JAKARTA – Isu BBNT cair dua kali pada tahap pertama alokasi Januari–Maret 2026 ramai beredar di media sosial. Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) mendadak mengecek saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) karena kabar tersebut menyebut ada pencairan ganda Bantuan Pangan Non Tunai.
Namun, benarkah BBNT cair dua kali di tahap pertama ini?
Berdasarkan penelusuran dan informasi yang bersumber dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kementerian Sosial RI, tidak ada kebijakan resmi mengenai pencairan BBNT dobel secara massal. Jika ada saldo masuk lebih dari sekali, hal itu bukan berarti seluruh KPM menerima bantuan dua kali.
Baca Juga: Ramalan Shio Imlek 2577: 5 Shio Paling Beruntung di Tahun Kuda Api, Rezeki dan Popularitas Melejit!
Isu BBNT Cair Dua Kali, Ini Penjelasannya
Isu BBNT cair dua kali bermula dari sejumlah KPM yang mengaku menerima tambahan saldo di KKS mereka. Informasi ini kemudian menyebar luas dan ditafsirkan sebagai pencairan tahap keempat atau bantuan ganda.
Faktanya, tambahan saldo tersebut disebut sebagai hasil validasi data. Artinya, bantuan yang masuk bukanlah BBNT dobel, melainkan penyesuaian kuota atau penggenapan alokasi untuk memenuhi target jumlah penerima di suatu wilayah.
Kementerian Sosial telah menetapkan nominal dan jumlah KPM sesuai kuota nasional untuk tahap pertama ini. Jika ada penerima yang mendapatkan tambahan, itu bersifat terbatas dan tidak merata di seluruh Indonesia.
Menariknya, pada sejumlah kasus pencairan melalui Bank BNI, terdapat keterangan transaksi yang mencantumkan PKH meskipun yang cair adalah BBNT. Setelah dikonfirmasi, kondisi tersebut diduga akibat kesalahan sistem pada kode referal di Bank BNI, bukan karena perubahan jenis bantuan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa BBNT cair dua kali secara nasional. Jika benar terjadi pencairan ganda, seharusnya seluruh KPM menerima tambahan serupa.
Bagaimana Nasib BBNT Tahap Keempat Susulan?
Selain isu pencairan ganda, pertanyaan lain yang banyak muncul adalah soal BBNT tahap keempat susulan untuk periode Oktober–Desember sebelumnya. Sebagian KPM mengaku status di SIKS-NG masih “berhasil cek rekening”, namun belum menerima pencairan.
Hasil pengecekan terbaru menunjukkan bahwa untuk sejumlah data bantuan sembako Oktober–Desember, status masih dalam proses verifikasi rekening. Sementara itu, untuk tahap pertama Januari–Maret 2026, sebagian KPM sudah dinyatakan cair.
Hingga kini, pendamping sosial di berbagai daerah mengaku belum menerima informasi resmi dari Kementerian Sosial terkait apakah BBNT tahap keempat susulan akan dibayarkan bersamaan dengan tahap pertama 2026.
Baca Juga: Honda EM1 e Diskon 60 Persen! Motor Listrik Rp52 Juta Jadi Rp19 Juta, Kenapa Bisa Semurah Ini?
Artinya, kepastian pencairan susulan masih menunggu pengumuman resmi. KPM diminta bersabar dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Bansos Tambahan: Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter
Kabar baik datang bagi KPM yang sudah menerima PKH maupun BBNT tahap pertama. Pemerintah menyiapkan bansos tambahan berupa bantuan pangan untuk masyarakat desil 1 sampai desil 4.
Program ini mencakup KPM PKH murni, BBNT murni, maupun penerima kombinasi PKH dan BBNT. Bantuan yang akan diberikan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk alokasi Februari–Maret 2026.
Berdasarkan informasi dari Badan Pangan Nasional melalui akun resminya, kesiapan penyaluran bantuan pangan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. Total penerima diperkirakan mencapai 33,2 juta keluarga.
Bantuan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dengan tambahan beras dan minyak goreng, kebutuhan pokok keluarga penerima manfaat dapat lebih terjamin.
Imbauan untuk KPM
KPM diimbau rutin memantau status bantuan melalui kanal resmi serta berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, terutama terkait isu BBNT cair dua kali.
Untuk tahap pertama 2026, pencairan PKH dan BBNT masih berlangsung bertahap sesuai mekanisme perbankan dan validasi data. Jika terdapat saldo tambahan, pastikan terlebih dahulu jenis bantuan dan sumber pencairannya.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap perubahan kebijakan akan diumumkan secara resmi. Hingga saat ini, tidak ada pengumuman nasional mengenai BBNT cair dua kali untuk seluruh penerima.
Masyarakat diminta tetap tenang dan memastikan data kependudukan serta status DTKS tetap aktif agar tidak terkendala dalam proses pencairan bantuan sosial berikutnya.
Editor : Divka Vance Yandriana