Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Prabowo Saksikan 10 Kesepakatan Bisnis di Washington, Perkuat Perjanjian Dagang Indonesia–AS dan Bahas Gaza

Novica Satya Nadianti • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:30 WIB

Prabowo saksikan 10 kesepakatan bisnis di Washington, perkuat perjanjian dagang Indonesia–AS dan bahas Gaza.
Prabowo saksikan 10 kesepakatan bisnis di Washington, perkuat perjanjian dagang Indonesia–AS dan bahas Gaza.

JAKARTA - Prabowo saksikan 10 kesepakatan bisnis di Washington dalam rangkaian kunjungan resmi ke Amerika Serikat. Momen tersebut menjadi bagian penting dari penguatan perjanjian dagang Indonesia–AS sekaligus pembahasan isu gencatan senjata Gaza dalam forum internasional.

Prabowo saksikan 10 kesepakatan bisnis di Washington saat menghadiri agenda yang difasilitasi Kamar Dagang Amerika Serikat. Ia hadir atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk mengikuti pertemuan penting yang membahas implementasi gencatan senjata di Gaza dan upaya mencari solusi jangka panjang bagi konflik Palestina.

Selain agenda geopolitik, Prabowo saksikan 10 kesepakatan bisnis di Washington sebagai langkah konkret memperdalam kerja sama ekonomi bilateral. Kesepakatan ini dinilai mengirim sinyal kuat bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih jalur kolaborasi ekonomi yang lebih erat, dengan akses pasar lebih luas dan kepastian usaha yang lebih terjamin.

Penandatanganan 10 Perjanjian Strategis

Dalam seremoni resmi, Presiden RI menyaksikan penandatanganan 10 perjanjian antara perusahaan Amerika Serikat dan Indonesia. Sejumlah perusahaan besar terlibat dalam kesepakatan tersebut.

Di antaranya adalah Freeport-McMoRan bersama PT Freeport Indonesia dan pemerintah Indonesia. Penandatanganan juga melibatkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Selain itu, perusahaan agribisnis global Cargill melalui perwakilan di Indonesia turut ambil bagian dalam kerja sama tersebut. Kolaborasi lain melibatkan National Cotton Council dengan mitra industri tekstil Indonesia seperti Dehan Global dan Pan Brothers.

Seremoni penandatanganan berlangsung di Washington DC dan dihadiri perwakilan komunitas bisnis kedua negara. Forum tersebut mempertemukan pemimpin korporasi Amerika dan Indonesia untuk memperluas kemitraan di berbagai sektor strategis.

Dorong Kepastian dan Akses Pasar

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa perjanjian dagang yang tengah difinalisasi akan membawa dampak signifikan bagi pelaku usaha dan investor di kedua negara. Negosiasi disebut telah berlangsung intensif selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, kesepakatan yang dicapai mencerminkan komitmen Indonesia dan Amerika Serikat untuk memperdalam kerja sama ekonomi, memperkuat akses pasar, serta menciptakan kepastian hukum dan regulasi bagi dunia usaha.

Prabowo menilai kepastian merupakan faktor krusial dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan perjanjian dagang yang solid, pelaku usaha diharapkan memiliki kejelasan dalam ekspansi bisnis, produksi, dan distribusi di kawasan Indo-Pasifik.

Agenda Board of Peace dan Gaza

Di luar agenda ekonomi, kunjungan ini juga terkait partisipasi Indonesia dalam pertemuan Board of Peace yang membahas tindak lanjut gencatan senjata di Gaza. Forum tersebut bertujuan merumuskan langkah konkret menuju solusi yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Prabowo menyebut pertemuan itu sebagai momen penting untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global. Indonesia, kata dia, konsisten mendorong penyelesaian damai melalui dialog dan kerja sama internasional.

Sinyal Kuat Hubungan Bilateral

Kehadiran Prabowo dalam forum bisnis di Washington sekaligus menjadi sinyal kuat hubungan bilateral Indonesia–AS yang semakin strategis. Komunitas bisnis Amerika menyambut positif kehadiran Presiden RI dan melihat peluang besar dalam pasar Indonesia yang terus tumbuh.

Perjanjian yang diteken diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan investasi, hilirisasi industri, serta penguatan rantai pasok antara kedua negara. Kerja sama di sektor pertambangan, agribisnis, hingga manufaktur tekstil dinilai akan memperluas dampak ekonomi ke tingkat regional.

Dengan kombinasi agenda geopolitik dan ekonomi, kunjungan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra penting Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik. Pemerintah berharap kesepakatan yang dicapai dapat segera diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Cargill Indonesia #freeport indonesia