Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG 9 Februari 2026: Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Ancam Puluhan Wilayah Indonesia

Ingge Nayla Ayu Karina • Rabu, 11 Februari 2026 | 15:05 WIB
Peringatan dini cuaca ekstrem BMKG 9 Februari 2026 mengungkap hujan lebat, petir, dan angin kencang di banyak wilayah Indonesia.
Peringatan dini cuaca ekstrem BMKG 9 Februari 2026 mengungkap hujan lebat, petir, dan angin kencang di banyak wilayah Indonesia.

 

TRENGGALEK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem BMKG 9 Februari 2026 yang berlaku untuk sejumlah wilayah di Indonesia.

BMKG mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam periode tersebut.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat 10–16 Februari 2026, Wilayah Ini Masuk Status Siaga, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Dalam keterangan resminya, peringatan dini cuaca ekstrem BMKG 9 Februari 2026 disampaikan sebagai bentuk kewaspadaan dini kepada masyarakat.

Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan dampak lanjutan seperti banjir, genangan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.

 

BMKG menyebutkan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya awan hujan intensif di berbagai wilayah.

Oleh karena itu, masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

 

Daftar Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem

BMKG mencatat sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Wilayah tersebut tersebar hampir di seluruh pulau besar di Indonesia.

 

Untuk wilayah Sumatera, daerah yang masuk dalam peringatan dini meliputi Aceh, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Selain itu, Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung juga diperkirakan terdampak cuaca ekstrem.

 

Di Pulau Jawa, BMKG menetapkan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur sebagai wilayah waspada.

DKI Jakarta juga termasuk dalam daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir.

 

Sementara di Bali dan Nusa Tenggara, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Wilayah ini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat.

 

Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Perlu Waspada

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk seluruh wilayah Kalimantan.

Daerah yang masuk daftar meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

 

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Wilayah dengan topografi rawan longsor diminta lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

 

Di Pulau Sulawesi, peringatan dini cuaca ekstrem mencakup Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Sulawesi Barat juga berpotensi mengalami hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

 

BMKG menegaskan bahwa masyarakat di wilayah tersebut perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan angin kencang.

 

Maluku dan Papua Masuk Daftar Waspada

Wilayah Indonesia timur juga tidak luput dari peringatan dini BMKG.

Daerah Maluku Utara dan Maluku diperkirakan mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

 

BMKG juga mencantumkan Papua Barat dan Papua dalam daftar wilayah terdampak.

Curah hujan tinggi di wilayah ini berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.

 

Kondisi cuaca ekstrem di kawasan timur Indonesia perlu menjadi perhatian khusus.

Terutama bagi wilayah dengan akses transportasi terbatas dan kondisi geografis yang menantang.

 

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan petir terjadi.

 

Pengguna jalan juga diimbau berhati-hati terhadap jalan licin dan jarak pandang terbatas.

Nelayan dan pelaku pelayaran diminta memperhatikan kondisi angin dan cuaca sebelum melaut.

 

BMKG menegaskan pentingnya memantau informasi cuaca terkini.

Informasi resmi dapat diakses melalui situs bmkg.go.id dan media sosial resmi BMKG.

Baca Juga: Pergerakan Lempeng Bumi Dijelaskan Lengkap dalam Video Edukasi, Ini Penyebab Gempa hingga Gunung Api yang Jarang Diketahui

Langkah antisipasi dini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem.

Masyarakat diharapkan selalu mengikuti imbauan dari pihak berwenang.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Peringatan Dini BMKG #BMKG 9 Februari 2026 #angin kencang #cuaca ekstrem #hujan lebat