JAKARTA - Review 1 tahun Polytron Fox R akhirnya dibongkar secara jujur oleh salah satu pengguna yang telah menempuh jarak lebih dari 18 ribu kilometer. Motor listrik ini dipakai harian hingga touring, lengkap dengan hitung-hitungan biaya operasional serta pengalaman klaim garansi.
Dalam review 1 tahun Polytron Fox R tersebut, pengguna mengungkapkan suka duka setelah masa garansi habis. Ia menggunakan motor ini sejak tinggal di Depok dengan jarak 30–50 km per hari, lalu meningkat menjadi 60–80 km per hari setelah pindah ke Cibubur.
Hasilnya cukup mengejutkan. Selama 1 tahun pemakaian, review 1 tahun Polytron Fox R itu mencatat total jarak 18.342 km dengan biaya listrik yang tergolong sangat hemat dibanding motor bensin.
Biaya Operasional: Rp3,2 Juta Setahun
Pengguna mencatat konsumsi listrik selama setahun mencapai 600 kWh. Dengan harga token listrik rumah tangga, total biaya pengecasan hanya sekitar Rp870 ribu.
Namun karena sistem baterai sewa, ada tambahan biaya Rp2,4 juta per tahun. Jika ditotal, biaya operasional bersih selama 1 tahun mencapai Rp3,2 juta tanpa servis rutin alias maintenance free.
Sebagai perbandingan, ia membandingkan dengan Yamaha NMAX miliknya sebelumnya. Jika jarak 18.342 km ditempuh dengan konsumsi rata-rata 40 km/liter dan menggunakan Pertamax, maka dibutuhkan sekitar 458 liter bensin. Total biaya bensin bisa tembus Rp5,5 jutaan, belum termasuk ganti oli dan servis berkala.
Artinya, secara hitungan kasar, motor listrik ini lebih hemat sekitar Rp2 jutaan lebih dalam setahun.
Dipakai Harian hingga Touring
Menariknya, pemilik tidak hanya menggunakan motor ini untuk komuter. Ia juga memakainya touring motor listrik ke berbagai daerah. Justru setelah memakai motor listrik, semangat touring meningkat karena ada sensasi berbeda: harus memetakan lokasi charging dan menghitung jarak tempuh.
Hingga 27 Oktober 2024, odometer sudah menunjukkan angka 18.342 km. Motor masih dalam kondisi standar, minim modifikasi. Perubahan hanya pada DRL depan, rem belakang, ban, dan beberapa penyesuaian kebutuhan berkendara.
Drama Klaim Garansi dan After Sales
Bagian paling krusial dalam review 1 tahun Polytron Fox R ini adalah soal after sales service. Pengguna mengaku sempat mengalami kesulitan saat klaim garansi baterai.
Ia menyebut pengalaman awal cukup merepotkan karena kebijakan dan pemahaman tiap service center berbeda. Namun setelah menemukan service center yang responsif, masalah baterai akhirnya terselesaikan.
Ia juga mengungkapkan adanya perubahan positif dari sisi layanan baterai setelah kejadian tersebut. Klaim berikutnya disebut lebih mudah.
Kasus lain yang dialami antara lain selang rem terkikis, throttle error, hingga body pecah yang harus menunggu stok hampir tujuh bulan sejak November 2023 hingga Mei 2024.
Selain itu, ia mengkritik perubahan kebijakan jatuh tempo pembayaran baterai yang dinilai mendadak. Akibatnya, motor bisa terkena speed limit otomatis jika terlambat, yang berpotensi membahayakan saat berkendara. Ia menyarankan agar informasi kebijakan disampaikan lebih masif lewat aplikasi, WhatsApp, atau SMS.
Fast Charging Jadi Nilai Plus
Meski ada catatan pada layanan purnajual, pengguna tetap mengakui keunggulan utama motor ini. Salah satu yang paling disukai adalah kemampuan fast charging hingga 40 ampere.
Menurutnya, kemampuan tersebut jarang ditemukan di motor listrik bawaan pabrikan lain yang rata-rata hanya 15 ampere. Fitur ini membuat pengisian daya jauh lebih cepat dan praktis.
Secara keseluruhan, ia menyimpulkan motor ini nyaman, keren, dan sangat ekonomis untuk pemakaian intensif. Namun perbaikan layanan purnajual tetap menjadi pekerjaan rumah.
Ke depan, jika subsidi motor listrik kembali hadir, ia mengaku tertarik menambah unit, meski kemungkinan akan mencoba merek lain sebagai pembanding.
Editor : Novica Satya Nadianti