TRENGGALEK NJENGGELEK - Festival Imlek 2026 di Bundaran HI Jakarta berlangsung meriah dan penuh warna. Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini sukses menyedot perhatian ribuan warga sejak sore hari.
Festival Imlek 2026 tersebut digelar selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Februari 2026. Pusat kemeriahan dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), salah satu ikon ibu kota yang kerap menjadi lokasi berbagai perhelatan besar.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas bahkan sebelum acara utama dimulai. Sejak pukul 17.00 WIB atau dua jam sebelum pertunjukan dimulai, warga sudah memadati area pedestrian dan sekeliling Bundaran HI demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan rangkaian acara Festival Imlek 2026.
Baca Juga: Bolehkah Orang Kristen Merayakan Imlek? Ini Penjelasan Lengkap Makna Imlek dalam Perspektif Kristen
Ribuan Warga Padati Bundaran HI
Suasana di Bundaran HI tampak semarak dengan dominasi warna merah dan ornamen khas Imlek. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tumpah ruah menikmati suasana perayaan Tahun Baru Imlek di ruang publik terbuka tersebut.
Alunan lagu-lagu Mandarin mulai terdengar sejak pukul 19.00 WIB. Panggung hiburan yang disiapkan menghadirkan berbagai pertunjukan seni yang identik dengan perayaan Imlek. Tak hanya menjadi tontonan, acara ini juga menjadi ajang kebersamaan lintas budaya.
Masyarakat terlihat antusias mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka. Beberapa di antaranya datang bersama keluarga untuk menikmati suasana malam yang penuh kemeriahan.
Barongsai dan Lion Dance Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu yang paling ditunggu dalam Festival Imlek 2026 di Bundaran HI adalah pertunjukan barongsai dan lion dance. Atraksi yang enerjik dan penuh warna ini sukses mengundang tepuk tangan meriah dari penonton. Gerakan lincah para pemain barongsai yang diiringi tabuhan musik tradisional Tionghoa menjadi magnet tersendiri.
Selain barongsai, penampilan lion dance juga menambah semarak suasana perayaan. Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan pertunjukan LED show yang diproyeksikan di kawasan Bundaran HI. Pertunjukan cahaya ini semakin mempercantik wajah ibu kota di malam hari dan menjadi latar foto favorit pengunjung.
Rangkaian acara ini menunjukkan bahwa Festival Imlek 2026 bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga perhelatan budaya yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Wujud Keberagaman dan Kota Inklusif
Penyelenggaraan Festival Imlek 2026 di Bundaran HI menjadi simbol kuat keberagaman dan multikulturalisme Jakarta. Pemprov DKI Jakarta ingin menghadirkan ruang perayaan yang terbuka, inklusif, dan bisa dinikmati oleh siapa pun.
Perayaan Imlek di ruang publik seperti Bundaran HI juga mempertegas komitmen Jakarta sebagai kota global. Tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi, Jakarta juga ingin menampilkan wajah toleransi dan kebersamaan.
Kehadiran ribuan warga yang memadati lokasi acara menjadi bukti bahwa perayaan budaya dapat menjadi sarana mempererat persatuan. Momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Selain itu, acara ini juga berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi di sekitar kawasan Bundaran HI. Pedagang dan pelaku usaha kecil turut merasakan manfaat dari ramainya pengunjung selama Festival Imlek 2026 berlangsung.
Dengan rangkaian pertunjukan seni, musik Mandarin, barongsai, lion dance, hingga LED show, Festival Imlek 2026 di Bundaran HI menjadi salah satu perayaan Imlek paling meriah di Jakarta tahun ini.
Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Jakarta adalah rumah bagi seluruh keberagaman budaya yang ada di Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika