JAKARTA - Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ada sejumlah amalan sunnah saat puasa yang bisa membuat ibadah semakin sempurna dan penuh keberkahan. Sayangnya, sebagian umat Islam masih fokus pada kewajiban puasa saja tanpa memaksimalkan sunnah-sunnah yang dianjurkan.
Padahal, amalan sunnah saat puasa memiliki keutamaan besar dan menjadi pelengkap agar Ramadan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT. Berikut tujuh amalan sunnah yang bisa dikerjakan selama berpuasa.
1. Makan Sahur dan Mengakhirkannya
Sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Waktu terbaik sahur adalah mendekati subuh, bukan di tengah malam. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa jarak antara sahur Nabi Muhammad SAW dan azan subuh sekitar bacaan 50 ayat Al-Quran.
Riwayat ini datang dari sahabat Anas bin Malik dan Zaid bin Tsabit. Para ulama menjelaskan bahwa hal itu menunjukkan sahur dilakukan sangat dekat dengan waktu subuh.
Mengakhirkan sahur membantu menjaga stamina sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
2. Menyegerakan Berbuka
Amalan sunnah saat puasa berikutnya adalah menyegerakan berbuka ketika matahari terbenam. Nabi SAW bersabda bahwa manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.
Artinya, ketika azan magrib berkumandang, dianjurkan langsung berbuka tanpa menunda. Sikap ini menjadi tanda ketaatan dan komitmen terhadap sunnah.
3. Berbuka dengan Kurma atau Air
Rasulullah SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, beliau menggunakan tamr (kurma kering). Jika tetap tidak tersedia, cukup dengan air.
Selain mengikuti sunnah, kurma juga baik untuk kesehatan karena mengandung gula alami yang cepat memulihkan energi setelah seharian berpuasa.
4. Berdoa Saat Berbuka
Waktu berbuka termasuk momen mustajab untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Ahmad bin Hanbal disebutkan bahwa di antara waktu terkabulnya doa adalah saat orang berpuasa berbuka.
Karena itu, sebelum menyantap makanan, dianjurkan memanjatkan doa dan memohon kebaikan dunia serta akhirat.
5. Memberi Makan Orang Berpuasa
Memberi makan orang berbuka adalah amalan sunnah saat puasa yang pahalanya luar biasa. Nabi SAW bersabda, siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.
Amalan ini bisa dilakukan dengan sederhana, seperti berbagi takjil di masjid atau membantu tetangga yang membutuhkan.
6. Memperbanyak Amal Kebaikan
Menurut ulama seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Ramadan adalah waktu terbaik memperbanyak sedekah, zikir, membaca Al-Quran, dan ibadah sunnah lainnya.
Rasulullah SAW dikenal lebih sering mengkhatamkan Al-Quran saat Ramadan. Hal ini menjadi teladan bahwa bulan suci harus diisi dengan aktivitas ibadah yang meningkat dibanding bulan lainnya.
7. Menjaga Lisan dan Meninggalkan Maksiat
Poin terakhir ini sering terlupakan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan kotor, dusta, dan perbuatan maksiat.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh pada lapar dan haus yang ia tahan.
Pesan ini sangat tegas. Puasa tanpa menjaga lisan dan perilaku hanya menjadi rutinitas tanpa nilai spiritual.
Lengkapi Puasa dengan Sunnah
Mengamalkan sunnah memang tidak berdosa jika ditinggalkan. Namun Ramadan adalah kesempatan emas yang datang setahun sekali. Sayang jika tidak dimaksimalkan.
Dengan menjalankan amalan sunnah saat puasa seperti sahur, menyegerakan berbuka, berbagi makanan, memperbanyak doa dan sedekah, serta menjaga lisan, Ramadan akan terasa lebih bermakna.
Bukan sekadar menahan diri, tetapi membentuk pribadi yang lebih disiplin, sabar, dan bertakwa. Momentum ini bisa menjadi titik balik menuju kualitas ibadah yang lebih baik sepanjang tahun.
Editor : Novica Satya Nadianti