Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terungkap! Rahasia Lempeng Tektonik Asia Tenggara yang Membentuk Nusantara dari Zaman Purba hingga Sekarang

Dyah Wulandari • Selasa, 10 Februari 2026 | 18:10 WIB

Mengungkap peran lempeng tektonik Asia Tenggara dalam membentuk Nusantara sejak zaman purba hingga sekarang secara ilmiah dan menarik.
Mengungkap peran lempeng tektonik Asia Tenggara dalam membentuk Nusantara sejak zaman purba hingga sekarang secara ilmiah dan menarik.

JAKARTA - Keunikan geografis Asia Tenggara, khususnya Indonesia, ternyata tidak terbentuk secara instan. Fenomena ini berkaitan erat dengan pergerakan lempeng tektonik Asia Tenggara yang berlangsung selama ratusan juta tahun. Dari Semenanjung Malaya hingga Papua, susunan pulau-pulau di Nusantara merupakan hasil proses geologis yang sangat panjang.

Dalam sebuah video YouTube yang mengulas sejarah bumi, dijelaskan bahwa lempeng tektonik Asia Tenggara berperan besar dalam membentuk wilayah kepulauan yang kini dikenal sebagai Indonesia. Posisi Pulau Sumatera di barat, Papua di timur, Jawa di selatan, serta Filipina di utara bukanlah kebetulan, melainkan hasil dinamika kerak bumi sejak zaman purba.

Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa lempeng tektonik Asia Tenggara telah mengalami pergeseran signifikan sejak era Paleozoikum, sekitar 410 juta tahun lalu. Proses inilah yang membuat wilayah ini berada di sekitar garis khatulistiwa dan memiliki keragaman alam yang luar biasa.

Baca Juga: Misteri Lempeng Tektonik Terungkap! Dari San Andreas hingga Himalaya, Ini Dampaknya bagi Dunia dan Indonesia

Penelitian Ilmiah Ungkap Sejarah Bumi

Perubahan pergerakan lempeng bumi di Asia Tenggara pernah diteliti oleh tim ilmuwan dari University of Oxford dan dipublikasikan dalam jurnal Global and Planetary Change pada November 2016. Penelitian tersebut memetakan evolusi lempeng bumi sejak ratusan juta tahun lalu.

Hasil riset ini kemudian dipresentasikan oleh Widodo Setyopranowo, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui visualisasi daring. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa wilayah Indonesia pernah bergerak ke selatan dan utara garis khatulistiwa dalam periode geologis yang sangat panjang.

Baca Juga: Terungkap! Rahasia Lempeng Tektonik Indonesia yang Picu Gempa dan Gunung Api, Ini Penjelasan Lengkapnya

Beberapa bagian Nusantara, termasuk Sumatera yang terhubung dengan Semenanjung Malaya, pernah mengalami pergeseran posisi secara perlahan. Pergerakan ini terjadi dalam skala jutaan tahun, bukan puluhan atau ratusan tahun.

Kepulauan yang Pernah Tenggelam dan Muncul

Menurut kajian paleogeologi, kepulauan Asia Tenggara tidak selalu berbentuk seperti sekarang. Wilayah ini pernah muncul dan tenggelam di bawah laut seiring perubahan posisi lempeng tektonik.

Baca Juga: Letusan Gunung Semeru Dikaitkan Ramalan Jayabaya, Benarkah Pertanda Nasib Manusia? Ini Penjelasan Lengkapnya

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa fosil dinosaurus daratan sulit ditemukan di Indonesia. Para arkeolog justru lebih banyak menemukan fosil hewan laut purba, seperti Megalodon, yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah didominasi lautan.

Perubahan ketinggian daratan akibat aktivitas tektonik menyebabkan terbentuknya pegunungan, jurang, selat, dan cekungan laut. Proses ini terus berlangsung hingga membentuk wajah Asia Tenggara modern.

Peran Paparan Sunda dalam Sejarah Nusantara

Selain faktor geologi, perubahan iklim juga memengaruhi bentuk wilayah Nusantara. Sekitar 18.000 hingga 20.000 tahun lalu, saat zaman es, permukaan laut jauh lebih rendah dibandingkan sekarang.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem 9–10 Februari 2026, Hujan Lebat dan Longsor Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia

Pada masa itu, muncul daratan luas yang disebut Paparan Sunda. Daratan ini menghubungkan Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan daratan Asia. Sungai-sungai purba mengalir di wilayah tersebut dengan muara di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Makassar, dan Laut Flores.

Keberadaan Paparan Sunda memungkinkan manusia purba bermigrasi dan membangun peradaban di Asia Tenggara. Namun, ketika suhu bumi kembali menghangat, permukaan laut naik dan menenggelamkan daratan tersebut.

Wilayah yang dulunya daratan kemudian berubah menjadi Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, dan perairan sekitarnya. Laut-laut ini membentuk sistem arus yang berperan penting dalam jalur pelayaran kuno.

Baca Juga: Peringatan Gelombang Tinggi BMKG 2026: Fenomena Laut Ekstrem Dunia Terdeteksi, Perairan Indonesia Masuk Zona Waspada

Kekuatan Alam yang Terus Bekerja

Perubahan bentuk Asia Tenggara merupakan hasil gabungan antara kekuatan dari dalam bumi dan faktor eksternal, seperti perubahan iklim dan intensitas panas matahari. Lempeng bumi terus bergerak, sementara suhu global mengalami siklus dingin dan panas.

Proses ini membentuk ekosistem, iklim, dan pola kehidupan manusia di Nusantara. Aktivitas lempeng juga menyebabkan wilayah Indonesia rawan gempa dan letusan gunung api, namun di sisi lain menghasilkan tanah subur dan bentang alam indah.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 9-10 Februari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Banyak Wilayah, Warga Diminta Siaga

Pemahaman tentang sejarah lempeng tektonik menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana. Selain itu, pengetahuan ini membantu menjelaskan mengapa Indonesia memiliki posisi strategis secara geografis dan ekologis.

Melalui kajian ilmiah dan edukasi publik, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa keunikan Asia Tenggara merupakan warisan proses alam yang berlangsung selama ratusan juta tahun.

Editor : Dyah Wulandari
#Paparan Sunda #Lempeng Tektonik #perubahan iklim #asia tenggara #sejarah nusantara