JAKARTA - Review BYD Sealion 7 langsung mencuri perhatian di hari pertama Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. SUV listrik terbaru dari BYD ini resmi meluncur dengan desain sporty ala coupe, tenaga hingga 522 horsepower, serta harga mulai Rp629 juta.
Dalam review BYD Sealion 7 kali ini, mobil yang namanya terdengar seperti grup band era 90-an itu hadir dalam dua varian: Premium dan Performance. Keduanya sama-sama dibekali baterai berkapasitas 82,56 kWh, namun berbeda pada konfigurasi motor listrik dan performanya.
Varian Premium mengusung single motor dengan tenaga 308 hp dan torsi 390 Nm. Sementara varian Performance sudah memakai dual motor all wheel drive dengan total tenaga 522 hp dan torsi 690 Nm. Soal akselerasi, versi Performance mampu melesat 0–100 km/jam dalam 4,5 detik, sedangkan Premium mencatat 6,7 detik.
Dimensi Besar, Gaya SUV Coupe
Secara tampilan, Sealion 7 tampil berbeda dibanding SUV konvensional. Siluet sampingnya lebih menyerupai SUV coupe dengan garis atap melandai. Panjang mobil ini mencapai 4.830 mm dengan wheelbase 2.930 mm, membuatnya masuk kategori SUV besar, meski belum menyentuh 5 meter.
Velg 20 inci terpasang pada varian Performance, sementara Premium menggunakan velg 19 inci. Desain belakangnya sudah mengusung lampu LED menyambung khas mobil listrik modern.
Untuk jarak tempuh, varian Premium diklaim mampu menempuh 567 km (NEDC), sedangkan Performance 542 km (NEDC). Angka ini tergolong baik untuk kapasitas baterai 82,56 kWh, meski belum bisa dibilang spektakuler di kelasnya.
Menariknya, kemampuan DC fast charging mobil ini mendukung hingga 150 kW, membuat waktu pengisian daya lebih kompetitif saat digunakan perjalanan jarak jauh.
Kabin Empuk dan Serba Digital
Masuk ke interior, kesan pertama yang terasa adalah dominasi material empuk di hampir seluruh area. Jok, door trim, hingga konsol tengah terasa lembut dan premium. Kabin didominasi layar sentuh besar berukuran 15,6 inci yang bisa diputar vertikal maupun horizontal, ciri khas mobil BYD.
Fitur Apple CarPlay dan Android Auto sudah tersedia secara wireless. Pengaturan AC mayoritas dilakukan melalui layar, meski beberapa tombol fisik penting seperti pengaturan spion, shifter, mode berkendara, hingga auto hold masih tersedia di konsol tengah.
Setir flat bottom dilengkapi kontrol audio dan adaptive cruise control. Head Up Display juga hadir untuk menampilkan informasi kecepatan dan navigasi langsung di kaca depan.
Wireless charging 50 watt tersedia di konsol tengah, dilengkapi dua cup holder yang bisa diatur kedalamannya. Di bawah konsol, tersedia port USB A, USB C, serta power outlet 12V.
Panoramic sunroof besar turut memperkuat kesan premium. Berbeda dengan model BYD sebelumnya, sunroof Sealion 7 sudah dilengkapi tirai elektrik yang lebih praktis.
Ruang Belakang Lega, Bagasi Luas
Baris kedua menawarkan ruang kaki dan kepala yang lega. Lantai rata khas mobil listrik membuat penumpang tengah tetap nyaman. Sandaran kursi bisa direbahkan, meski mekanismenya masih manual.
Tersedia ventilasi AC belakang serta satu port USB A dan USB C. Namun, visibilitas ke depan dari bangku belakang terasa sedikit terhalang karena desain jok depan yang besar dan posisi duduk relatif rendah.
Bagasi belakang cukup luas dan memiliki kompartemen tambahan di bawah lantai untuk menyimpan peralatan darurat. Jok belakang bisa dilipat untuk memperluas kapasitas angkut.
Harga dan Posisi di Pasar
Untuk harga, varian Premium dibanderol Rp629 juta, sedangkan varian Performance menyentuh Rp719 juta. Angka ini memang tidak murah untuk ukuran mobil asal Tiongkok, tetapi sebanding dengan fitur, kapasitas baterai, dan performa yang ditawarkan.
Jika dibandingkan kompetitor di kelas SUV listrik Rp600–700 jutaan, Sealion 7 menawarkan kombinasi desain sporty, kabin premium, performa buas, serta fitur modern yang lengkap.
Namun, pengujian menyeluruh terkait kenyamanan berkendara dan konsumsi energi masih perlu dilakukan lebih dalam. Review kali ini masih sebatas first impression di ajang pameran.
Dengan spesifikasi tersebut, Sealion 7 jelas menjadi salah satu SUV listrik paling menarik yang meluncur di IIMS 2025 dan berpotensi menggoda konsumen yang menginginkan performa tinggi tanpa harus menembus harga miliaran rupiah.
Editor : Novica Satya Nadianti