TRENGGALEK NJENGGELEK - Kawasan Binondo, Manila, diserbu ribuan warga menjelang Chinese New Year 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api (Year of the Fire Horse). Berbagai lucky charm, tikoy, hingga prosperity basket laris manis diburu masyarakat yang ingin menjemput peruntungan di tahun baru lunar ini.
Perayaan Chinese New Year 2026 di Binondo tak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga magnet budaya dan ekonomi. Sebagai Chinatown tertua di dunia yang berdiri sejak 1594, Binondo kembali dipadati pengunjung yang ingin membeli aneka pampaswerte sekaligus merasakan atmosfer Imlek yang kental.
Menjelang Tahun Kuda Api, banyak warga percaya bahwa energi tahun ini akan terasa lebih intens dan penuh tekanan. Karena itu, berbagai ritual, feng shui, dan simbol keberuntungan menjadi incaran utama.
Prosperity Basket dan Angpao Rp999 Jadi Favorit
Salah satu yang banyak dicari adalah prosperity basket. Keranjang ini biasanya diisi beras, lucky charms, dan angpao berisi uang Rp999. Angka 999 dipercaya membawa keberuntungan dan kelimpahan.
Menurut konsultan feng shui, tambahan blue string dengan pearl dianjurkan pada Tahun Kuda Api 2026. Warna biru dipercaya dapat menyeimbangkan elemen api yang dominan tahun ini sehingga menghadirkan ketenangan dan harmoni.
“Year of the Fire Horse ini intens, banyak pressure. Kailangan may blue string with pearl para ma-harmonize,” ujar seorang konsultan feng shui.
Prosperity basket ini biasanya dibuka setelah sembilan hari. Berasnya dimasak dan charms digunakan sebagai simbol dimulainya keberuntungan baru.
Selain itu, membagikan angpao saat Chinese New Year juga dipercaya membawa hoki. Filosofinya sederhana: apa yang dibagikan, akan kembali berlipat.
Wishing Paper hingga Gelang Keberuntungan
Tradisi lain yang tak kalah diminati adalah menulis harapan di wishing paper. Masyarakat diminta menuliskan nama, tanggal lahir, alamat, serta harapan yang ingin dicapai sepanjang 2026, lalu membakarnya sebagai simbol doa yang dipanjatkan.
Tak hanya itu, berbagai lucky charm berupa gelang warna-warni juga laris. Warna hijau dipercaya membawa rezeki dan bisnis lancar, merah untuk kesehatan dan kekayaan, putih untuk keberuntungan tahunan, serta hitam untuk menangkal energi negatif dan keselamatan perjalanan.
Beberapa pembeli mengaku tak sepenuhnya bergantung pada jimat, tetapi menganggapnya sebagai simbol harapan. “Wala namang masama kung maniwala sa charms,” ujar salah satu pembeli yang berharap sukses dalam keuangan dan cinta.
Tikoy dan Buah Penuh Makna
Tak lengkap rasanya Chinese New Year tanpa tikoy. Kue khas Imlek ini dijual seharga Rp100 hingga Rp180 tergantung ukuran. Banyak keluarga membeli dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada kerabat.
Tikoy melambangkan persatuan dan harapan agar keluarga tetap lengket atau “stick together”. Selain itu, buah-buahan gantung dan palay (padi) juga diburu sebagai simbol kemakmuran.
Di Plaza Binondo, food stalls dipadati pengunjung. Aroma makanan khas Tionghoa berpadu dengan semangat belanja dan wisata religi, karena banyak warga juga beribadah di Binondo Church.
Dragon Dance dan Revitalisasi Chinatown
Perayaan semakin semarak dengan latihan dragon dance yang menjadi atraksi utama setiap tahun. Banyak keluarga Chinoy menjadikan Binondo sebagai destinasi wajib untuk menyambut Chinese New Year.
Pemerintah setempat juga melakukan berbagai penataan melalui Chinatown Revitalization Project. Salah satunya adalah pertunjukan light display di depan Binondo Church yang menampilkan sejarah dan budaya Chinoy. Pertunjukan ini digelar setiap Jumat dan akhir pekan pukul 19.00–21.00 waktu setempat.
Revitalisasi ini diharapkan memperkuat posisi Binondo bukan hanya sebagai Chinatown tertua di dunia, tetapi juga yang terindah. Dampaknya diharapkan mampu mendongkrak pariwisata dan sektor UMKM lokal.
Jangan Hanya Andalkan Syarat, Tetap Perlu Usaha
Meski banyak yang percaya pada feng shui dan simbol keberuntungan, para ahli mengingatkan bahwa keberhasilan tetap bergantung pada usaha.
Seorang sosiolog menjelaskan bahwa perayaan Chinese New Year di Filipina mencerminkan akulturasi budaya dan karakter masyarakat yang optimistis serta selalu berharap kehidupan lebih baik.
Konsultan feng shui pun menegaskan bahwa keberuntungan terdiri dari tiga unsur: earth luck (lingkungan/feng shui), heaven luck (berkah dan ritual), dan human luck (usaha manusia).
Artinya, kerja keras tetap menjadi kunci utama di Tahun Kuda Api 2026. Lucky charm dan ritual hanyalah pelengkap.
Dengan kemeriahan, tradisi, dan semangat optimisme, Binondo kembali menjadi pusat perayaan Chinese New Year 2026 yang tak hanya sarat budaya, tetapi juga penuh harapan akan masa depan lebih baik.
Editor : Axsha Zazhika