JAKARTA - Motor listrik Charge Biket resmi diperkenalkan sebagai lini terbaru dari merek Charge di Indonesia. Motor listrik Charge Biket langsung mencuri perhatian berkat klaim jarak tempuh hingga 170 kilometer dan fitur pengisian daya super cepat hanya 40 menit dari 0 hingga 100 persen.
Dengan banderol mulai Rp29 jutaan, motor listrik Charge Biket hadir sebagai opsi menarik di segmen motor listrik perkotaan. Tak hanya soal efisiensi, desain futuristik dan fitur modern juga menjadi nilai jual utama.
Charge sendiri dikenal menggunakan nama-nama satwa Indonesia untuk produknya. Setelah Rimau, Maleo, dan Anoa, kini hadir Biket—terinspirasi dari kucing khas Kalimantan. Model ini merupakan rebranding dari Vmoto, produsen motor listrik berbasis di Australia dengan fasilitas produksi di Nanjing, Tiongkok.
Desain Futuristik dan Fungsional
Secara tampilan, Charge Biket mengusung desain simpel namun futuristik. Garis bodinya tegas dengan kesan modern, sekilas mengingatkan pada motor-motor bergaya futuristik khas anime. Sistem pencahayaan sudah full LED, meski lampu utama masih menggunakan multireflektor.
Sisi fungsional juga diperhatikan. Di bagian belakang tersedia dudukan yang siap dipasangi bracket top box. Bahkan tersedia paket pembelian dengan top box dan intercom. Footstep belakang bersifat paten (tidak lipat), serta terdapat bracket besi di sisi bodi untuk meminimalisir risiko baret saat parkir di area padat.
Namun konsekuensinya, ruang penyimpanan terbatas. Baterai ditempatkan di bawah jok sehingga bagasi menjadi minimalis. Di dek depan pun tidak tersedia kompartemen tambahan, hanya terdapat port USB untuk mengisi daya ponsel.
Opsi Baterai dan Jarak Tempuh
Motor listrik Charge Biket menawarkan dua pilihan baterai. Untuk satu baterai berkapasitas 2,2 kWh, jarak tempuh diklaim mencapai 85 km. Sementara versi dua baterai (total 4,4 kWh) mampu menempuh hingga 170 km dalam mode Eco.
Perlu dicatat, angka tersebut merupakan klaim pabrikan dan sangat dipengaruhi kondisi jalan, bobot pengendara, serta gaya berkendara. Tersedia tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport.
Keunggulan utama terletak pada fitur super fast charging. Dengan daya 6 kW, pengisian dua baterai dari nol hingga penuh hanya membutuhkan 40 menit. Jika menggunakan charger portable 700 watt, waktu pengisian satu baterai sekitar tiga jam.
Performa dan Spesifikasi Teknis
Dari sisi performa, motor listrik ini memiliki tenaga maksimum 4 kW atau sekitar 5 PS, dengan kecepatan puncak hingga 85 km/jam. Mode Eco dibatasi di 45 km/jam, sementara mode Sport membuka potensi maksimalnya.
Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui sistem hub drive. Uniknya, hub motor terpisah dari velg sehingga memudahkan proses penggantian ban. Pengguna cukup melepas empat baut tanpa perlu repot seperti sistem hub menyatu.
Suspensi depan menggunakan teleskopik, sedangkan belakang mengandalkan single shock dengan preload yang bisa diatur. Ban depan berukuran 90/80 ring 16 inci dan belakang 90/80 ring 14 inci. Sistem pengereman sudah cakram depan-belakang dengan combi brake system (CBS), meski belum dilengkapi ABS.
Panel instrumen digital menampilkan indikator baterai (untuk dua baterai sekaligus), mode berkendara, odometer, trip meter, serta estimasi jarak tempuh. Motor juga dilengkapi fitur keyless dengan remote, meski kunci mekanis tetap diperlukan untuk membuka setang.
Impresi Berkendara di Perkotaan
Secara ergonomi, posisi duduk terasa nyaman dengan ruang kaki lega. Tinggi jok ramah bagi pengendara dengan tinggi sekitar 164 cm. Namun stang tergolong lebar, berpotensi menyenggol spion kendaraan lain saat bermanuver di kemacetan.
Respons akselerasi khas motor listrik: spontan dan cukup “jengat”, bahkan di mode Eco. Perbedaan utama antar mode lebih terasa pada batas kecepatan maksimal.
Karakter suspensi cenderung cocok untuk penggunaan dalam kota. Redaman cukup baik, tetapi terasa agak keras saat melibas jalan bergelombang kecil. Saat menikung dalam kecepatan rendah hingga menengah masih stabil, meski profil ban tipis membuat manuver tajam kurang direkomendasikan.
Beberapa catatan perbaikan ada pada jok yang terlalu rata tanpa lumbar support, sehingga pengendara dan penumpang berpotensi bergeser ke belakang saat akselerasi.
Harga dan Pilihan Warna
Motor listrik Charge Biket dibanderol Rp29,88 juta on the road Jakarta untuk versi satu baterai. Jika ingin dua baterai, konsumen perlu menambah sekitar Rp8 juta, sehingga total menjadi Rp37,88 juta OTR Jakarta.
Pilihan warna tersedia abu-abu, merah, dan putih.
Dengan jarak tempuh 170 km dan pengisian daya 40 menit, motor listrik Charge Biket menawarkan kombinasi efisiensi dan kepraktisan. Tantangannya kini tinggal bagaimana pasar merespons di tengah persaingan motor listrik yang semakin ketat.
Editor : Novica Satya Nadianti