JAKARTA - Review Indomobil E-Motor Sprinto langsung menyita perhatian pengunjung pameran otomotif. Motor listrik terbaru ini resmi diluncurkan dengan harga Rp25.500.000 dan diklaim mampu berakselerasi 0–50 km/jam hanya dalam 6,4 detik.
Dalam sesi test ride di arena pameran, Review Indomobil E-Motor Sprinto menunjukkan karakter yang cukup sporty. Dengan tenaga 3,5 kW dan baterai 2,54 kWh, motor ini mampu melesat hingga 90 km/jam serta memiliki jarak tempuh sekitar 110 km.
Motor listrik ini masih bisa dicoba langsung di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week yang digelar di ICE BSD hingga 30 November. Area test ride dibuka mulai pukul 10 pagi hingga sore hari.
Spesifikasi dan Performa di Atas Kertas
Sprinto menggunakan motor hub di roda belakang dengan output 3,5 kW. Tenaga tersebut disuplai baterai berkapasitas 2,54 kWh, yang memungkinkan top speed mencapai 90 km/jam.
Akselerasi menjadi salah satu nilai jual utama. Klaim 0–50 km/jam dalam 6,4 detik membuatnya masuk kategori motor listrik kencang di kelasnya. Angka tersebut cukup impresif untuk kebutuhan dalam kota maupun jalan arteri.
Dengan jarak tempuh hingga 110 km, Sprinto dirancang sebagai motor listrik harian yang tetap menawarkan sensasi sporty.
Impresi Awal: Halus Tapi Bertenaga
Saat pertama kali digas dalam mode Comfort, tarikan terasa halus dan responsif. Karakter khas motor listrik tetap terasa, di mana pengendara tidak bisa menarik gas saat tuas rem masih ditekan.
Handling terasa familiar bagi pengguna skuter matik 125–150 cc. Posisi berkendara mirip motor matik konvensional, sehingga adaptasinya cepat.
Saat melewati polisi tidur, suspensi terasa cukup empuk. Setelan shock belakang berada di posisi paling lembut, sehingga masih bisa disesuaikan jika digunakan berboncengan.
Mode Berkendara dan Sensasi Boost
Sprinto memiliki beberapa riding mode: Comfort, Sport, dan Boost. Perbedaan karakter paling terasa saat masuk mode Boost.
Di mode ini, akselerasi terasa jauh lebih agresif sejak awal putaran gas. Dorongan tenaga instan membuat sensasi berkendara lebih menyenangkan, terutama untuk manuver cepat atau menyalip.
Panel instrumen juga menampilkan indikator gaya gravitasi (G-Force monitor). Saat motor berbelok atau berakselerasi, titik indikator bergerak mengikuti arah gaya yang terjadi.
Kecepatan di area test ride sempat menyentuh 45 km/jam, meski ruangnya terbatas. Sensasi tenaga tetap terasa padat dan stabil.
Kenyamanan dan Ergonomi
Posisi duduk menjadi salah satu poin plus dalam Review Indomobil E-Motor Sprinto. Tinggi jok tidak berlebihan sehingga pengendara dengan postur di bawah 185 cm tetap bisa menapak dengan baik.
Deck terasa lega, bahkan untuk ukuran kaki besar. Setang berada di posisi moderat—tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi—memberikan kesan sporty sekaligus nyaman untuk penggunaan harian.
Saat manuver putar balik, ruang gerak memang perlu sedikit penyesuaian karena sudut setang tidak terlalu lebar. Namun secara keseluruhan, kelincahannya cukup baik untuk penggunaan di kemacetan.
Sistem Pengereman dan Kontrol
Sistem pengereman terasa pakem, terutama di roda belakang yang sudah menggunakan kaliper dua piston. Respons rem terasa presisi dan memberikan rasa percaya diri saat deselerasi mendadak.
Karakter rem ini menjadi pendukung penting mengingat tenaga motor yang cukup besar untuk kelasnya.
Layak untuk Harian?
Dengan kombinasi tenaga 3,5 kW, top speed 90 km/jam, serta akselerasi 6,4 detik ke 50 km/jam, Sprinto bukan sekadar motor listrik biasa.
Motor ini menawarkan sensasi berkendara yang mendekati skuter bensin 125–150 cc, namun dengan keheningan khas kendaraan listrik. Handling lincah, posisi duduk nyaman, serta fitur riding mode membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan.
Harga Rp25,5 juta memang menempatkannya di segmen menengah motor listrik. Namun dengan performa dan fitur yang ditawarkan, Sprinto berpotensi menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mencari motor listrik kencang untuk harian.
Uji jalan lebih panjang di jalan raya tentu akan memberikan gambaran lebih lengkap. Namun dari impresi pertama, Sprinto menunjukkan karakter yang cukup menjanjikan.
Editor : Novica Satya Nadianti