Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru Rp3,135 Juta per Gram, Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Tajam

Isna Dzikirianti • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:16 WIB

Harga emas Antam melonjak ke Rp3.135.000 per gram. Konflik Timur Tengah dan ketidakpastian global memicu lonjakan harga logam mulia.
Harga emas Antam melonjak ke Rp3.135.000 per gram. Konflik Timur Tengah dan ketidakpastian global memicu lonjakan harga logam mulia.

JAKARTA-Harga emas Antam kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan awal pekan. Lonjakan tajam ini terjadi setelah situasi geopolitik global memanas akibat konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data aplikasi Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin (2/3/2026) melonjak hingga Rp50.000 per gram. Kini, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk itu dibanderol Rp3.135.000 per gram.

Kenaikan signifikan harga emas Antam tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir pekan lalu.

Kondisi geopolitik yang tidak stabil membuat investor kembali melirik emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven.

Tidak hanya harga jual yang melonjak, harga beli kembali atau buyback juga ikut terkerek. Saat ini, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.914.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp221.000 per gram. Lonjakan harga emas Antam ini membuat masyarakat mulai kembali melirik investasi emas.

Beberapa warga bahkan menilai kondisi ini sebagai peluang untuk mengambil keuntungan dari kenaikan harga logam mulia tersebut.

“Saat harga lagi tinggi seperti sekarang, mungkin ini waktu yang tepat untuk dijual dulu supaya dapat keuntungan,” ujar salah seorang warga yang ditemui saat memantau pergerakan harga emas.

Namun, ada pula masyarakat yang justru tertarik membeli emas ketika memiliki dana. Mereka melihat tren kenaikan emas sebagai peluang investasi jangka panjang yang menjanjikan.

“Kalau punya uang sih pasti tertarik investasi emas. Apalagi sekarang lagi naik banget,” kata warga lainnya.

Sebagian orang bahkan sudah memiliki rencana jika memperoleh keuntungan dari investasi emas tersebut. Mulai dari membuka usaha kecil hingga membangun bisnis sendiri.

“Kalau dapat untung dari emas, mungkin saya ingin buka usaha kecil seperti kafe atau usaha yang gampang dikelola,” ujar seorang investor ritel.

Konflik Timur Tengah Dorong Harga Emas

Kenaikan harga emas tidak lepas dari faktor geopolitik global yang sedang memanas. Konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya harga logam mulia di pasar internasional.

Corporate Secretary Antam, Wisnu, mengatakan bahwa kondisi perang atau konflik global biasanya membuat harga emas cenderung meningkat.

Hal ini terjadi karena investor mencari aset yang lebih aman. Menurutnya, selama konflik masih berlangsung, harga emas memiliki potensi untuk terus naik.

“Sekarang kita bisa melihat bahwa harga emas memang sedang naik. Kemungkinan kenaikan ini masih bisa berlanjut selama konflik atau perang masih terjadi,” jelasnya.

Selain konflik geopolitik, faktor ekonomi global juga ikut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Pengamat: Harga Emas Bisa Tembus Rp3,5 Juta per Gram

Pengamat komoditas Ibrahim Aswaibi menyebut lonjakan harga emas saat ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan terhadap kota strategis di Iran membuat pasar global menjadi lebih waspada.

Di sisi lain, kebijakan ekonomi Amerika Serikat juga ikut mempengaruhi pergerakan harga emas dunia. Rencana kebijakan perdagangan yang agresif dari Presiden Donald Trump disebut menambah ketidakpastian di pasar global.

Selain itu, kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga pada 2026 turut menjadi faktor pendorong harga emas.

“Fundamental inilah yang membuat harga emas dunia maupun logam mulia berpotensi kembali naik,” kata Ibrahim.

Ia juga menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah. Jika rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS, harga emas domestik berpotensi semakin terdongkrak.

Menurut Ibrahim, harga emas dunia bahkan berpeluang mengalami lonjakan lebih tinggi dalam waktu dekat.

“Setelah konflik di Timur Tengah, harga emas dunia berpotensi naik mendekati 5.500 dolar per troy ons,” ujarnya.

Jika tren ini berlanjut, harga emas Antam diperkirakan bisa menembus Rp3,2 juta per gram dalam waktu dekat.

Bahkan, pada Maret 2026, harga emas diprediksi berpotensi mencapai Rp3,5 juta per gram apabila konflik geopolitik masih terus berlangsung.

“Jika perang masih berkecamuk, level 6.000 dolar per troy ons bisa tercapai dan logam mulia berpotensi di kisaran Rp3,5 juta per gram,” tambahnya.

Dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas kembali membuktikan posisinya sebagai instrumen investasi yang paling dicari saat krisis melanda.(*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#harga logam mulia #pt aneka tambang (antam) #harga emas hari ini #harga emas antam #investasi emas