JAKARTA – Perjalanan menuju Ujung Genteng tak sekadar soal sampai tujuan. Rute darat dari kawasan Geopark Ciletuh menuju ujung selatan Pulau Jawa justru menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap: tantangan medan, hujan panjang, kabut tebal, hingga panorama alam khas Sukabumi Selatan yang memanjakan mata.
Berangkat dari kawasan Geopark Ciletuh, perjalanan ke Ujung Genteng memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam berkendara. Jalur ini kerap dipilih wisatawan yang ingin menuntaskan eksplorasi Sukabumi Selatan. Jika Geopark Ciletuh ibarat bab pembuka sebuah buku, maka Ujung Genteng adalah penutup cerita yang tak kalah megah.
Jangan Andalkan Google Maps, Ikuti Warga Lokal
Salah satu catatan penting dalam perjalanan menuju Ujung Genteng adalah soal rute. Warga lokal dan pemandu wisata setempat menyarankan agar pengendara tidak sepenuhnya mengandalkan Google Maps. Aplikasi navigasi tersebut kerap mengarahkan ke jalur Cibenda yang memang lebih dekat, tetapi kondisi jalannya rusak parah dan tidak ramah kendaraan, terutama setelah hujan.
Wisatawan disarankan mengambil jalur memutar yang sedikit lebih jauh, sekitar empat kilometer tambahan, namun kondisi aspalnya relatif mulus dan aman. Rute ini melewati kawasan Ciracap dan Surade yang dikenal sebagai jalur utama menuju pesisir selatan Sukabumi.
Hujan, Kabut, dan Jalur Rawan Longsor
Perjalanan kali ini diwarnai hujan deras yang turun hampir merata sepanjang jalur pegunungan. Beberapa titik bahkan diselimuti kabut tebal dengan papan peringatan kawasan rawan longsor. Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra waspada, terutama di tanjakan dan tikungan tajam.
Meski begitu, panorama alam yang tersaji seolah membayar semua tantangan. Hamparan sawah, lembah berkabut, perbukitan hijau, hingga jalan perkampungan yang lengang menghadirkan nuansa “pulang kampung” yang sulit ditemukan di kota besar.
Rehat di Ciracap, Lanjut ke Surade
Setelah melewati jalur menantang, wisatawan bisa beristirahat sejenak di kawasan Ciracap. Di area ini tersedia minimarket, warung makan, dan fasilitas umum yang cukup nyaman untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Dari Ciracap, jalur Surade menjadi pintu utama menuju Ujung Genteng. Kondisi jalan di kawasan ini relatif lebih baik, dengan beberapa ruas yang sudah diaspal baru. Penunjuk arah menuju pantai juga mulai terlihat jelas, menandakan tujuan kian dekat.
Nyasar yang Berbuah Keindahan
Menjelang tiba di Ujung Genteng, perjalanan sempat “nyasar” akibat kembali diarahkan Google Maps ke jalur berbeda. Namun justru dari momen inilah keindahan tak terduga ditemukan. Pantai Tenda Biru, destinasi yang awalnya tak masuk rencana, menyuguhkan pasir bersih dan suasana pantai yang masih sepi.
“Kadang kita memang perlu nyasar dulu untuk menemukan keindahan lain,” menjadi refleksi yang muncul dari perjalanan ini. Setelah puas menikmati Pantai Tenda Biru, perjalanan dilanjutkan menuju ikon utama Ujung Genteng, titik paling selatan Pulau Jawa.
Konservasi Penyu dan Sunset di Tepi Pantai
Memasuki kawasan Ujung Genteng, wisatawan akan melewati area konservasi penyu yang menjadi salah satu daya tarik edukatif di wilayah ini. Pantai-pantai berkarang, ombak besar, serta hamparan pasir luas menjadi ciri khas kawasan ini.
Menutup perjalanan, wisatawan dapat bersantai di kafe tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam. Suasana senja di Ujung Genteng dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Sukabumi Selatan, dengan langit jingga yang berpadu dengan debur ombak Samudra Hindia.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih tenang, kunjungan di hari kerja sangat disarankan. Selain lebih sepi, pengalaman menikmati alam Ujung Genteng pun terasa lebih maksimal.
Editor : Natasha Eka Safrina