TRENGGALEK - Ketua Majelis Persatuan Partai Perindo, Hari Tanoesoedibjo, menegaskan kembali esensi pendirian Partai Perindo sebagai kendaraan politik untuk melayani masyarakat dan mempercepat kesejahteraan rakyat. Pesan itu disampaikan dalam pidato kunci pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Perindo yang dihadiri jajaran pengurus pusat hingga daerah.
Dalam pidatonya, Hari Tanoe—sapaan akrabnya—menekankan bahwa partai politik memiliki peran strategis yang jauh melampaui organisasi sosial atau kegiatan CSR. Menurutnya, hanya melalui partai politik yang dijalankan secara benar, kepemimpinan berintegritas dan kebijakan berkualitas bisa lahir secara sistematis.
Partai Politik Harus Hadir untuk Melayani Rakyat
Hari Tanoesoedibjo mengingatkan bahwa Partai Perindo sejak awal dibentuk bukan untuk kepentingan elite, melainkan untuk melayani masyarakat luas. Ia menyebut pelayanan tertinggi kepada rakyat justru dilakukan melalui jalur politik, karena dari sanalah lahir kebijakan publik yang berdampak luas.
“Partai politik menciptakan anggota legislatif yang membuat kebijakan dan eksekutif yang menjalankan kebijakan. Kalau ini dijalankan dengan integritas, masyarakat bisa naik kelas lebih cepat,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta Rakernas.
Ia menyoroti data bahwa sekitar 130 juta warga Indonesia masih berada di kelompok “menuju kelas menengah”. Tantangan besar partai politik, termasuk Partai Perindo, adalah mempercepat transisi kelompok tersebut menjadi kelas menengah mapan, bahkan naik ke kelas atas.
Ekonomi Kuat Ditentukan Kualitas Pemimpin
Hari Tanoe juga mengaitkan kesejahteraan rakyat dengan kekuatan ekonomi nasional. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran 5.000–5.500 dolar AS per tahun. Namun, pada momentum Indonesia Emas 2045, angka itu bisa melonjak hingga 15.000–24.000 dolar AS, tergantung kualitas kepemimpinan nasional.
“Indonesia bukan hanya harus besar karena jumlah penduduk, tapi kuat karena ekonominya. Itu hanya bisa dicapai jika kita menghasilkan pemimpin berintegritas dan kebijakan berkualitas,” ujarnya.
Kekuatan Partai Dimulai dari Akar Rumput
Dalam forum Rakernas, Hari Tanoesoedibjo juga menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga tingkat paling bawah. Ia meminta pengurus wilayah (DPW) membangun organisasi yang solid sampai ke DPD, DPC, bahkan RT dan RW.
Menurutnya, cita-cita besar tidak akan tercapai jika partai gagal menyiapkan kader yang cukup untuk duduk di legislatif dan eksekutif. “Tanpa kader yang kuat dan banyak, mustahil kita bisa ambil bagian besar dalam pembangunan Indonesia,” katanya.
Belajar dari Prabowo dan Donald Trump
Menariknya, Hari Tanoe menyinggung perjalanan politik Prabowo Subianto sebagai contoh bahwa kesuksesan tidak bersifat linier. Prabowo, kata dia, empat kali kalah dalam kontestasi politik sejak 2004 sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden RI pada 2024.
Ia juga mencontohkan perjalanan Donald Trump, yang sempat bangkrut, kalah pemilu, tersandung berbagai masalah hukum, namun akhirnya kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.
“Sukses bukan aritmatika. Bisa saja lama gagal, tapi sekali menemukan momentum, hasilnya bisa luar biasa,” ujar Hari.
Teknologi Jadi Kunci Pemilih Muda 2029
Menutup pidatonya, Hari Tanoesoedibjo menegaskan komitmennya membantu Partai Perindo dari sisi teknologi. Ia mengingatkan bahwa pada Pemilu 2029, sekitar 69 persen pemilih berasal dari generasi milenial dan generasi yang lebih muda, yang sangat melek teknologi.
Dengan pemanfaatan teknologi, menurutnya, kerja politik akan lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien. Ia optimistis, dengan konsistensi dan strategi yang tepat, Partai Perindo mampu tumbuh menjadi kekuatan politik besar di masa depan.
Editor : Izahra Nurrafidah