terus bertambah,” ujarnya.

Baca Juga: Tanah Bergerak Desa Padasari Tegal Makin Parah, 464 Rumah Rusak, Ribuan Warga Mengungsi, Relokasi di Lahan 10 Hektar Disiapkan

Kondisi Terkini Desa Padasari

Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan tanah di sejumlah wilayah Desa Padasari tampak retak, terangkat, dan bergeser. Jalan utama penghubung menuju Pedukuhan Padareka juga mengalami kerusakan parah hingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Aspal jalan terlihat pecah dan bergelombang. Kabel listrik tergeletak di jalan, sementara beberapa rumah roboh dalam kondisi mengenaskan. Warga yang masih bertahan di sekitar lokasi tampak berupaya menyelamatkan barang-barang penting sebelum meninggalkan rumah mereka.

Baca Juga: Tanah Bergerak Desa Padasari Tegal Terus Meluas, 400 Rumah Rusak, Ribuan Warga Terancam Direlokasi Permanen

Dalam video yang beredar, perekam juga memperlihatkan bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah yang ambruk akibat pergerakan tanah. Asrama santri runtuh hingga rata dengan tanah, memaksa ratusan santri dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Hampir 1.700 Warga Mengungsi

Pemerintah Kabupaten Tegal mencatat, hingga saat ini sebanyak 596 kepala keluarga atau sekitar 2.453 jiwa terdampak langsung bencana tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 1.700 warga terpaksa mengungsi ke delapan titik pengungsian.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat 10–16 Februari 2026, Wilayah Ini Masuk Status Siaga, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Lokasi pengungsian tersebar di berbagai tempat, mulai dari majelis taklim, sekolah, gedung serbaguna, pondok pesantren, hingga rumah warga yang tidak terdampak. Para pengungsi didominasi lansia, ibu hamil, serta anak-anak.

“Kami terus melakukan pendataan dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan tempat yang layak,” kata salah satu petugas BPBD setempat.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan akses transportasi juga lumpuh. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan perekonomian desa terhenti sementara.

Baca Juga: Dana Rapel Pensiun Tak Sama dan Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi TASPEN soal Isu Kenaikan Pensiun yang Viral

Status Tanggap Darurat dan Huntara

Menanggapi situasi tersebut, Pemkab Tegal menetapkan status tanggap darurat bencana tanah bergerak selama 14 hari. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan bagi warga terdampak.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan milik Perhutani untuk pembangunan hunian sementara (huntara). Huntara ini direncanakan menjadi tempat tinggal warga hingga kondisi tanah kembali stabil dan relokasi permanen disiapkan.

Baca Juga: Viral Klaim Rapel Gaji Pensiunan Sudah Cair, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah soal Kenaikan Pensiun

“Lahan sudah disiapkan. Kami targetkan pembangunan huntara segera dimulai agar warga tidak terlalu lama di pengungsian,” ujar pejabat Pemkab Tegal.

Wapres dan Gubernur Tinjau Lokasi

Pada Jumat (6/2/2026), Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi bencana. Keduanya menyambangi permukiman rusak dan lokasi pengungsian.

Baca Juga: Viral Klaim Rapel Gaji Pensiunan Sudah Cair, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah soal Kenaikan Pensiun

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran meminta agar kebutuhan dasar pengungsi, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak, diprioritaskan. Ia juga menginstruksikan percepatan pembangunan hunian sementara.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Pemerintah pusat dan daerah harus bergerak cepat,” tegasnya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah. Warga diimbau tidak kembali ke rumah sebelum kondisi dinyatakan aman, guna menghindari risiko korban jiwa akibat longsor susulan

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 11 Februari 2026: Waspada Hujan Lebat dan Petir di Banyak Wilayah, Ini Daftar Lengkapnya

Editor : Dyah Wulandari
#tanah longsor #Bencana Alam Jawa Tengah #tegal #tanah bergerak