Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review BYD Atto One: Harga Rp195 Juta Rasa Bukan LCGC, Suspensi Empuk dan Fitur Melimpah!

Novica Satya Nadianti • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:46 WIB

Review BYD Atto One harga Rp195 juta, rasa berkendara nyaman dan fitur melampaui LCGC.
Review BYD Atto One harga Rp195 juta, rasa berkendara nyaman dan fitur melampaui LCGC.

JAKARTA - Review BYD Atto One langsung menyita perhatian sejak mobil ini meluncur di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS). Bukan karena dimensinya yang mungil, melainkan banderolnya yang mengejutkan.

Di saat harga mobil LCGC terus merangkak naik, BYD Atto One hadir mulai Rp195 juta untuk varian Dynamic dan Rp235 juta untuk varian Premium.

Review BYD Atto One kali ini mencoba menjawab rasa penasaran publik. Apakah mobil listrik dengan harga “LCGC rasa EV” ini benar-benar layak dibeli? Atau sekadar sensasi harga murah dari pabrikan Tiongkok, BYD?

Secara tampilan, desainnya cukup mencolok. Garis bodi tegas dan lampu LED dengan DRL memberi kesan modern. Bahkan sekilas proporsinya disebut-sebut mirip mobil supercar versi mini.

Meski begitu, proporsi bodinya memang terasa unik, mengingat panjangnya hanya 3.925 mm dengan wheelbase 2.500 mm.

Spesifikasi dan Perbedaan Varian

Varian Dynamic dibekali baterai 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh 300 km. Sementara Premium menggunakan baterai 38,8 kWh dengan klaim 380 km. Keduanya memakai standar pengisian CCS untuk DC fast charging.

Untuk AC charging, keduanya mendukung hingga 6.600 watt. Namun pada DC fast charging, Dynamic mentok di 30 kW, sedangkan Premium bisa hingga 40 kW.

Motor listriknya menghasilkan tenaga 74 HP atau 55 kW dengan torsi 135 Nm, disalurkan ke roda depan melalui transmisi single speed. Secara angka memang tidak besar, tetapi cukup untuk penggunaan harian di perkotaan.

Perbedaan signifikan juga terasa di fitur. Varian Premium mendapat setir berlapis kulit dengan tilt dan telescopic, jok elektrik enam arah, serta wireless charger. Sementara Dynamic masih menggunakan jok manual berbahan fabric dan setir tanpa pengaturan telescopic.

Interior Modern dengan Sentuhan Digital

Masuk ke kabin, kesan modern langsung terasa. Layar tengah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Bahkan tersedia fitur hiburan seperti YouTube dan aplikasi tambahan yang bisa diunduh.

Pengaturan AC memang menggunakan angka, bukan derajat suhu, namun kontrolnya tetap mudah diakses lewat shortcut bar di bagian bawah layar.

Meski beberapa fungsi seperti electronic parking brake dan auto hold dioperasikan lewat layar, masih tersedia tombol fisik untuk fitur penting seperti volume dan defogger.

Instrumen cluster minimalis menampilkan informasi konsumsi energi, TPMS, jarak tempuh tersisa, hingga rata-rata kecepatan. Konsumsi rata-rata yang tercatat berada di kisaran 10 kWh per 100 km atau mendekati 10 km per kWh—cukup sesuai klaim pabrikan.

Soal kepraktisan, tersedia dua cup holder, USB A, USB C, power outlet 12V, hingga micro SD slot. Bagasi cukup lega untuk mobil di kelasnya, meski belum dilengkapi ban serep dan hanya menyediakan tire repair kit.

Rasa Berkendara: Lebih Baik dari LCGC

Bagian paling menarik dalam review BYD Atto One tentu impresi berkendaranya. Saat dikemudikan di dalam kota, mobil ini terasa jauh lebih senyap dibanding LCGC bermesin tiga silinder.

Suspensinya menjadi salah satu nilai plus terbesar. Berkat baterai yang diletakkan di bawah lantai, pusat gravitasi rendah membuat mobil terasa stabil. Bantingannya empuk untuk ukuran city car dan tidak terasa limbung berlebihan.

Rasa setir memang belum sekelas mobil Rp400 jutaan, tetapi jelas lebih solid dibanding mobil entry level bermesin bensin. Visibilitas cukup baik, dibantu kamera mundur yang kualitasnya memadai.

Soal akselerasi, pengujian 0–100 km/jam mencatat waktu sekitar 14,12 detik tanpa AC. Tidak tergolong cepat, namun juga tidak terasa underpowered untuk pemakaian normal. Mode berkendara tersedia dalam pilihan Eco, Normal, dan Sport.

Regen braking dapat diatur dalam mode Standard dan High. Mode High terasa paling nyaman karena efek deselerasinya pas tanpa membuat penumpang terkejut. Meski belum mendukung one pedal driving, sistem pengereman regeneratifnya cukup mudah diadaptasi.

Layak Dibeli?

Dengan harga Rp195 juta, BYD Atto One menawarkan paket yang sulit ditandingi. Fitur melimpah, kabin modern, konsumsi energi irit, serta kenyamanan yang melampaui ekspektasi mobil entry level.

Memang ada beberapa kompromi seperti rem yang terasa sensitif di kecepatan rendah dan pengaturan fitur berbasis layar. Namun secara keseluruhan, mobil ini terasa jauh di atas standar LCGC konvensional.

Bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik perkotaan dengan harga terjangkau, review BYD Atto One ini menunjukkan bahwa mobil tersebut bukan sekadar murah, tetapi juga matang sebagai produk.

Editor : Novica Satya Nadianti
#review BYD Atto 1 Indonesia #giias #Mobil listrik Murah #harga mobil listrik