BANYUWANGI – Bencana angin puting beliung di Banyuwangi yang disertai hujan deras dan petir menggemparkan warga sejak Sabtu (8/2/2026) hingga Minggu (9/2/2026). Video amatir detik-detik angin kencang menerjang permukiman di sejumlah kecamatan viral di media sosial dan memicu kepanikan warga.
Dalam rekaman tersebut, angin puting beliung di Banyuwangi tampak berputar seperti tornado kecil, menghantam atap rumah, kandang ternak, hingga gudang milik warga. Beberapa bangunan roboh dalam hitungan detik, sementara warga hanya bisa berteriak dan berdoa menyelamatkan diri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyebutkan, dampak angin puting beliung di Banyuwangi kali ini cukup signifikan. Puluhan rumah mengalami kerusakan, jaringan listrik sempat terputus, dan sejumlah ruas jalan tergenang banjir.
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah
Berdasarkan data sementara BPBD Banyuwangi, sedikitnya 52 rumah warga terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. Kerusakan terjadi dengan tingkat ringan hingga berat, terutama pada bagian atap bangunan.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Sempu. Sebanyak 49 kepala keluarga di Desa Karangsari, Desa Temuguruh, dan Desa Temuasri mengalami kerusakan rumah dan kandang ternak. Selain itu, tiga rumah warga di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, juga dilaporkan rusak.
“Kerusakan paling berat terjadi di Desa Tembokrejo. Beberapa rumah atapnya habis tersapu angin. Ada juga dua rumah di Desa Temuguruh yang dapurnya ambruk,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, Minggu (8/2/2026).
Mayoritas kerusakan berupa genteng beterbangan, rangka atap patah, serta dinding retak. Sejumlah kandang ayam dan gudang penyimpanan hasil panen juga roboh akibat terpaan angin kencang.
Listrik Padam dan Jalan Tergenang
Selain merusak bangunan, angin puting beliung juga menyebabkan gangguan jaringan listrik di beberapa wilayah. Sedikitnya sembilan rumah warga di Desa Tembokrejo sempat mengalami pemadaman listrik.
BPBD langsung berkoordinasi dengan PLN untuk mematikan aliran listrik sementara demi mencegah risiko korsleting. Setelah dilakukan perbaikan, pasokan listrik berangsur pulih.
Tak hanya itu, hujan deras yang menyertai badai juga memicu banjir di sejumlah titik. Genangan air merendam ruas jalan di wilayah Pakis, depan Balai Desa Karangharjo, depan Polsek Glenmore, hingga kawasan Kalibaru.
Banjir tersebut menyebabkan kemacetan panjang karena kendaraan harus melintas secara bergantian. Beberapa pengendara bahkan terpaksa berhenti karena ketinggian air cukup mengganggu laju kendaraan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski kerusakan cukup parah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga yang berada di dalam rumah saat kejadian berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan roboh.
“Sesuai arahan Bupati, kami langsung bergerak cepat bersama TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa sejak hari pertama kejadian,” kata Partana.
Petugas gabungan segera melakukan evakuasi ringan, pembersihan puing-puing bangunan, serta pendataan rumah terdampak. Warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Penyaluran Bantuan dan Pendampingan Warga
Saat ini, BPBD Banyuwang masih melakukan asesmen lanjutan untuk mendata kebutuhan material perbaikan rumah, seperti asbes, kayu, dan seng. Proses pendampingan warga dilakukan secara intensif bersama unsur kecamatan dan desa.
Bantuan tahap awal berupa bahan pangan dan terpal sudah disalurkan kepada warga terdampak. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan tahap kedua berupa selimut, kasur lipat, matras, serta paket balita bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
“Kami juga mendata kebutuhan jangka menengah agar warga bisa segera memperbaiki rumahnya dan kembali beraktivitas normal,” tambah Partana.
BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG, memperkuat struktur bangunan, serta segera melapor jika terjadi potensi bencana. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, kewaspadaan warga menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko.
Editor : Dyah Wulandari