Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Honda Civic 2022 Kini Dijual di Bawah Rp500 Juta, Lebih Worth It dari Civic Hybrid Rp699 Juta?

Novica Satya Nadianti • Kamis, 26 Februari 2026 | 16:15 WIB

 

Honda Civic 2022 bekas kini di bawah Rp500 juta. Masih layak pilih versi 1.5 turbo dibanding Civic hybrid Rp699 juta?
Honda Civic 2022 bekas kini di bawah Rp500 juta. Masih layak pilih versi 1.5 turbo dibanding Civic hybrid Rp699 juta?

JAKARTA - Honda Civic 2022 kembali jadi perbincangan setelah unit bekasnya ditawarkan dengan harga di bawah Rp500 juta. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan harga barunya saat pertama kali meluncur yang tembus Rp600 juta. Penurunan harga tersebut membuat sedan legendaris ini kembali dilirik, apalagi di tengah gempuran mobil hybrid dan merek-merek baru asal Tiongkok.

Saat dirilis, Honda Civic generasi terbaru ini sempat menuai pro dan kontra karena banderolnya dianggap terlalu mahal. Bahkan ketika varian hybrid hadir, harganya melonjak hingga Rp699 juta on the road Jakarta. Kini, dengan harga bekas di kisaran Rp400 jutaan, Civic 1.5L Turbo ini dinilai jauh lebih menarik.

Lantas, apakah Honda Civic 2022 non-hybrid ini masih layak dipinang dibandingkan versi hybrid atau rival di kelasnya?

Desain Bersih, Aura Sedan Premium Masih Kuat

Secara tampilan, Honda Civic generasi ke-11 mengusung desain lebih clean dibandingkan model sebelumnya. Garis bodinya tegas namun minimalis. Bagian depan terlihat lebih dewasa, meski sebagian penggemar justru lebih menyukai desain Civic generasi sebelumnya yang dianggap lebih agresif.

Lampu depan sudah full LED dengan projector untuk fog lamp. Velg pada unit yang ditawarkan juga telah diganti menggunakan model aftermarket lengkap dengan ban GT Radial Champero XX2 ukuran 235/40 ZR18. Sentuhan warna hitam pada spion dan handle pintu membuat tampilannya makin sporty tanpa aksen krom berlebihan.

Sebagai sedan, ground clearance Civic memang rendah. Pengemudi perlu berhati-hati saat masuk parkiran basement atau melewati polisi tidur tinggi. Namun justru postur ceper inilah yang mempertegas karakter sporty khas Civic.

Di bagian belakang, desain lampu kini dinilai lebih menarik dibanding generasi sebelumnya. Bagasi masih manual tanpa fitur elektrik, tetapi ruangnya lega dan masih menyediakan ban serep standar dengan pelek bawaan pabrik.

Interior Modern, Rasa Accord Versi Lebih Terjangkau

Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa. Tata letak dashboard mirip model-model terbaru Honda lainnya seperti CR-V dan Accord. Bahkan untuk varian termurah, kualitas interiornya terasa setara dengan sedan kelas di atasnya.

Panel AC masih menggunakan tombol fisik dengan sensasi klik yang solid. Head unit sudah bawaan Jepang, berbeda dari generasi sebelumnya yang menggunakan sistem lokal. Sayangnya, belum tersedia wireless charger dan beberapa fitur seperti power window auto hanya tersedia di depan.

Panel instrumen sudah full digital. Setir dilengkapi paddle shift meski transmisinya CVT. Fitur Honda LaneWatch tetap tersedia untuk membantu visibilitas blind spot kiri, walaupun kualitas kameranya dianggap kurang tajam. Kamera mundur pun masih beresolusi rendah.

Posisi duduk menjadi salah satu keunggulan utama Civic. Jok bisa diatur rendah, memberikan sensasi berkendara sporty yang jarang ditemukan di SUV atau crossover. Kursi depan sudah elektrik, sementara ruang belakang cukup nyaman meski headroom terasa pas-pasan bagi penumpang tinggi.

Performa 1.5L Turbo vs Hybrid 2.0L

Unit ini masih mengusung mesin 1.5L VTEC Turbo. Mesin ini dikenal responsif, terutama pada kecepatan menengah hingga tinggi. Untuk perjalanan luar kota dengan kecepatan konstan 100–120 km/jam, konsumsi bahan bakarnya bisa menyentuh 18 km/liter.

Namun ada catatan terkait isu oil dilution yang membuat oli lebih cepat berkurang. Pemilik perlu lebih rutin memantau kondisi oli, terutama jika mobil sering digunakan agresif.

Sebaliknya, Civic hybrid 2.0L menawarkan efisiensi lebih baik di kecepatan rendah berkat bantuan motor listrik. Konsumsi BBM bisa dua kali lebih hemat dalam kondisi macet. Tetapi pada kecepatan di atas 100 km/jam, performanya terasa tidak seagresif versi 1.5 turbo.

Artinya, bagi yang gemar berkendara jarak jauh dan membutuhkan tenaga di kecepatan tinggi, versi turbo masih punya daya tarik tersendiri.

Harga Jadi Penentu

Faktor harga menjadi kunci utama. Saat baru, Honda Civic 2022 dibanderol Rp600 juta, sementara varian hybrid kini menyentuh Rp699 juta. Dengan harga bekas di bawah Rp500 juta, Civic turbo terasa jauh lebih rasional.

Di rentang harga tersebut, konsumen memang bisa mempertimbangkan SUV seperti HR-V hybrid atau model merek lain. Namun Civic tetap punya gengsi dan aura berbeda sebagai sedan medium premium.

Di tengah inflasi otomotif pascapandemi dan serbuan mobil harga agresif dari Tiongkok, Honda Civic 2022 menawarkan kombinasi handling tajam, posisi duduk ideal, dan performa menyenangkan. Kekurangannya hanya satu: harga barunya yang terlalu tinggi.

Kini, ketika harga bekasnya sudah terkoreksi signifikan, sedan ini kembali menjadi opsi menarik bagi pencinta driving experience sejati.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Honda Civic 2022 #harga honda civic bekas