JAKARTA – Infinix Note 60 Pro resmi menjadi seri Note termahal yang pernah dirilis Infinix. Bahkan sebelum peluncuran resminya, ponsel ini sudah beredar di e-commerce dengan harga Rp5,5 juta untuk varian 8/256 GB dan Rp5,9 juta untuk 12/256 GB. Bandingkan dengan varian non-Pro yang lebih murah hingga Rp1,5 juta, tentu publik bertanya: apa yang membuat Note 60 Pro begitu spesial?
Infinix Note 60 Pro mencetak sejarah sebagai HP Infinix pertama yang menggunakan prosesor Snapdragon. Selama ini, lini Note identik dengan MediaTek. Keputusan beralih ke Snapdragon inilah yang menjadi alasan utama lonjakan harga.
Namun, apakah penggunaan Snapdragon benar-benar membuat Infinix Note 60 Pro jauh lebih unggul dibanding versi reguler?
Snapdragon 7s Gen 4 Jadi Daya Tarik Utama
Sektor paling mencolok tentu ada di dapur pacu. Infinix Note 60 Pro ditenagai Snapdragon 7s Gen 4 5G. Ini pertama kalinya seri Note mengusung chipset Snapdragon, lengkap dengan branding resmi Qualcomm di bodinya.
Secara benchmark, peningkatan performa memang terlihat. Skor AnTuTu menyentuh sekitar 1,1 juta poin, naik sekitar 20 persen dibanding versi non-Pro yang berada di kisaran 960 ribuan.
Namun dalam praktik gaming, peningkatan ini tidak selalu terasa signifikan. Untuk game ringan seperti Mobile Legends, keduanya sama-sama mampu berjalan di 120 fps stabil. Saat memainkan Genshin Impact di setting lowest, performanya cenderung stabil di 30–40 fps, mirip versi non-Pro.
Artinya, meski angka benchmark naik, pengalaman gaming belum tentu melonjak drastis.
Layar 1,5K AMOLED 144Hz, Sama Persis dengan Versi Polos
Menariknya, layar Infinix Note 60 Pro identik dengan varian reguler. Panel AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 144Hz tetap dipertahankan.
Kecerahan maksimal mencapai 4.500 nits peak brightness dan 1.600 nits HBM, membuat layar tetap terbaca jelas di bawah sinar matahari. Perlindungan sudah menggunakan Corning Gorilla Glass 7i.
Secara visual, sulit membedakan kualitas layar antara versi Pro dan non-Pro karena memang spesifikasinya sama.
Active Matrix LED yang Bisa Dikustom
Salah satu pembeda paling unik ada di bagian belakang. Infinix Note 60 Pro dibekali Active Matrix Display, LED animasi interaktif di modul kamera.
Pengguna bisa mengatur animasi notifikasi, efek charging, hingga menampilkan jam atau tulisan kustom. Bahkan tersedia mini game sederhana langsung di panel LED tersebut.
Fitur ini memberi kesan futuristik dan berbeda dibanding varian reguler yang hanya memiliki Active Halo Lighting biasa.
Baterai 6.500 mAh dengan Fast Charging 90W
Kapasitas baterai tetap sama, 6.500 mAh. Namun kecepatan pengisian daya meningkat drastis.
Infinix Note 60 Pro mendukung fast charging 90W, dua kali lebih cepat dibanding versi non-Pro yang hanya 45W. Selain itu, tersedia wireless charging 30W dan reverse wireless 5W.
Ini menjadi salah satu keunggulan yang cukup jarang ditemukan di kelas harga Rp5 jutaan.
Kamera 50MP OIS, Unggul di Low Light
Secara spesifikasi, kamera utama 50MP OIS terlihat sama dengan versi reguler. Namun pemrosesan gambar Snapdragon memberi sedikit perbedaan.
Dalam kondisi terang, hasil foto kedua varian relatif mirip. Namun saat low light, Note 60 Pro tampil lebih konsisten. Warna lebih cerah, detail lebih terjaga, dan noise lebih terkendali.
Kamera depan juga menarik karena mampu merekam hingga 4K 30 fps, lengkap dengan stabilisasi yang tetap mempertahankan resolusi 4K meski sedikit crop.
Desain Premium dengan Frame Metal
Seperti versi reguler, Infinix Note 60 Pro tetap menggunakan frame metal yang kokoh. Bobotnya sekitar 201 gram dengan ketebalan 7,45 mm.
Pilihan warna tersedia empat varian: Miss Titanium, Deep Ocean Blue, Solar Orange, dan Mocha Brown. Desainnya sekilas mirip generasi sebelumnya namun modul kamera kini berorientasi horizontal.
Speaker stereo hasil kolaborasi JBL tetap dipertahankan, dengan karakter bass yang cukup terasa meski detail vokal belum sepenuhnya tajam.
Layak Tambah Rp1,5 Juta?
Kenaikan harga hampir Rp1,5 juta dari versi reguler membuat banyak konsumen berpikir ulang. Peningkatan yang didapat mencakup:
-
Snapdragon 7s Gen 4
-
Fast charging 90W
-
Active Matrix LED
-
Performa kamera low light sedikit lebih baik
Namun layar, baterai, desain dasar, hingga pengalaman gaming terasa sangat mirip.
Di harga hampir Rp6 juta, kompetitor seperti Redmi Note 15 Pro+ dan lini Poco F series menawarkan performa tinggi, kamera 200MP, hingga sertifikasi IP68.
Kesimpulannya, Infinix Note 60 Pro adalah langkah berani keluar dari zona nyaman. Snapdragon memang memberi peningkatan, terutama di fotografi malam hari. Tetapi dengan harga yang melonjak signifikan, keunggulannya terasa tidak seimpresif ketika seri Note bermain di harga Rp3 jutaan.
Editor : Novica Satya Nadianti