Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Roy Suryo Ditantang, Kuasa Hukum Singgung Al-Hujurat Ayat 9 dan Desak Polisi Bertindak Tegas

Novica Satya Nadianti • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:45 WIB

 

Roy Suryo ditantang dan didesak minta maaf. Polisi diminta bertindak tegas dalam polemik yang memanas ini.
Roy Suryo ditantang dan didesak minta maaf. Polisi diminta bertindak tegas dalam polemik yang memanas ini.

JAKARTA - Polemik yang melibatkan Roy Suryo kembali memanas. Dalam pernyataan terbarunya, seorang tokoh yang berseteru secara terbuka menantang Roy Suryo sekaligus mendesak aparat penegak hukum segera bertindak atas pernyataan yang dinilai provokatif.

Isu Roy Suryo ditantang ini mencuat setelah pernyataan keras disampaikan dalam forum tanya jawab terbuka. Ia menegaskan bahwa jika pihak yang bersangkutan tidak meminta maaf, maka langkah hukum akan ditempuh sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, ia mengutip Al-Hujurat ayat 9 sebagai dasar moral dan hukum dalam menyikapi konflik.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa langkah yang akan diambil bukan tindakan barbar, melainkan langkah yang dibenarkan hukum. “Kalau dia minta maaf kita maafkan, tapi kalau dia berlagu ya sikat,” ujarnya, sembari menekankan bahwa Islam memiliki hukum yang bermoral tinggi.

Desak Polisi Segera Bertindak

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi desakan terbuka kepada kepolisian. Ia menyebut bahwa tantangan sudah dinyatakan secara terbuka, sehingga aparat penegak hukum seharusnya bisa segera mengambil langkah.

“Kalau polisi enggak bertindak ya lihat saja, kita punya cara kok yang dibenarkan oleh hukum,” tegasnya. Ia menekankan bahwa mekanisme yang akan ditempuh tetap berada dalam koridor hukum positif, bukan tindakan main hakim sendiri.

Pernyataan ini pun memicu perhatian publik, terutama karena nama Roy Suryo kembali disebut dalam konteks konflik hukum dan polemik publik.

Kritik untuk Din Syamsuddin dan Ugro Seno

Tak hanya menyinggung Roy Suryo, ia juga menyampaikan kritik kepada dua tokoh nasional, yakni Din Syamsuddin dan Ugro Seno. Keduanya dinilai bersikap tidak adil dalam merespons kasus yang berkembang.

Menurutnya, ketika pihak lain mengalami perlakuan hukum yang dianggap tidak adil, tidak ada respons atau pembelaan terbuka dari para tokoh tersebut. Namun dalam kasus Roy Suryo, keduanya disebut langsung bersuara dan mendatangi institusi terkait.

“Kalian itu adil dong. Kenapa kesannya kalian bela si Roy?” ujarnya mempertanyakan konsistensi sikap.

Ia juga menyinggung soal permintaan penghentian penyidikan (SP3). Menurutnya, jika memang ingin meminta SP3, maka permohonan seharusnya diajukan kepada penyidik, bukan kepada lembaga pengawasan internal.

“Irwasum itu bukan urusan jadi tersangka atau tidak. Kalau mau minta SP3, ke penyidik,” katanya menegaskan.

Saling Tuduh dan Adu Logika Hukum

Dalam pernyataannya, ia juga menanggapi tudingan yang dilayangkan Roy Suryo. Ia menyebut dirinya bahkan sempat dicap pengkhianat dan pecundang. Tuduhan tersebut dianggap tidak berdasar dan justru memperkeruh suasana.

Menurutnya, polemik ini semestinya diselesaikan melalui jalur hukum yang jelas dan rasional, bukan melalui saling serang di ruang publik. Ia mempertanyakan logika hukum yang digunakan pihak lawan, terutama terkait langkah-langkah yang ditempuh.

Ia juga menyebut situasi yang berkembang saat ini justru merugikan pihak yang menyerangnya. “Dia telah bunuh diri dengan situasi ini,” ujarnya dalam nada tegas.

Seruan Penyelesaian Secara Bermartabat

Meski nada pernyataan terdengar keras, ia tetap membuka ruang penyelesaian secara damai. Permintaan maaf disebut sebagai jalan keluar yang bisa meredakan konflik.

“Kalau dia minta maaf kita maafkan,” katanya, menegaskan bahwa penyelesaian secara bermartabat tetap menjadi opsi utama.

Polemik ini kembali memperlihatkan bagaimana konflik hukum dan pernyataan publik bisa dengan cepat memicu ketegangan. Publik kini menanti langkah aparat penegak hukum dalam merespons situasi tersebut.

Kasus Roy Suryo ditantang ini pun menjadi perhatian luas, terutama karena melibatkan tokoh-tokoh nasional dan menyentuh isu konsistensi penegakan hukum. Apakah akan berujung pada proses hukum lebih lanjut atau justru berakhir damai melalui klarifikasi dan permintaan maaf, masih menjadi tanda tanya.

Yang jelas, desakan agar aparat bertindak tegas kini telah disuarakan secara terbuka. Publik menunggu kepastian, sementara polemik terus bergulir di ruang publik.

Editor : Novica Satya Nadianti
#roy suryo #din syamsuddin