Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Salat Tarawih Perdana di Manggarai, Gibran Rakabuming Blusukan 300 Meter ke Masjid Al Falah Tanpa Pemberitahuan

Novica Satya Nadianti • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:15 WIB

Gibran Rakabuming tarawih di Manggarai, blusukan 300 meter dan serap aspirasi warga soal sengketa tanah.
Gibran Rakabuming tarawih di Manggarai, blusukan 300 meter dan serap aspirasi warga soal sengketa tanah.

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan salat tarawih pertama di Masjid Al Falah, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis, 19 Februari 2026 malam. Kehadiran Gibran Rakabuming di kawasan permukiman padat itu berlangsung mendadak tanpa pemberitahuan resmi kepada pengurus RW setempat.

Kedatangan Gibran Rakabuming bahkan sempat tidak disadari banyak warga. Ia tiba tanpa seremoni khusus dan memilih berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit sepanjang kurang lebih 300 meter dari lokasi parkir kendaraan menuju masjid.

Meski tetap mendapat pengawalan ketat, Gibran Rakabuming tampil sederhana mengenakan batik cokelat lengan panjang, celana hitam, serta sandal hitam. Blusukan tersebut menjadi sorotan warga yang baru menyadari kehadiran orang nomor dua di Indonesia saat ia hampir tiba di Masjid Al Falah.

Salat di Saf Terdepan

Sesampainya di masjid, Gibran langsung mengambil posisi di barisan paling depan, tepat di belakang imam. Ia didampingi Ketua RW dan pengurus Masjid Al Falah selama mengikuti rangkaian ibadah salat tarawih hingga selesai.

Suasana masjid yang berada di tengah padatnya permukiman Manggarai itu berlangsung khusyuk. Tidak ada protokoler berlebihan. Warga yang hadir tetap melaksanakan ibadah seperti biasa meski di antara mereka terdapat Wakil Presiden.

Setelah salat tarawih, Gibran menyempatkan diri memberikan sambutan singkat kepada jamaah. Dalam pesannya, ia meminta warga untuk mendoakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tengah menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri.

Permintaan doa tersebut disambut anggukan jamaah yang memenuhi masjid. Gibran menegaskan pentingnya dukungan dan doa masyarakat agar seluruh agenda kenegaraan berjalan lancar.

Serap Aspirasi Warga Permukiman Padat

Gibran mengaku sengaja memilih Masjid Al Falah di kawasan padat penduduk sebagai lokasi tarawih perdananya. Menurutnya, momentum ibadah sekaligus menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi langsung dari warga.

Beberapa persoalan yang disampaikan warga Manggarai antara lain terkait status tanah yang masih bersengketa. Kondisi itu berdampak pada sulitnya realisasi sejumlah pengajuan pembangunan.

Warga mengeluhkan permohonan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan turap kali, hingga perbaikan penerangan jalan umum (PJU) yang kerap ditolak dinas terkait. Penolakan tersebut disebut berkaitan dengan status lahan yang belum memiliki kepastian hukum.

Permasalahan tersebut menjadi perhatian Gibran. Ia menyatakan akan mempelajari lebih lanjut keluhan warga dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang memungkinkan.

Blusukan Tanpa Pemberitahuan

Kedatangan mendadak Gibran tanpa konfirmasi awal kepada pengurus RW menjadi perhatian tersendiri. Ketua RW setempat menyebut pihaknya tidak menerima pemberitahuan sebelumnya.

Namun, situasi tetap berjalan kondusif. Warga yang awalnya tidak mengetahui kehadiran Wakil Presiden baru menyadari ketika rombongan pengawalan terlihat memasuki gang menuju masjid.

Langkah Gibran berjalan kaki menyusuri gang sempit sepanjang 300 meter dinilai sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Kawasan Manggarai dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi di Jakarta Selatan.

Blusukan tersebut juga memperlihatkan upaya untuk melihat langsung kondisi lingkungan permukiman, termasuk infrastruktur jalan dan penerangan yang menjadi keluhan warga.

Tarawih Jadi Momentum Dialog

Kunjungan Gibran Rakabuming dalam momen salat tarawih ini memperlihatkan pendekatan yang memadukan kegiatan ibadah dengan dialog sosial. Selain menjalankan kewajiban sebagai umat Muslim di awal Ramadan, ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap masukan masyarakat.

Persoalan sengketa tanah yang berdampak pada terhambatnya pembangunan infrastruktur dasar menjadi isu utama yang mencuat. Warga berharap ada solusi konkret agar kebutuhan perbaikan fasilitas lingkungan tidak terus tertunda.

Gibran menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. Ia menyebut akan mempelajari permasalahan secara detail sebelum menentukan langkah lanjutan.

Kunjungan singkat itu pun berakhir tanpa acara seremonial panjang. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan, Gibran meninggalkan lokasi dengan pengawalan, sementara warga kembali ke aktivitas masing-masing.

Salat tarawih perdana di Manggarai ini menjadi catatan awal aktivitas Ramadan Wakil Presiden, sekaligus momentum menyerap langsung persoalan warga di tengah padatnya ibu kota.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Masjid Al Falah #gibran rakabuming #aspirasi warga #manggarai #salat tarawih