JAKARTA - Overo Ledo menjadi salah satu sepeda listrik yang ramai dibicarakan di tengah tren kendaraan listrik. Bukan hanya karena desainnya yang futuristik, tetapi juga karena diklaim ramah lingkungan dan tidak memerlukan STNK maupun BPKB.
Dalam review Overo Ledo kali ini, sepeda listrik ini dibeli secara offline dengan harga Rp5,2 juta untuk varian 350 watt. Keputusan membeli langsung di toko fisik dilakukan demi kemudahan klaim garansi apabila terjadi kerusakan.
Overo Ledo sendiri memiliki beberapa varian daya. Untuk harga Rp5,2 juta, motor yang digunakan berkapasitas 350 watt. Ada juga varian 500 watt di kisaran Rp6 jutaan dan 800 watt sekitar Rp7 jutaan. Meski berbeda tenaga, kecepatan maksimalnya tetap dibatasi hingga 40 km/jam sesuai regulasi.
Spesifikasi Overo Ledo 350 Watt
Secara desain, Overo Ledo tampil menyerupai motor listrik versi mini. Bobotnya hanya sekitar 37 kilogram, cukup ringan untuk ukuran sepeda listrik dengan rangka besi.
Sepeda ini mampu membawa dua penumpang dengan batas maksimal 150 kg. Namun, saat diuji dengan beban mendekati batas, performanya terasa menurun, terutama ketika menanjak.
Untuk baterai, Overo Ledo diklaim mampu menempuh jarak hingga 45 km dalam kondisi penuh. Waktu pengecasan berkisar 4–6 jam menggunakan adaptor 100 watt bawaan pabrik.
Fitur: Alarm, Lampu LED, dan Sein Lengkap
Dari sisi fitur, Overo Ledo sudah dilengkapi alarm dan remote pengaman. Saat sepeda digerakkan dalam kondisi terkunci, alarm akan berbunyi meski suaranya dinilai kurang nyaring.
Lampu depan sudah menggunakan LED putih terang yang cukup optimal saat malam hari. Tersedia pula lampu sein depan-belakang, spion, serta bel sesuai aturan penggunaan di jalan raya.
Panel indikator baterai ditampilkan dalam bentuk tiga bar digital sederhana. Selain itu, tersedia keranjang depan yang bisa dilepas untuk membawa barang belanja.
Performa di Jalan: Kuat, Tapi Terbatas
Saat diuji di jalan menanjak dengan dua penumpang, Overo Ledo masih mampu bergerak. Namun kecepatannya turun drastis hingga sekitar 10–13 km/jam.
Karena bobot rangka ringan, kestabilan setang terasa kurang mantap saat membawa beban berat. Pengendara perlu menggunakan dua tangan untuk menjaga keseimbangan, terutama di jalan tidak rata.
Kecepatan maksimal varian 350 watt ini diklaim 40 km/jam. Namun dalam praktiknya, performa sangat dipengaruhi bobot pengendara dan kondisi medan.
Tanpa STNK dan BPKB, Tetap Harus Taat Aturan
Salah satu daya tarik sepeda listrik seperti Overo Ledo adalah tidak memerlukan STNK maupun BPKB. Hal ini karena sepeda listrik masuk kategori kendaraan tertentu sesuai regulasi.
Meski demikian, pengguna tetap wajib memakai helm dan mematuhi aturan lalu lintas. Batas kecepatan 40 km/jam juga menjadi ketentuan yang harus dipatuhi.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Beberapa kekurangan dicatat dalam penggunaan harian. Pertama, kualitas speaker notifikasi dinilai kurang baik. Suara starter terdengar kurang jelas.
Kedua, pedal manual kurang efektif. Saat baterai habis, sepeda sulit digerakkan hanya dengan kayuhan, sehingga pengguna disarankan tidak membiarkan daya benar-benar kosong.
Ketiga, stabilitas saat berboncengan terasa kurang mantap, terutama bagi pengendara bertubuh besar.
Kesimpulan
Dengan harga Rp5,2 juta, Overo Ledo 350 watt cocok untuk kebutuhan jarak dekat seperti belanja ke pasar atau berkeliling kompleks perumahan. Jarak tempuh 45 km masih cukup untuk penggunaan harian ringan.
Namun untuk perjalanan jauh atau medan berat, varian daya lebih tinggi mungkin lebih direkomendasikan. Konsumen juga perlu mempertimbangkan keterbatasan tenaga serta kestabilannya saat membawa beban maksimal.
Secara keseluruhan, Overo Ledo menawarkan solusi transportasi ramah lingkungan yang praktis dan bebas bensin, asalkan digunakan sesuai kapasitasnya.
Editor : Novica Satya Nadianti