Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Polytron Fox R: Motor Listrik Rp20 Jutaan, Top Speed 97 Km/Jam dan Range 100 Km, Worth It Meski Baterai Sewa?

Novica Satya Nadianti • Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:40 WIB

Review Polytron Fox R, motor listrik Rp20 jutaan dengan top speed 97 km/jam dan range 100 km. Cek plus minusnya!
Review Polytron Fox R, motor listrik Rp20 jutaan dengan top speed 97 km/jam dan range 100 km. Cek plus minusnya!

JAKARTA - Review Polytron Fox R akhirnya menjawab rasa penasaran banyak pecinta motor listrik. Skutik listrik bergaya bongsor ini ramai dibicarakan karena dibanderol Rp20,5 juta on the road Jakarta, namun menawarkan performa yang tidak bisa diremehkan.

Dalam Review Polytron Fox R kali ini, motor listrik buatan Polytron itu diuji dari sisi performa, jarak tempuh, hingga kenyamanan berkendara. Hasilnya? Ada keunggulan yang bikin tertarik, tapi juga beberapa catatan penting yang wajib diketahui sebelum membeli.

Polytron Fox R sendiri diposisikan sebagai skuter listrik harian dengan dimensi ala maxi scooter. Meski harganya relatif terjangkau, motor ini punya spesifikasi yang cukup kompetitif di kelasnya.

Performa: Mode D dan S, Tembus 97 Km/Jam

Polytron Fox R dibekali motor hub 3.000 watt produksi vendor asal Tiongkok, KS Motor. Motor penggeraknya terpasang langsung di roda belakang.

Tersedia dua mode berkendara, yakni Drive (D) dan Sport (S). Di mode D, top speed tercatat 64 km/jam di speedometer. Angka ini sudah cukup untuk kebutuhan dalam kota yang padat.

Sementara di mode S, kecepatan puncaknya mencapai 97 km/jam di speedometer. Klaim resmi berada di angka 95 km/jam, namun pengujian menunjukkan sedikit lebih tinggi.

Akselerasinya pun tergolong responsif. Catatan 0–60 km/jam diraih dalam 7,76 detik menggunakan alat pengukur. Untuk penggunaan harian seperti menyalip atau melaju di jalan arteri, performanya sudah memadai.

Namun ada satu catatan besar: saat gas ditutup lalu dibuka kembali, terasa jeda sekitar hampir satu detik sebelum tenaga kembali tersalur. Efek ini cukup mengganggu, terutama saat manuver tikungan atau stop-and-go di kemacetan.

Sistem cut-off juga aktif saat tuas rem ditekan. Di atas 15 km/jam, motor tidak bisa digas ketika rem aktif. Fitur ini memang menjaga komponen tetap awet, namun terasa kurang natural saat berkendara.

Range dan Biaya Operasional

Salah satu keunggulan utama dalam Review Polytron Fox R adalah jarak tempuhnya. Motor ini memakai baterai 3,7 kWh.

Dalam pengujian nyata dengan kecepatan dominan 60 km/jam, jarak tempuh tembus 101,3 km dalam mode Drive. Klaim pabrikan menyebut hingga 130 km dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam.

Pengisian daya dari 0 hingga 100 persen memakan waktu sekitar 5 jam. Charger onboard memiliki daya sekitar 840 watt, sehingga relatif cepat untuk ukuran motor listrik.

Dari sisi biaya, konsumsi listrik per kilometer tergolong hemat. Dengan tarif listrik sekitar Rp1.400 per kWh, biaya per kilometer hanya sekitar Rp56. Jika memakai klaim 130 km, bisa turun hingga Rp41 per km.

Namun, ada hal penting: sistem baterai Polytron Fox R menggunakan skema sewa. Konsumen membayar Rp200.000 per bulan untuk baterai.

Skema ini menguntungkan bagi pengguna aktif seperti ojek online, kurir, atau pekerja dengan mobilitas tinggi. Namun untuk motor kedua atau ketiga yang jarang dipakai, biaya sewa bisa terasa membebani.

Riding Position dan Handling

Secara ergonomi, posisi duduk menjadi salah satu kelemahan. Jarak antara jok dan dek terasa terlalu dekat, membuat posisi kaki seperti jongkok. Untuk perjalanan jauh, kondisi ini berpotensi menimbulkan pegal di paha dan pinggang.

Setang terasa nyaman dan mudah dijangkau. Namun saat berbelok tajam, lutut bisa mentok dek karena posisi kaki yang terlalu naik.

Handling tergolong stabil. Pelek depan berukuran 3,5 inci dengan ban 110 membuat profil ban cenderung kotak. Efeknya, motor terasa mantap saat rebah, meski sedikit kurang ringan dibanding skutik biasa.

Suspensi depan terasa empuk di awal, tetapi travel pendek membuatnya cepat mentok saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang. Suspensi belakang relatif lebih baik.

Fitur dan Kualitas

Fitur yang disematkan tergolong basic. Panel instrumen digital hanya menampilkan riding mode, indikator baterai, trip meter, dan odometer. Uniknya, trip meter akan reset setiap motor dimatikan.

Lampu utama sudah LED, namun sorotan lampu dekat terasa pendek. Lampu sein belakang masih menggunakan bohlam.

Dari sisi kualitas, finishing cat cukup baik dan terlihat solid. Namun detail sambungan plastik masih terlihat renggang di beberapa titik.

Layak Dibeli?

Review Polytron Fox R menunjukkan motor ini unggul di harga, performa, dan efisiensi biaya listrik. Top speed 97 km/jam dan jarak tempuh di atas 100 km menjadi nilai jual kuat.

Meski ada kekurangan seperti posisi duduk kurang ergonomis dan sistem baterai sewa, secara keseluruhan Fox R tetap menarik untuk pengguna aktif yang butuh kendaraan harian hemat.

Keputusan akhirnya kembali ke kebutuhan masing-masing calon pembeli.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Motor Listrik Murah #Polytron Fox R