JAKARTA - BYD E6 2018 kembali mencuri perhatian pasar mobil listrik bekas. Unit yang sebelumnya digunakan sebagai armada taksi ini kini ditawarkan dengan harga Rp100 jutaan setelah melalui proses restorasi baterai dan pembaruan tampilan eksterior.
Kemunculan BYD E6 2018 ini menarik karena termasuk salah satu unit BYD tertua yang sudah beredar di Indonesia sebelum kehadiran dealer resmi pada 2023–2024. Mobil ini sudah masuk sejak 2018–2019 dan digunakan untuk operasional harian, terutama sebagai taksi listrik.
Menariknya, meski berstatus eks taksi dengan kilometer tinggi, BYD E6 2018 yang ditawarkan sudah melalui proses restorasi, terutama pada sektor baterai. Hal ini membuatnya kembali dilirik sebagai alternatif mobil listrik murah dengan kapasitas baterai besar.
Baterai 82 kWh, Klaim Jarak Tempuh 400 Km
Salah satu daya tarik utama mobil ini adalah penggunaan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 82 kWh. Secara klaim, jarak tempuhnya bisa mencapai 400 kilometer. Namun dalam penggunaan aktual, jaraknya berkisar 370–380 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Sistem baterainya masih modular, terdiri dari beberapa pack atau modul. Dengan desain seperti ini, proses restorasi dinilai lebih mudah karena tidak harus mengganti seluruh unit baterai jika ada modul yang bermasalah.
Dengan kapasitas sebesar itu, mobil ini tergolong unggul di kelas harga Rp100 jutaan. Sebagai perbandingan, banyak mobil listrik entry level dengan harga lebih tinggi justru memiliki kapasitas baterai lebih kecil.
Build Quality Tebal, Bobot 2,3 Ton
Secara konstruksi, mobil ini memiliki bobot sekitar 2,3 ton. Berat tersebut membuatnya terasa stabil saat dikendarai dan lebih “napak” di aspal. Suspensi belakang sudah menggunakan sistem multilink, sementara bagian depan memakai MacPherson strut.
Kaki-kaki diklaim masih dalam kondisi baik dan nyaman digunakan. Build quality menjadi salah satu poin yang ditekankan. Material bodi disebut tebal dan kokoh, berbeda dengan beberapa mobil lain yang dinilai memiliki pelat bodi lebih tipis.
Dimensinya juga cukup besar dengan lebar 1,8 meter. Lebar ini setara dengan Toyota Innova, sehingga kabinnya terasa lega untuk lima penumpang. Mobil ini memang hanya memiliki dua baris bangku dengan konfigurasi lima tempat duduk.
Eksterior Dirapikan, Interior Fungsional
Unit yang ditawarkan sudah mendapatkan sentuhan baru pada bagian eksterior. Seluruh bodi dibungkus wrapping warna putih gold, sementara atap dicat hitam untuk memberi kesan two tone. Headlamp juga dimodifikasi dengan tambahan running light yang bisa berganti mode warna.
Seluruh lampu, baik depan maupun belakang, sudah menggunakan LED. Tampilan sampingnya bahkan disebut-sebut sedikit mengingatkan pada desain Mini Cooper, meski dengan proporsi berbeda.
Masuk ke dalam kabin, tampilannya memang tidak mewah. Namun untuk kelas harga Rp100 jutaan, fitur yang ditawarkan tergolong lengkap. Tersedia layar audio, cruise control, lampu otomatis, serta sistem keyless.
Panel instrumen menampilkan persentase baterai, jarak tempuh, dan indikator peringatan. Rem parkir sudah menggunakan tombol elektrik. Transmisinya otomatis single speed, khas mobil listrik generasi awal yang masih menggunakan sistem reduksi sebelum langsung ke motor penggerak.
Sistem audio juga diklaim memiliki kualitas suara yang baik, dengan speaker terpasang hingga ke pintu belakang.
Harga Rp100 Jutaan, Siap Nego
Unit ini ditawarkan dengan harga Rp100 juta dan masih membuka ruang negosiasi tipis. Harga tersebut jauh lebih rendah dibanding harga awal saat pertama kali masuk Indonesia yang mencapai kisaran Rp700 jutaan.
Penjual menyebut harga murah ini disesuaikan dengan status eks taksi dan kebutuhan untuk mendanai restorasi unit mobil listrik lainnya. Meski begitu, dengan baterai yang sudah direstorasi dan tampilan yang diperbarui, mobil ini diklaim masih sangat layak pakai.
Bagi konsumen yang mencari mobil listrik murah dengan kapasitas baterai besar, kabin lega, dan build quality solid, BYD E6 2018 bisa menjadi opsi menarik di pasar mobil listrik bekas Indonesia.
Editor : Novica Satya Nadianti