Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Utang Luar Negeri Indonesia 2025 Tembus USD 431,7 Miliar, Lukisan SBY Laku Rp6,5 M dan Trump Kirim Pesan Ramadan

Adinda Putri Sefiana • Jumat, 20 Februari 2026 | 11:26 WIB
Utang luar negeri Indonesia 2025 menembus USD 431,7 miliar, lukisan SBY laku Rp6,5 miliar, Trump kirim ucapan Ramadan, dan kabut asap kepung Meksiko.
Utang luar negeri Indonesia 2025 menembus USD 431,7 miliar, lukisan SBY laku Rp6,5 miliar, Trump kirim ucapan Ramadan, dan kabut asap kepung Meksiko.

JAKARTA - Utang Luar Negeri Indonesia 2025 kembali menjadi sorotan publik setelah Bank Indonesia mencatat total kewajiban eksternal Tanah Air mencapai USD 431,7 miliar hingga akhir Desember 2025. Angka ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan posisi tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 425,11 miliar.

Kenaikan utang luar negeri Indonesia 2025 tersebut terutama didorong oleh peningkatan utang pemerintah, meskipun sektor swasta justru mengalami penurunan.

Data ini menjadi perhatian pelaku ekonomi karena mencerminkan dinamika pembiayaan nasional di tengah ketidakpastian global.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia 2025 terdiri atas utang pemerintah sebesar USD 214,3 miliar dan utang swasta USD 192,8 miliar.

Porsi pemerintah terlihat meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level USD 203,1 miliar.

Komposisi Utang Pemerintah dan Swasta

Secara rinci, lonjakan utang pemerintah menjadi faktor utama kenaikan total ULN.

Di sisi lain, utang swasta justru menurun dari USD 194,4 miliar pada 2024 menjadi USD 192,8 miliar pada akhir 2025.

Jika ditelusuri dari asal pinjaman, mayoritas utang Indonesia berasal dari negara kreditur dengan nilai mencapai USD 205,97 miliar.

Sementara itu, pinjaman dari organisasi internasional tercatat USD 48,19 miliar, dan kategori lainnya mencapai USD 177,5 miliar.

Singapura masih menjadi kreditur terbesar Indonesia dengan nilai USD 55,09 miliar.

Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat sebesar USD 27,3 miliar, disusul China USD 23,77 miliar, Jepang USD 20,28 miliar, Hong Kong USD 19,2 miliar, serta negara Asia lainnya USD 10,93 miliar.

Dari kelompok organisasi internasional, pinjaman terbesar berasal dari Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (World Bank) sebesar USD 22,09 miliar.

Kemudian Asian Development Bank (ADB) sebesar USD 12,65 miliar dan IMF sebesar USD 8,82 miliar.

Lukisan SBY Jadi Rebutan Konglomerat

Di sisi lain, kabar menarik datang dari dunia politik dan filantropi. Lukisan bertajuk “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi sorotan dalam lelang spesial perayaan Imlek Partai Demokrat, Rabu (19/2/2026).

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ossy Dermawan.

Seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk membantu keluarga prasejahtera, khususnya masyarakat keturunan Tionghoa.

Lelang lukisan berukuran 130 x 80 cm itu dibuka dengan harga Rp200 juta.

Namun, persaingan cepat memanas ketika penawar pertama, Deddy Corbuzier, langsung mengajukan Rp1 miliar.

Persaingan semakin sengit setelah Direktur Bayan Resources, Alexander Eri Wibowo, mewakili Low Tuck Kwong, melonjakkan tawaran menjadi Rp5 miliar.

Pengusaha Hermanto Tanoko kemudian membalas dengan Rp6 miliar.

Pada akhirnya, lukisan karya SBY tersebut resmi dimenangkan oleh Low Tuck Kwong dengan nilai fantastis Rp6,5 miliar.

Trump Kirim Ucapan Ramadan

Dari panggung internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam pernyataan resminya, Trump menegaskan kembali komitmen pemerintahannya terhadap kebebasan beragama sebagai fondasi utama Amerika Serikat.

Ia menyebut Ramadan sebagai momentum penting untuk pembaruan spiritual dan refleksi diri.

Trump juga menilai bulan suci ini sebagai waktu untuk mempererat hubungan keluarga dan komunitas serta menegaskan nilai-nilai kebajikan universal.

Ia menekankan bahwa pemerintah AS berupaya memastikan setiap warga dapat menjalankan keyakinannya tanpa rasa takut.

Kabut Asap Kepung Kota Meksiko

Sementara itu, kondisi darurat lingkungan terjadi di Kota Meksiko. Sejak Selasa (17/2) waktu setempat, kabut asap tebal menyelimuti wilayah metropolitan dan menyebabkan jarak pandang menurun drastis.

Pemerintah setempat menetapkan status siaga fase 1 akibat lonjakan kadar ozon.

Kualitas udara diperkirakan berpotensi masuk kategori sangat buruk dan berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan.

Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau menghindari aktivitas luar ruangan.

Pemerintah juga mendorong penerapan work from home, pembatasan kendaraan pribadi, serta peningkatan aktivitas daring guna menekan paparan polusi. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Kabut asap Meksiko #Lukisan SBY dilelang #Utang luar negeri Indonesia 2025 #Ucapan Ramadan Trump #ULN Indonesia