Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review BYD M6: MPV Listrik 7-Seater Rp370 Jutaan, Range 530 Km, Fitur Melimpah tapi Rasa Setir dan Rem Jadi Catatan

Novica Satya Nadianti • Senin, 2 Maret 2026 | 18:05 WIB

Review BYD M6, MPV listrik 7-seater Rp370 jutaan, range 530 km, fitur lengkap tapi rasa setir dan rem jadi sorotan.
Review BYD M6, MPV listrik 7-seater Rp370 jutaan, range 530 km, fitur lengkap tapi rasa setir dan rem jadi sorotan.

JAKARTA – BYD M6 kembali menjadi sorotan sebagai MPV listrik tujuh penumpang dengan harga yang disebut “tidak masuk akal”. Bagaimana tidak, BYD M6 dibanderol mulai Rp370 jutaan untuk varian standar dan sekitar Rp419 jutaan untuk tipe tertinggi. Di kelas MPV full electric, angka ini praktis belum punya lawan sepadan.

Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik, BYD M6 langsung menyedot perhatian. Mobil ini memang bukan nama baru. Generasi awalnya sudah ada sejak 2010 dalam versi mesin bensin. Kemudian pada 2017 muncul generasi kedua dengan desain lebih modern. Namun versi full listriknya baru benar-benar hadir pada 2024 dengan tampilan seperti yang beredar saat ini.

Secara desain, BYD M6 terlihat modern dan proporsional. Dimensinya sekitar 4,7 meter dengan wheelbase 2.800 mm, membuatnya terasa pas untuk keluarga Indonesia. Ground clearance 170 mm juga tergolong aman untuk berbagai kondisi jalan, termasuk polisi tidur dan jalan kurang rata.

Fitur Lengkap, Harga Sulit Ditandingi

Dengan harga Rp370–419 jutaan, BYD M6 sudah dibekali lampu LED lengkap dengan DRL, kamera 360 derajat, adaptive cruise control, roof rail dengan daya angkut hingga 80 kg, serta rem cakram depan-belakang.

Varian tertinggi hadir dalam konfigurasi enam penumpang dengan captain seat, sementara versi tujuh penumpang menggunakan bangku baris kedua model bench. Untuk keluarga besar, versi tujuh penumpang dinilai lebih fungsional.

Masuk ke kabin, nuansanya cukup mewah untuk kelas harga tersebut. Jok dilapisi kulit sintetis, kursi depan sudah dilengkapi ventilated seat, dan tersedia panoramic roof (fixed glass). Sistem hiburan mengandalkan layar besar yang bisa diputar vertikal-horizontal khas BYD, lengkap dengan Android Auto dan Apple CarPlay wireless.

Fitur ADAS juga cukup lengkap, mulai dari adaptive cruise control, blind spot monitoring, hingga berbagai pengaturan driving assist yang mudah diakses lewat layar.

Interior Luas, Tapi Desain Terasa Lawas

Meski fiturnya melimpah, ada beberapa catatan. Desain dashboard dan panel instrumen dinilai terlihat seperti mobil era 2011–2012. Material dashboard didominasi plastik keras, walau kualitas rakitannya tergolong solid dan minim bunyi.

Panel instrumen masih menggunakan model analog dengan MID di tengah, yang secara tampilan kalah modern dibanding mobil listrik lain di kelasnya. Namun dari sisi fungsional, informasi yang ditampilkan sudah cukup lengkap termasuk TPMS.

Ruang kabin sendiri tergolong lega. Baris kedua nyaman, meski posisi paha sedikit terangkat karena lantai tinggi akibat baterai di bawahnya. Baris ketiga masih layak untuk penumpang dewasa dengan tinggi sekitar 165–170 cm, walau idealnya untuk anak-anak dalam perjalanan jauh.

Performa 200 HP, Akselerasi 8,6 Detik

Soal performa, BYD M6 dibekali motor listrik bertenaga 200 HP dengan torsi 310 Nm yang disalurkan ke roda depan. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim 8,6 detik untuk varian tertinggi, sementara versi standar sedikit lebih lambat.

Baterai berkapasitas sekitar 71 kWh mampu menempuh jarak hingga 530 km berdasarkan standar NEDC. Dalam penggunaan riil di Indonesia, estimasi realistisnya berada di kisaran 450–480 km.

Pengisian daya DC fast charging mendukung hingga 115 kW, sehingga waktu pengisian tergolong cepat untuk kapasitas baterai sebesar itu.

Suspensi Nyaman, Rem Terlalu Sensitif

Saat dikendarai di dalam kota, suspensi BYD M6 terasa empuk dan solid. Bantingannya disebut terasa “mewah” dan tidak menimbulkan bunyi berlebih. Kabinnya pun tergolong kedap, meski belum menggunakan kaca double glass.

Namun karakter rem menjadi salah satu kritik utama. Pedal rem terasa sangat sensitif, sehingga perlu adaptasi agar pengereman halus. Selain itu, rasa setir juga dinilai kurang natural dibanding model BYD lain seperti Seal atau Dolphin.

Regenerative braking tersedia, tetapi efeknya tidak terlalu kuat dan tidak dilengkapi fitur i-pedal (one pedal driving). Jadi, pengemudi tetap perlu mengandalkan pedal rem dalam kondisi macet.

Layak Dibeli?

Secara keseluruhan, BYD M6 menawarkan value for money yang sangat kuat. Dengan harga mulai Rp370 jutaan, konsumen sudah mendapatkan MPV full listrik tujuh penumpang, fitur ADAS lengkap, tenaga besar, serta jarak tempuh panjang.

Komprominya ada pada desain interior yang terasa lawas, material dashboard keras, serta karakter setir dan rem yang butuh pembiasaan. Namun jika mempertimbangkan harga dan kelengkapan fitur, paket yang ditawarkan tetap sulit ditandingi di segmennya.

Bagi keluarga yang mencari MPV listrik untuk penggunaan harian dalam kota maupun perjalanan jarak menengah, BYD M6 menjadi opsi yang sangat menarik—selama siap beradaptasi dengan karakter berkendaranya.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#BYD M6 jarak tempuh #mobil listrik #BYD M6 2024 #BYD M6 #BYD M6 harga