Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

BYD Sealion 7 Resmi Mengaspal, Harga Lebih Murah dari Seal tapi Tenaga 522 HP!

Novica Satya Nadianti • Senin, 2 Maret 2026 | 18:40 WIB

BYD Sealion 7 hadir lebih murah dari Seal. Tenaga 522 HP, 0–100 km/jam 4,2 detik dan fitur melimpah, bikin rival ketar-ketir.
BYD Sealion 7 hadir lebih murah dari Seal. Tenaga 522 HP, 0–100 km/jam 4,2 detik dan fitur melimpah, bikin rival ketar-ketir.

JAKARTA – BYD Sealion 7 resmi hadir dan langsung mengguncang pasar mobil listrik nasional. Mobil ini disebut-sebut menjadi penyebab harga mobil listrik bekas anjlok, termasuk sang “saudara”, BYD Seal. Dengan dimensi lebih besar, fitur lebih lengkap, dan harga lebih murah dari Seal, kehadiran BYD Sealion 7 jelas memicu “perang” baru di segmen SUV listrik Rp 700–800 jutaan.

BYD Sealion 7 pertama kali diperkenalkan di ajang IMS 2025. Banyak yang memprediksi harganya akan berada di atas Seal karena arsitekturnya mirip, performanya setara, namun bodinya lebih besar dan fiturnya lebih kaya. Namun kejutan datang ketika BYD justru memasang harga di bawah Seal. Strategi ini membuat pasar langsung bereaksi, bahkan harga bekas Seal keluaran 2024 dikabarkan terkoreksi tajam.

Secara positioning, BYD Sealion 7 bukan sedan seperti BYD Seal, melainkan SUV bergaya crossover shooting brake. Dimensinya lebih panjang 30 mm, lebih lebar 50 mm, dan lebih tinggi 160 mm dibanding Seal. Ground clearance juga naik menjadi 163 mm, lebih ramah untuk kondisi jalan Indonesia dibanding Seal yang relatif rendah.

Dua Varian, Tenaga hingga 522 HP

BYD Sealion 7 hadir dalam dua varian. Tipe Premium menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan satu motor listrik bertenaga 308 HP dan torsi 390 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim 6,7 detik dengan jarak tempuh hingga 567 km.

Sementara varian Performance AWD memakai dual motor dengan sistem all wheel drive. Total tenaganya mencapai 522 HP dan torsi 690 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim 4,5 detik. Menariknya, dalam pengujian media, angka aktual justru tembus 4,2 detik.

Keduanya memakai baterai 82,56 kWh. Pengisian daya DC fast charging mendukung hingga 150 kW (arsitektur 400 volt untuk pasar Indonesia), memungkinkan pengisian dari kosong ke penuh dalam waktu kurang dari satu jam dalam kondisi ideal.

Lebih Besar, Lebih Praktis

Sebagai SUV, Sealion 7 menawarkan bagasi hampir 500 liter dan bisa diperluas hingga 520 liter. Tersedia juga frunk di depan untuk menyimpan barang berukuran sedang.

Kabin belakang terasa lega. Penumpang dengan tinggi 177 cm masih mendapatkan legroom dan headroom memadai. Tersedia ventilasi AC belakang, dua port USB, serta armrest yang nyaman. Posisi duduk lebih tinggi dibanding Seal membuat visibilitas depan terasa lebih baik.

Interiornya modern dan futuristis. Layar infotainment besar khas BYD bisa diputar portrait atau landscape. Panel instrumen digital menyatu rapi dengan dashboard. Material kabin terasa solid dengan banyak sentuhan soft touch.

Menariknya, BYD tetap mempertahankan sejumlah tombol fisik untuk fungsi penting seperti pengaturan volume, mode berkendara, hingga pengaturan spion. Pendekatan ini dinilai lebih ergonomis dibanding mobil lain yang serba layar sentuh.

Rasa Berkendara: Sporty dan Stabil

Dalam pengujian, varian Performance terasa sangat responsif saat launch control. Akselerasi instan muncul ketika pedal gas diinjak penuh dari posisi diam.

Karakter suspensinya cenderung lebih firm dibanding Seal. Memang tidak semewah bantingan SUV seperti Hyundai Ioniq 5, namun justru terasa lebih stabil saat kecepatan tinggi dan manuver agresif. Body roll minim dan pengendalian mantap, sesuai dengan tenaga di atas 500 HP.

Konsumsi energi selama pengujian jarak lebih dari 300 km tercatat sekitar 6,5 km/kWh. Dengan baterai 82,56 kWh, jarak tempuh riil berada di kisaran 480–530 km, tergantung gaya berkendara.

Fitur Melimpah, Ada Kekurangan

Sealion 7 dibekali sistem ADAS lengkap yang bisa diatur secara individual. Pengguna dapat memilih hanya mengaktifkan peringatan tanpa pengereman otomatis, atau mematikannya sepenuhnya.

Namun ada beberapa catatan. Tidak tersedia mode one pedal driving. Regenerative braking hanya memiliki dua level dan tidak bisa menghentikan mobil sepenuhnya. Selain itu, mobil ini tidak memiliki wiper belakang serta belum dilengkapi fitur walk away lock.

Sistem driver monitoring juga dinilai terlalu sensitif. Kamera infra merah akan memberi peringatan saat pengemudi dianggap tidak fokus, bahkan ketika hanya melirik spion.

Mengguncang Peta Persaingan

Di segmen harga Rp 700–800 jutaan, Sealion 7 menjadi ancaman serius. Dibanding Ioniq 5 yang tenaganya 217 HP atau Hyptec HT yang berada di kisaran 320 HP, Sealion 7 menawarkan performa jauh lebih tinggi dengan harga kompetitif.

Dengan kombinasi dimensi besar, performa 522 HP, fitur lengkap, serta banderol lebih murah dari Seal, BYD Sealion 7 layak disebut sebagai benchmark baru SUV listrik di kelasnya.

Perang harga dan teknologi resmi dimulai. Dan saat ini, Sealion 7 berada di garis depan.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#BYD Sealion 7 #BYD Sealion 7 Indonesia #BYD Sealion 7 Performance