JAKARTA – Insiden tragis terjadi di perlintasan rel kawasan Pesing Koneng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Seorang pengendara motor tewas tertabrak kereta setelah diduga menerobos perlintasan tanpa palang pintu.
Korban bahkan terseret sejauh kurang lebih 300 meter sebelum akhirnya tercebur ke aliran Kali Mok.
Peristiwa pengendara motor tewas tertabrak kereta di Kebon Jeruk itu terjadi pada pagi hari dan sontak menggegerkan warga sekitar.
Korban diketahui seorang wanita yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun.
Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengendara motor tewas tertabrak kereta tersebut diduga tidak menyadari atau nekat menerobos perlintasan saat kereta api hendak melintas.
Perlintasan itu disebut tidak memiliki palang pintu maupun penjagaan resmi, sehingga rawan kecelakaan.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan awal, kereta api tengah melaju dari arah tertentu ketika korban melintas di perlintasan rel.
Diduga kuat korban tetap memacu sepeda motornya meski kereta sudah dalam jarak dekat. Benturan keras tak terhindarkan.
Akibat tabrakan tersebut, tubuh korban terseret bersama sepeda motornya.
Motor korban bahkan tersangkut di bagian bawah kereta, menyebabkan laju kereta tidak dapat segera dihentikan.
Korban terseret kurang lebih 300 meter sebelum akhirnya terlepas dan tercebur ke aliran Kali Mok yang berada di sekitar lokasi.
Perjalanan kereta sempat terhenti karena petugas harus memastikan kondisi rangkaian dan melepaskan sepeda motor yang tersangkut.
Penumpang kereta pun sempat mengalami keterlambatan akibat insiden ini.
Baca Juga: Hadiah Ramadan untuk Guru: SKTP Februari 2026 Terbit, TPG Cair 6–7 Hari Lagi?
Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras langsung berhamburan ke lokasi.
Mereka mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara sepeda motor korban mengalami kerusakan parah.
Diduga Menerobos Perlintasan Tanpa Palang
Perlintasan rel di kawasan Pesing Koneng tersebut diketahui tidak dilengkapi palang pintu maupun penjaga tetap.
Kondisi ini kerap menjadi perhatian warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan.
Dugaan sementara, korban nekat menerobos perlintasan tanpa palang saat kereta sudah mendekat.
Faktor kelalaian dan kurangnya kewaspadaan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di perlintasan sebidang.
Baca Juga: CPNS Segera Dibuka? Kementerian PANRB Hitung Formasi ASN dan Siapkan Peluang Fresh Graduate
Kasus pengendara motor tewas tertabrak kereta ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas, khususnya saat melintasi rel kereta api.
Kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi membutuhkan jarak pengereman yang sangat panjang sehingga sulit berhenti mendadak.
Selain itu, pengguna jalan diimbau untuk selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Jika terdengar atau terlihat kereta mendekat, sebaiknya segera berhenti dan memberi prioritas penuh kepada kereta.
Evakuasi dan Penanganan
Setelah proses evakuasi dilakukan, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang untuk penanganan lebih lanjut.
Aparat terkait juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.
Hingga kini, identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, pihak terkait diharapkan dapat mengevaluasi keberadaan perlintasan tanpa palang yang rawan kecelakaan.
Insiden pengendara motor tewas tertabrak kereta di Kebon Jeruk ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak dijaga.
Edukasi keselamatan dan peningkatan fasilitas keselamatan di titik-titik rawan menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintas ketika kereta api sudah terlihat atau terdengar mendekat.(*)
Editor : Adinda Putri Sefiana