Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

5 Amalan Utama di Bulan Ramadan yang Bikin Pahala Berlipat, Jangan Sampai Terlewat!

Novica Satya Nadianti • Kamis, 19 Februari 2026 | 10:30 WIB

5 amalan utama di bulan Ramadan yang bikin pahala berlipat: puasa, salat, Al-Quran, sedekah, dan doa. Jangan sampai terlewat!
5 amalan utama di bulan Ramadan yang bikin pahala berlipat: puasa, salat, Al-Quran, sedekah, dan doa. Jangan sampai terlewat!

JAKARTA - Memasuki bulan suci, umat Islam kembali diingatkan tentang pentingnya menghadirkan amalan utama di bulan Ramadan secara maksimal. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam tausiyah yang disampaikan kepada pemirsa, dijelaskan bahwa Ramadan adalah bulan istimewa yang setiap amalannya dilipatgandakan. Karena itu, siapa pun yang ingin menjadikan Ramadan sebagai momen perubahan, harus fokus pada amalan utama di bulan Ramadan yang telah dicontohkan dalam ajaran Islam.

Setidaknya ada lima amalan utama di bulan Ramadan yang perlu menjadi prioritas agar pahala berlipat dan keberkahan benar-benar diraih secara maksimal.

1. Puasa: Ibadah Wajib Penuh Keutamaan

Amalan pertama dan paling utama tentu saja puasa. Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Keistimewaannya sangat besar, bahkan dalam hadis disebutkan bahwa orang yang berpuasa akan dimasukkan ke surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan.

Selain itu, puasa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, selama dijalankan dengan iman dan penuh keikhlasan. Ibadah puasa juga akan menjadi syafaat bagi pelakunya di akhirat kelak.

Tak heran jika puasa disebut sebagai amalan utama di bulan Ramadan yang tidak boleh sekadar formalitas. Kualitas niat dan kesungguhan menjadi penentu nilai ibadah di sisi Allah SWT.

2. Salat dan Qiyam Ramadan

Ramadan juga dikenal sebagai syahrul qiyam atau bulan ditegakkannya ibadah salat, terutama di malam hari. Selain menjaga salat wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunah, termasuk tarawih.

Salat tarawih memiliki keutamaan besar. Barang siapa yang mendirikan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Keistimewaan Ramadan terletak pada pahala yang berlipat. Amalan wajib dilipatgandakan, sementara amalan sunah bisa bernilai seperti wajib. Momentum ini tentu tidak boleh disia-siakan.

3. Membaca Al-Quran, Ciri Khas Ramadan

Ramadan disebut sebagai syahrul Quran, bulan diturunkannya Al-Quran. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 ditegaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia.

Karena itu, membaca Al-Quran menjadi amalan utama di bulan Ramadan yang sangat ditekankan. Merugi rasanya jika seseorang melewati Ramadan tanpa memperbanyak tilawah.

Pertanyaan reflektif pun muncul: sudah berapa juz yang dibaca? Sudahkah khatam? Atau minimal, sudahkah ada peningkatan dibanding Ramadan sebelumnya?

Semakin dekat seseorang dengan Al-Quran di bulan suci ini, semakin besar peluang mendapatkan keberkahan dan ketenangan jiwa.

4. Sedekah, Pahalanya Seperti Orang Berpuasa

Ramadan juga disebut sebagai syahrus sadaqah, bulan sedekah. Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat saat Ramadan.

Memberi makan orang yang berbuka puasa menjadi salah satu sedekah paling utama. Bahkan disebutkan, orang yang memberi makan orang berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.

Namun sedekah tidak selalu berbentuk materi. Senyum, menyingkirkan duri di jalan, membuang sampah pada tempatnya, hingga bekerja mencari nafkah untuk keluarga juga termasuk sedekah.

Seorang ayah yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk keluarganya bernilai sedekah. Seorang ibu yang menyiapkan hidangan berbuka dengan penuh cinta juga bernilai sedekah. Ramadan adalah waktu terbaik memperbanyak kebaikan dalam segala bentuk.

5. Memperbanyak Doa, Apalagi di Lailatul Qadar

Amalan utama di bulan Ramadan berikutnya adalah memperbanyak doa. Ramadan disebut sebagai syahrud dua, bulan doa.

Siang dan malam adalah waktu mustajab untuk berdoa. Saat berbuka puasa, setelah salat, hingga pada malam Lailatul Qadar, doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Lailatul Qadar sendiri adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di malam tersebut, setiap doa dan ibadah memiliki nilai luar biasa di sisi Allah SWT.

Karena itu, Ramadan bukan hanya soal ibadah fisik, tetapi juga komunikasi spiritual melalui doa-doa yang tulus dan penuh harap.

Jadikan Ramadan Terbaik Sepanjang Hidup

Kelima amalan utama di bulan Ramadan tersebut—puasa, salat, membaca Al-Quran, sedekah, dan doa—menjadi fondasi agar Ramadan benar-benar bermakna.

Ramadan bukan bulan bermalas-malasan. Justru saat inilah semangat bekerja, beribadah, dan berbuat baik harus meningkat. Setiap kebaikan bernilai ibadah dan sedekah.

Harapannya, Ramadan yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan mengantarkan setiap Muslim menjadi pribadi yang bertakwa, sebagaimana tujuan utama disyariatkannya puasa.

Momentum sebulan ini terlalu berharga untuk dilewatkan tanpa peningkatan kualitas ibadah. Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa perubahan berarti.

Editor : Novica Satya Nadianti
#membaca Al Quran #salat terawih #amalan utama di bulan ramadhan