JAKARTA – Ancaman Jenderal Israel ke Indonesia di tengah memanasnya konflik Israel Iran memicu keprihatinan luas. Pernyataan itu datang dari seorang petinggi militer Israel yang secara terbuka memperingatkan Indonesia agar tidak ikut campur dalam eskalasi di Timur Tengah.
Ancaman Jenderal Israel ke Indonesia tersebut disampaikan Mayor Jenderal Jacob Aril Asyabi dalam wawancara tertulis yang dikutip kantor berita Yerusalem Straight. Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki jaringan global dan meminta Indonesia fokus pada urusan domestik.
Pernyataan itu langsung dikaitkan dengan konflik Israel Iran yang kian membara setelah saling serang antara Teheran, Tel Aviv, dan sekutu masing-masing. Situasi geopolitik ini membuat banyak negara, termasuk Indonesia, ikut memantau dengan serius perkembangan yang terjadi.
Dalam pernyataannya, Asyabi menyebut personelnya berada di berbagai kawasan dunia, mulai Eropa, Asia, hingga Afrika. Ia memperingatkan Indonesia agar tidak mencampuri urusan Israel. Bahkan, ia melontarkan kalimat bernada keras yang memicu kegelisahan diplomatik.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi panas setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Iran mengklaim menghujani enam pangkalan militer AS dengan rudal dan drone.
Sementara itu, Presiden AS saat itu, Donald Trump, memastikan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan. Namun klaim tersebut memicu polemik internasional dan belum sepenuhnya terverifikasi.
Di sisi lain, Iran juga mengklaim berhasil menargetkan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln. Klaim ini langsung dibantah Washington yang menyatakan kapal tersebut tetap beroperasi normal.
Tujuh Negara Terdampak Serangan Iran. Eskalasi konflik Israel Iran tidak hanya berdampak pada dua negara tersebut. Serangan balasan Teheran disebut memengaruhi sedikitnya tujuh negara di kawasan.
Pertama, Uni Emirat Arab. Beberapa titik strategis dilaporkan terdampak, termasuk Bandara Internasional Dubai dan kawasan pelabuhan Jebel Ali. Empat staf dilaporkan mengalami luka-luka.
Kedua, Bahrain. Pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS menjadi sasaran rudal. Kedutaan Besar AS di negara tersebut sempat menutup operasionalnya.
Ketiga, Qatar. Serangan dilaporkan merusak sistem radar di pangkalan militer Al-Udeid dekat Doha. Sedikitnya delapan orang terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Keempat, Kuwait yang menjadi lokasi penempatan ribuan tentara AS. Ledakan dilaporkan terdengar di beberapa titik strategis.
Kelima, Irak. Ledakan keras terdengar di dekat Bandara Arbil, wilayah yang menjadi markas pasukan koalisi pimpinan AS di Kurdistan.
Keenam, Yordania. Rudal Iran sempat memasuki wilayah udara negara tersebut, namun berhasil dicegat sistem pertahanan sebelum mencapai sasaran.
Prabowo Tawarkan Diri Jadi Juru Runding. Di tengah memanasnya konflik Israel Iran dan munculnya ancaman Jenderal Israel ke Indonesia, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomatik.
Prabowo menawarkan diri menjadi juru runding atau mediator perdamaian. Tawaran tersebut mendapat apresiasi dari Kedutaan Besar Iran di Indonesia yang menyebut Indonesia konsisten dalam membela isu kemanusiaan dan umat Islam.
Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menyatakan kesiapan menerima kunjungan Prabowo ke Teheran untuk membuka jalur mediasi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Indonesia menjaga stabilitas global sekaligus menunjukkan posisi politik luar negeri bebas aktif.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, turut menyoroti dampak konflik terhadap harga minyak dunia dan ekonomi global. Sementara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan,
Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya memastikan keselamatan penerbangan sipil setelah sejumlah bandara di Timur Tengah ditutup.
Ketegangan yang terus meningkat ini memperlihatkan betapa konflik Israel Iran berpotensi menyeret lebih banyak negara jika tidak segera diredam. Ancaman Jenderal Israel ke Indonesia pun menjadi alarm bahwa dinamika geopolitik global bisa berdampak langsung pada Tanah Air.
Indonesia kini berada di persimpangan: menjaga prinsip kedaulatan dan solidaritas kemanusiaan, sekaligus memastikan keamanan nasional tetap terjaga di tengah pusaran konflik Timur Tengah yang semakin kompleks. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana