Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review 3 Bulan Pakai BYD Atto 1, Sudah 1.000 Km Lebih: Ini Plus Minus Mobil Listrik Rp200 Jutaan!

Novica Satya Nadianti • Senin, 2 Maret 2026 | 17:35 WIB

Review BYD Atto 1 setelah 1.000 km: plus minus, konsumsi baterai, dan kenyamanan mobil listrik Rp200 jutaan.
Review BYD Atto 1 setelah 1.000 km: plus minus, konsumsi baterai, dan kenyamanan mobil listrik Rp200 jutaan.

JAKARTA - BYD Atto 1 semakin sering terlihat di jalanan setelah resmi mengaspal sebagai salah satu mobil listrik paling terjangkau di Indonesia. Dengan harga di kisaran Rp200 jutaan, model ini langsung menarik perhatian konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Kali ini, pengalaman penggunaan BYD Atto 1 selama hampir tiga bulan dan menempuh lebih dari 1.000 km dibagikan oleh reviewer kanal Best Indo Car. Mobil yang digunakan merupakan varian Premium, dipilih karena kapasitas baterai lebih besar serta fitur interior yang lebih lengkap.

Selama pemakaian harian, termasuk perjalanan dalam kota hingga tol Jakarta–Bekasi, BYD Atto 1 menunjukkan sejumlah kelebihan yang mengejutkan. Namun, ada pula beberapa catatan minus yang patut diperhatikan calon pembeli.

Minus: Detail Kecil yang Terasa

Catatan pertama ada pada akses keyless entry. Tombol sensor hanya tersedia di pintu pengemudi. Artinya, saat ingin membuka pintu penumpang depan, pengguna tetap harus menggunakan remote atau kartu NFC. Dalam kondisi membawa barang atau bersama anak kecil, hal ini dinilai kurang praktis.

Di bagian kap depan, sempat viral adanya lubang terbuka di area kolong. Jika melewati genangan air, dikhawatirkan kotoran atau daun kecil bisa masuk dan tertinggal. Solusinya, pemilik dapat meminta penutupan lubang tersebut saat servis pertama.

Dari sisi keselamatan, mobil ini memungkinkan perpindahan ke posisi Drive tanpa sabuk pengaman terpasang. Selain itu, peringatan seat belt berbunyi sejak kecepatan 10 km/jam, lebih sensitif dibanding model lain seperti BYD Seal yang baru aktif di 20 km/jam.

Kaca spion juga belum auto retractable. Padahal fitur ini cukup penting untuk kondisi parkir di perkotaan. Meski demikian, spion sudah dilengkapi pemanas (heater) yang bisa diaktifkan melalui pengaturan AC.

Rasa pengereman menjadi catatan berikutnya. Menurut pengalaman pemilik, pedal rem perlu diinjak lebih dalam agar terasa pakem, terutama saat melaju di kecepatan tinggi. Hal ini membuat pengemudi perlu adaptasi ekstra.

Terakhir, kaca film bawaan dinilai kurang optimal dalam meredam panas. Beberapa pengguna memilih menggantinya demi kenyamanan kabin yang lebih baik.

Plus: Driving Quality di Atas Ekspektasi

Di balik sejumlah kekurangan, BYD Atto 1 justru menawarkan banyak nilai plus. Driving quality menjadi salah satu yang paling menonjol. Bantingan suspensi terasa nyaman, setir presisi, dan kabin cukup kedap untuk kelas harganya.

Motor listriknya memang tidak besar, namun respons tenaga dinilai cukup untuk penggunaan harian maupun tol. Karakter akselerasinya dibuat menyerupai mobil bensin, sehingga transisi dari kendaraan konvensional ke listrik terasa natural.

Fitur juga tergolong melimpah. Wireless Apple CarPlay dan Android Auto sudah tersedia. Mobil ini juga mendukung aplikasi smartphone untuk mengatur AC, memantau status baterai, hingga mengunci kendaraan dari jarak jauh.

Kamera mundur sudah dilengkapi dynamic guide line yang mengikuti arah setir. Fitur auto headlamp turut melengkapi kenyamanan berkendara.

Kabin Lega dan Fungsional

Salah satu kejutan terbesar ada di ruang kabin. Untuk ukuran city car listrik, legroom belakang terasa lega. Bahkan masih cukup nyaman meski dipasang child seat.

Bagasi pun memadai, meski sebagian ruang terpakai untuk kabel pengisian daya dan tire repair kit. Sayangnya, kursi belakang belum dilengkapi ventilasi AC maupun speaker tambahan.

Baterai Kecil, Range Mengejutkan

Varian Premium dibekali baterai sekitar 36 kWh dengan klaim jarak tempuh 360 km standar NEDC. Secara teori, angka riil biasanya lebih rendah 20–25 persen. Namun pengalaman penggunaan menunjukkan hasil berbeda.

Dalam perjalanan pulang-pergi Jakarta–Bekasi sekitar 100 km, konsumsi baterai hanya berkurang 25 persen. Artinya, secara kasar mobil ini berpotensi menempuh hingga 400 km dalam kondisi ideal.

Untuk pengisian daya, kapasitas baterai yang tidak terlalu besar justru menguntungkan. Pengguna cukup memakai charger bawaan (granny charger) 2.200 watt tanpa perlu wall charger khusus. Dalam 7–8 jam, baterai bisa terisi sekitar 50 persen.

Value for Money Kuat

Dengan kombinasi harga terjangkau, fitur lengkap, dan efisiensi tinggi, BYD Atto 1 dinilai menawarkan value for money yang sangat kuat. Biaya operasional rendah menjadi alasan utama mobil ini dipilih sebagai kendaraan operasional kantor.

Meski ada beberapa kekurangan minor, secara keseluruhan mobil listrik ini dianggap memuaskan untuk penggunaan harian. Bagi konsumen yang mencari mobil listrik praktis, efisien, dan ramah kantong, Atto 1 layak masuk daftar pertimbangan.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#BYD Atto 1 interior #BYD Atto 1 Bergelimang Fitur Canggih #BYD Atto 1 harga #BYD Atto 1 jarak tempuh #byd atto 1