JAKARTA - Kekurangan Polytron Fox Air setelah pemakaian satu tahun akhirnya diungkap secara gamblang oleh seorang pengguna yang telah menempuh jarak 8.400 kilometer. Review ini menjadi perhatian karena membahas kondisi riil motor listrik tersebut setelah digunakan harian.
Dalam ulasan yang dibagikan kanal YouTube Legend Tekno, Polytron Fox Air dipakai selama kurang lebih satu tahun dengan kondisi baterai dan controller masih bawaan pabrik. Secara umum, motor listrik ini dinilai masih dalam kondisi normal. Namun, ada beberapa kekurangan Polytron Fox Air yang mulai terasa setelah pemakaian cukup intens.
Menariknya, meski ada sejumlah catatan, pengguna tetap menyebut motor ini layak direkomendasikan, terutama bagi yang siap melakukan upgrade minor demi meningkatkan kenyamanan berkendara.
Upgrade Minor Demi Kenyamanan
Sebelum membahas kekurangan Polytron Fox Air, pengguna mengaku telah melakukan beberapa upgrade ringan. Salah satunya mengganti shock belakang menggunakan komponen milik Yamaha NMAX.
Penggantian tersebut diklaim membuat bantingan belakang lebih nyaman. Biaya yang dikeluarkan pun relatif terjangkau, sekitar Rp300 ribuan. Selain itu, pijakan kaki penumpang juga dipindah menggunakan adapter tambahan dengan biaya di bawah Rp100 ribu.
Namun, kualitas adapter dinilai kurang maksimal karena baut-bautnya mudah berkarat setelah setahun pemakaian. Sementara itu, shock depan tetap menggunakan bawaan pabrik meski per dalamnya sudah diganti. Hasilnya, karakter suspensi depan masih terasa keras.
Tambahan lain hanyalah stabilizer stang untuk meningkatkan kestabilan saat berkendara.
Kekurangan Polytron Fox Air yang Mulai Terasa
Salah satu kekurangan Polytron Fox Air yang cukup mengganggu adalah munculnya bunyi berisik di bagian behel belakang. Getaran dari jalan atau mesin membuat bagian tersebut terasa bergetar karena materialnya dinilai cukup tipis.
Pengguna berencana menggantinya dengan versi berbahan besi yang banyak dijual di marketplace.
Kekurangan berikutnya ada pada bagian setir yang terasa sedikit oblak saat melintasi polisi tidur atau jalan bergelombang besar. Menurut informasi bengkel, masalah tersebut kemungkinan berasal dari bagian komstir yang memang disebut sebagai salah satu titik lemah motor ini.
Suspensi depan yang keras juga masuk dalam daftar keluhan. Meski sudah dilakukan penggantian per, karakter bantingan masih belum sesuai harapan. Beberapa pengguna lain disebut menyarankan penggantian dengan shock model plug and play dari motor lain agar lebih empuk.
Performa Baterai dan Biaya Upgrade
Di luar catatan tersebut, performa baterai masih dinilai memuaskan. Baterai bawaan dari Polytron disebut menggunakan teknologi lithium yang cukup andal untuk pemakaian harian.
Selama masa sewa baterai masih aktif, pengguna merasa tenang karena jika terjadi masalah, unit bisa langsung dibawa ke service center untuk diperiksa atau diganti.
Untuk melakukan upgrade minor demi kenyamanan, estimasi biaya yang dibutuhkan sekitar Rp500 ribu. Angka tersebut sudah mencakup penggantian shock belakang, adapter footstep, serta beberapa penyesuaian ringan lainnya.
Dengan biaya tambahan yang relatif terjangkau, kenyamanan berkendara bisa meningkat signifikan.
Catatan Servis dan Perawatan
Selain kekurangan Polytron Fox Air di atas, ada beberapa catatan kecil terkait perawatan. Tarikan awal sempat terasa agak bergetar, meski belum dipastikan penyebab pastinya apakah dari sistem rem atau pengaturan controller.
Bagian standar samping dan standar tengah juga mulai terasa seret. Engselnya seperti setengah berkarat sehingga perlu pelumasan rutin agar kembali lancar. Hal ini dinilai wajar untuk pemakaian satu tahun tanpa perawatan detail.
Secara keseluruhan, motor listrik ini masih dianggap worth it untuk penggunaan normal. Dengan catatan, pengguna harus siap melakukan sedikit penyesuaian agar performa dan kenyamanan lebih optimal.
Bagi calon pembeli motor listrik, review ini bisa menjadi gambaran realistis mengenai kekurangan Polytron Fox Air setelah pemakaian satu tahun. Tidak ada masalah besar pada baterai maupun sistem utama, namun beberapa komponen mekanis membutuhkan perhatian ekstra.
Editor : Novica Satya Nadianti