Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Menelusuri Jalur Geopark Ciletuh hingga Ujung Genteng, Perjalanan 2 Jam Penuh Drama Hujan Berujung Surga Pantai Sukabumi

Natasha Eka Safrina • Senin, 16 Februari 2026 | 17:42 WIB

Menelusuri perjalanan Geopark Ciletuh menuju Ujung Genteng, penuh hujan, jalur ekstrem, hingga panorama pantai eksotis Sukabumi Selatan.
Menelusuri perjalanan Geopark Ciletuh menuju Ujung Genteng, penuh hujan, jalur ekstrem, hingga panorama pantai eksotis Sukabumi Selatan.

JAKARTA – Perjalanan menuju Ujung Genteng tak sekadar soal sampai tujuan. Rute darat dari kawasan Geopark Ciletuh menuju ujung selatan Pulau Jawa justru menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap: tantangan medan, hujan panjang, kabut tebal, hingga panorama alam khas Sukabumi Selatan yang memanjakan mata.

Berangkat dari kawasan Geopark Ciletuh, perjalanan ke Ujung Genteng memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam berkendara. Jalur ini kerap dipilih wisatawan yang ingin menuntaskan eksplorasi Sukabumi Selatan. Jika Geopark Ciletuh ibarat bab pembuka sebuah buku, maka Ujung Genteng adalah penutup cerita yang tak kalah megah.

Jangan Andalkan Google Maps, Ikuti Warga Lokal

Salah satu catatan penting dalam perjalanan menuju Ujung Genteng adalah soal rute. Warga lokal dan pemandu wisata setempat menyarankan agar pengendara tidak sepenuhnya mengandalkan Google Maps. Aplikasi navigasi tersebut kerap mengarahkan ke jalur Cibenda yang memang lebih dekat, tetapi kondisi jalannya rusak parah dan tidak ramah kendaraan, terutama setelah hujan.

Baca Juga: Eksplorasi Goa Meranten Ponorogo, Wisata Ekstrem Viral dengan Panorama Waduk Bendo dari Ketinggian Tebing

Wisatawan disarankan mengambil jalur memutar yang sedikit lebih jauh, sekitar empat kilometer tambahan, namun kondisi aspalnya relatif mulus dan aman. Rute ini melewati kawasan Ciracap dan Surade yang dikenal sebagai jalur utama menuju pesisir selatan Sukabumi.

Hujan, Kabut, dan Jalur Rawan Longsor

Perjalanan kali ini diwarnai hujan deras yang turun hampir merata sepanjang jalur pegunungan. Beberapa titik bahkan diselimuti kabut tebal dengan papan peringatan kawasan rawan longsor. Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra waspada, terutama di tanjakan dan tikungan tajam.

Meski begitu, panorama alam yang tersaji seolah membayar semua tantangan. Hamparan sawah, lembah berkabut, perbukitan hijau, hingga jalan perkampungan yang lengang menghadirkan nuansa “pulang kampung” yang sulit ditemukan di kota besar.

Baca Juga: Daftar HP Oppo Terbaru 2026 Lengkap dari Murah sampai Flagship, Seri A hingga Find X Bikin Pilihan Makin Sulit

Rehat di Ciracap, Lanjut ke Surade

Setelah melewati jalur menantang, wisatawan bisa beristirahat sejenak di kawasan Ciracap. Di area ini tersedia minimarket, warung makan, dan fasilitas umum yang cukup nyaman untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.

Dari Ciracap, jalur Surade menjadi pintu utama menuju Ujung Genteng. Kondisi jalan di kawasan ini relatif lebih baik, dengan beberapa ruas yang sudah diaspal baru. Penunjuk arah menuju pantai juga mulai terlihat jelas, menandakan tujuan kian dekat.

Nyasar yang Berbuah Keindahan

Menjelang tiba di Ujung Genteng, perjalanan sempat “nyasar” akibat kembali diarahkan Google Maps ke jalur berbeda. Namun justru dari momen inilah keindahan tak terduga ditemukan. Pantai Tenda Biru, destinasi yang awalnya tak masuk rencana, menyuguhkan pasir bersih dan suasana pantai yang masih sepi.

“Kadang kita memang perlu nyasar dulu untuk menemukan keindahan lain,” menjadi refleksi yang muncul dari perjalanan ini. Setelah puas menikmati Pantai Tenda Biru, perjalanan dilanjutkan menuju ikon utama Ujung Genteng, titik paling selatan Pulau Jawa.

Baca Juga: Rekomendasi HP Murah 2026 dari Sejuta sampai Rp4 Jutaan, iPhone Lawas hingga Android Kencang Masih Layak Dibeli

Konservasi Penyu dan Sunset di Tepi Pantai

Memasuki kawasan Ujung Genteng, wisatawan akan melewati area konservasi penyu yang menjadi salah satu daya tarik edukatif di wilayah ini. Pantai-pantai berkarang, ombak besar, serta hamparan pasir luas menjadi ciri khas kawasan ini.

Menutup perjalanan, wisatawan dapat bersantai di kafe tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam. Suasana senja di Ujung Genteng dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Sukabumi Selatan, dengan langit jingga yang berpadu dengan debur ombak Samudra Hindia.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih tenang, kunjungan di hari kerja sangat disarankan. Selain lebih sepi, pengalaman menikmati alam Ujung Genteng pun terasa lebih maksimal.

Baca Juga: Pesona Goa Tetes Lumajang, Surga Tersembunyi di Lereng Semeru dengan Air Terjun Eksotis dan Tiket Super Murah

Editor : Natasha Eka Safrina
#pantai selatan Jawa #geopark ciletuh #wisata sukabumi #Ujung Genteng