JAKARTA – Pasar kendaraan ramah lingkungan di tanah air semakin memanas memasuki penghujung tahun 2025. Persaingan antar-pabrikan tidak lagi hanya soal fitur, melainkan sudah merambah ke perang harga yang sangat agresif. Berdasarkan data wholesale terbaru dari Gaikindo, peta penjualan mobil listrik terlaris periode November 2025 menunjukkan dinamika yang luar biasa dengan munculnya jawara baru yang dominan serta rontoknya beberapa model senior dari posisi 15 besar.
Posisi puncak penjualan mobil listrik terlaris kembali dikukuhkan oleh BYD Atto 1 (Atan). Mobil listrik kategori small hatchback ini seolah tidak memiliki lawan sepadan dengan mencatatkan angka pengiriman ke dealer sebanyak 8.333 unit. Meski mengalami penurunan tipis 11 persen dibanding bulan sebelumnya, performa BYD Atto 1 tetap fenomenal. Dalam waktu hanya dua bulan sejak peluncurannya, mobil yang dibanderol di kisaran Rp195 juta hingga Rp235 juta ini telah terdistribusi sebanyak 17.000 unit, sebuah angka yang bahkan sulit dicapai oleh banyak mobil bermesin bensin (ICE) populer.
Kejutan besar dalam daftar penjualan mobil listrik terlaris bulan ini juga datang dari pendatang baru, Jaecoo J5 EV. Mobil yang bermain di kelas Compact SUV ini langsung melesat ke posisi runner-up dengan raihan 653 unit pada pengiriman pertamanya. Kehadiran Jaecoo J5 EV disebut-sebut menjadi ancaman serius bagi pasar city car listrik karena menawarkan spesifikasi SUV dengan harga yang sangat kompetitif.
Gempuran Compact SUV dan Nasib Mobil ICE
Segmen Compact SUV listrik kini menjadi medan pertempuran paling berdarah. Selain Jaecoo J5, sejumlah model seperti Geely EX5 (325 unit), Hyundai Kona Electric (269 unit), dan Aion V (268 unit) terus menunjukkan taji. Agresivitas model-model ini mulai berdampak langsung pada penurunan tren penjualan mobil bensin di kelas yang sama, seperti Honda HR-V, yang posisinya mulai tergeser dari daftar 10 besar mobil nasional.
Di sisi lain, Wuling Cloud EV (Darion) juga mencuri perhatian sebagai pendatang baru di segmen Medium MPV listrik. Dengan wholesale sebanyak 396 unit, mobil yang dijual di kisaran Rp356 juta hingga Rp416 juta ini mulai mengganggu pasar mobil bekas premium seperti Toyota Voxy. Strategi harga yang setara mobil bekas namun dengan biaya operasional jauh lebih rendah menjadi senjata ampuh Wuling untuk menarik konsumen keluarga.
Pergeseran Takhta dan Daftar Mobil yang Lengser
Dinamika pasar yang sangat cepat membuat beberapa model harus rela turun peringkat atau bahkan terdepak. Wuling Binguo EV, misalnya, harus turun ke peringkat lima dengan 366 unit, mengalami penurunan drastis sebesar 41 persen. Sementara itu, BYD M6 tetap kokoh di peringkat tiga dengan 567 unit, membuktikan konsistensi permintaannya di kelas Medium MPV.
Nasib kurang beruntung dialami oleh beberapa model yang bulan lalu masih masuk dalam daftar elit. GWM Ora 03, Polytron G3, FinFast VF3, dan Wuling Cloud EV (varian lama) harus rela keluar dari peringkat 15 besar karena kalah bersaing dengan agresivitas model-model baru yang menawarkan fitur lebih jor-joran.
Fenomena ini menunjukkan bahwa loyalitas konsumen terhadap satu merek di segmen EV masih sangat cair. Harga yang kompetitif, layanan purna jual, serta kebaruan fitur menjadi penentu utama dalam memenangkan hati masyarakat Indonesia. Persaingan di bulan-bulan mendatang diprediksi akan jauh lebih keras seiring dengan masuknya merek-merek baru yang siap menggebrak pasar dengan teknologi yang lebih mutakhir.
Editor : Natasha Eka Safrina