Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Prabowo Tiba di AS, Siap Teken Tarif Trump 19 Persen dan Hadiri Dewan Perdamaian Gaza

Novica Satya Nadianti • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:35 WIB

Prabowo tiba di AS, siap teken tarif Trump 19 persen dan hadiri Dewan Perdamaian Gaza di Washington.
Prabowo tiba di AS, siap teken tarif Trump 19 persen dan hadiri Dewan Perdamaian Gaza di Washington.
JAKARTA - Prabowo tiba di AS untuk menjalani serangkaian agenda penting, mulai dari pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat hingga penandatanganan kesepakatan tarif dagang timbal balik. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden RI mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Selasa, 17 Februari waktu setempat.

Setibanya di Amerika Serikat, Prabowo tiba di AS dan langsung disambut Duta Besar RI untuk AS Dwi Suurion Royo Susilo, Atase Pertahanan RI Washington Marsma TNI E Wisoko Aribowo, serta Maintenance Group Commander Kolonel Gary Callen. Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam hubungan bilateral Indonesia–AS.

Dalam agenda resminya, Prabowo tiba di AS untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, ia dijadwalkan menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade) yang proses negosiasinya telah berlangsung sejak tahun 2025.

Tarif Turun Jadi 19 Persen

Kesepakatan dagang tersebut memastikan Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Bahkan, angka itu disebut masih berpotensi turun tergantung hasil finalisasi teknis dan sektoral.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia sepakat membebaskan tarif bea masuk untuk sebagian besar produk asal Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan memperkuat arus perdagangan dua arah dan meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha.

Tak hanya itu, Amerika juga memberikan pengecualian tarif khusus bagi komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao. Kebijakan tersebut dinilai menjadi angin segar bagi sektor perkebunan dan industri pengolahan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memastikan seluruh pembahasan teknis dan harmonisasi bahasa hukum telah diselesaikan. Penandatanganan dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih pekan ini.

Bahas Impor Migas dari AS

Sebagai bagian dari strategi negosiasi tarif, Indonesia juga menyepakati rencana impor komoditas minyak dan gas dari Amerika Serikat. Komoditas yang akan diimpor meliputi minyak mentah, liquefied petroleum gas (LPG), serta produk olahan kilang lainnya.

Langkah ini diharapkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan sekaligus memperkuat kerja sama energi kedua negara. Pemerintah menilai diversifikasi pasokan migas penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Kunjungan kerja Presiden turut didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Sementara Airlangga telah lebih dahulu berada di Amerika untuk memastikan kesiapan teknis kesepakatan strategis tersebut.

Hadiri Rapat Perdana Dewan Perdamaian Gaza

Selain agenda ekonomi, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri konvensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.

Forum tersebut akan membahas langkah lanjutan menyikapi konflik di Palestina, termasuk implementasi gencatan senjata di Gaza serta rencana rekonstruksi wilayah terdampak. Dalam pertemuan itu, para kepala negara dan anggota Dewan Perdamaian akan membahas mekanisme pendanaan, termasuk iuran anggota dan estimasi anggaran rekonstruksi.

Partisipasi Indonesia dalam forum ini menegaskan komitmen diplomasi aktif di panggung global, khususnya dalam mendukung perdamaian dan solusi dua negara.

Temui Pebisnis AS

Agenda lainnya adalah pertemuan dengan kelompok pebisnis besar Amerika Serikat. Pertemuan ini bertujuan mendorong peningkatan investasi dan memperluas kerja sama sektor strategis yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta daya beli masyarakat.

Pemerintah berharap rangkaian kunjungan ini menghasilkan manfaat konkret, baik dalam bentuk penurunan tarif ekspor, peningkatan investasi, maupun penguatan posisi Indonesia dalam isu global.

Dengan kombinasi agenda ekonomi dan diplomasi internasional, kunjungan ini menjadi salah satu momen penting dalam dinamika hubungan Indonesia–Amerika Serikat. Publik kini menanti hasil akhir penandatanganan tarif Trump dan dampaknya terhadap sektor-sektor ekspor unggulan Indonesia.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#prabowo