JAKARTA - Motor listrik Uinfly T90 menjadi salah satu pilihan menarik di segmen entry level berkat banderolnya yang hanya Rp7 jutaan. Dengan harga tersebut, motor listrik Uinfly T90 menawarkan baterai lithium 60V 30Ah, top speed hingga 66 km/jam di speedometer, serta bagasi besar 27 liter.
Dalam pengujian penggunaan harian selama hampir dua minggu, motor listrik Uinfly T90 dipakai untuk aktivitas pergi-pulang kerja dengan jarak tempuh mendekati 40 kilometer. Hasilnya cukup mengejutkan karena masih menyisakan baterai 24 persen saat tiba di tujuan.
Secara spesifikasi, Uinfly T90 dibekali baterai lithium-ion 60 volt 30 ampere hour dengan kapasitas sekitar 1,8 kWh. Untuk pengisian daya, motor ini menggunakan charger 60V 4A dengan konsumsi sekitar 300 watt. Waktu pengecasan dari nol hingga penuh berkisar 6–7 jam, dengan estimasi kenaikan 1 persen baterai setiap empat menit.
Top Speed 66 Km/Jam, Ada Deviasi Speedometer
Dalam pengujian, kecepatan maksimal yang tercatat di panel instrumen menyentuh angka 66 km/jam. Namun saat diukur menggunakan GPS, kecepatan riil berada di kisaran 58–59 km/jam. Artinya, terdapat deviasi cukup besar pada speedometer.
Deviasi ini menjadi salah satu catatan penting. Selisih pembacaan disebut bisa mencapai sekitar 30 persen, sehingga kalibrasi ulang pada panel instrumen dinilai perlu dilakukan agar lebih akurat.
Motor listrik ini memiliki tiga mode berkendara (1, 2, dan 3). Mode 3 menawarkan performa tertinggi, sementara mode 1 dan 2 lebih cocok untuk efisiensi baterai, terutama jika digunakan untuk jarak agak jauh seperti perjalanan ke kantor.
Desain Modern, Lampu Full LED
Dari sisi desain, Uinfly T90 tampil modern dengan wajah depan yang mengingatkan pada skutik futuristik. Lampu utama sudah full LED, lengkap dengan DRL dan lampu tambahan beraksen biru di bagian bawah.
Suspensi depan menggunakan model teleskopik dengan velg 12 inci dan ban 110/70. Di belakang, motor ini memakai dinamo 3.000 watt dengan velg ring 10 dan ban 120/70. Pengereman sudah cakram di depan maupun belakang.
Panel instrumen digital menampilkan persentase baterai (dalam angka dan bar), speedometer besar di tengah, trip meter, indikator mode, serta berbagai indikator seperti standar samping dan cruise control. Sayangnya, belum tersedia jam digital di layar tersebut.
Fitur lain yang cukup menarik adalah cruise control. Pengendara cukup mencapai kecepatan tertentu lalu menekan tombol cruise, dan motor akan melaju stabil tanpa perlu menarik tuas gas terus-menerus.
Bagasi 27 Liter dan Fitur Pendukung
Salah satu keunggulan utama motor listrik Uinfly T90 adalah kapasitas bagasi 27 liter. Ruang ini cukup untuk menyimpan helm half face, jas hujan, hingga perlengkapan tambahan seperti tas kecil atau charger.
Di bagian depan tersedia hook gantungan barang serta port USB Type-C dan Type-A untuk mengisi daya ponsel. Sistem kunci mengusung model semi-keyless, mirip skutik modern, namun tetap menyediakan anak kunci manual sebagai cadangan.
Secara ergonomi, dengan tinggi pengendara 171 cm, posisi duduk tergolong nyaman. Paha tidak terlalu menekuk dan dek kaki masih memungkinkan posisi sedikit selonjoran. Namun untuk menapak sempurna, posisi duduk perlu agak maju ke depan.
Impresi Harian: Cukup untuk Aktivitas Perkotaan
Dalam penggunaan harian sejauh 38–39 km, motor ini masih menyisakan 24 persen baterai. Meski indikator trip meter menunjukkan angka berbeda cukup jauh, secara realita daya tahan baterai dinilai masih memadai untuk kebutuhan dalam kota.
Suspensi terasa cukup seimbang—tidak terlalu keras, namun juga tidak terlalu empuk. Saat melewati jalan bergelombang, tidak ditemukan gejala “jeduk” di bagian depan. Akselerasi pun terasa halus dan tidak terlalu menghentak.
Motor listrik ini dinilai cocok untuk aktivitas jarak dekat seperti antar-jemput anak sekolah, belanja ke pasar, atau mobilitas harian dalam kota. Stang ringan dan tidak membuat cepat pegal, sementara bagasi luas menjadi nilai tambah signifikan di kelas harga Rp7 jutaan.
Secara keseluruhan, motor listrik Uinfly T90 menawarkan kombinasi harga terjangkau, fitur lengkap, dan kapasitas penyimpanan lega. Catatan utamanya hanya pada akurasi speedometer yang perlu perbaikan agar pengalaman berkendara semakin optimal.
Editor : Novica Satya Nadianti