Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Prediksi IHSG Minggu Depan Tanggal 9–13 Maret 2026 Kini Berpotensi Rebound dari Area Demand, Tiga Saham Ini Dinilai Punya Peluang Cuan

Adinda Putri Sefiana • Senin, 9 Maret 2026 | 10:16 WIB

**Caption Gambar:**  Grafik ilustrasi pergerakan IHSG yang diprediksi berpotensi rebound pada pekan 9–13 Maret 2026 setelah mendekati area demand 7.367–7.506, dengan tiga saham yang dinilai menarik.
**Caption Gambar:** Grafik ilustrasi pergerakan IHSG yang diprediksi berpotensi rebound pada pekan 9–13 Maret 2026 setelah mendekati area demand 7.367–7.506, dengan tiga saham yang dinilai menarik.

JAKARTA - Prediksi IHSG minggu depan periode 9 – 13 Maret 2026 menunjukkan peluang rebound setelah tekanan pasar cukup kuat pada pekan sebelumnya. Meski sempat mengalami penurunan signifikan, analis teknikal menilai indeks masih memiliki potensi bangkit dari area demand kuat.

Dalam analisis teknikal IHSG yang terbaru, kini pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang terlihat melemah.

Sejumlah level support penting bahkan sempat ditembus. Namun, secara teknikal masih terdapat area demand yang diprediksi menjadi titik balik pergerakan indeks.

Selain membahas prediksi IHSG minggu depan, analis juga menyoroti tiga saham yang dinilai menarik untuk dipantau investor dalam beberapa hari perdagangan mendatang.

Saham-saham tersebut memiliki potensi teknikal untuk mengalami kenaikan apabila kondisi pasar mendukung.

Baca Juga: Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru Rp3,135 Juta per Gram, Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Tajam

IHSG Masih Downtrend, Tapi Potensi Rebound Terbuka

Pada perdagangan pekan sebelumnya, IHSG mengalami tekanan cukup besar. Bahkan dalam beberapa sesi perdagangan, indeks sempat turun hingga lebih dari 5 persen.

Secara teknikal, IHSG tercatat membentuk pola lower high dan lower low, yang menandakan tren penurunan masih berlangsung. Beberapa level support penting juga telah ditembus, termasuk area 8.100 dan 7.851.

Namun demikian, analis melihat adanya area demand kuat di kisaran 7.367 hingga 7.506. Area ini sebelumnya beberapa kali menjadi titik pantulan IHSG ketika terjadi tekanan besar di pasar.

Baca Juga: Update Harga Motor Listrik di Transmart Cibubur, Mulai Rp5 Jutaan hingga Rp21 Jutaan, Cek Daftar Lengkapnya!

Berdasarkan pola historis tersebut, ada kemungkinan IHSG akan kembali menguji area demand tersebut sebelum akhirnya berpotensi melakukan rebound.

“Selama IHSG masih berada di atas area demand tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju area resistensi sekitar 7.860,” jelas analis dalam pemaparannya.

Selain itu, tekanan jual dari investor asing juga dinilai tidak terlalu besar selama penurunan terjadi. Mayoritas aktivitas jual justru berasal dari investor domestik.

Saham KKGI Masuk Kategori High Risk

Salah satu saham yang dinilai menarik adalah KKGI. Namun saham ini masuk kategori berisiko tinggi karena masih berada dalam fase konsolidasi.

Secara teknikal, saham ini bergerak di area support sekitar 316 dengan target kenaikan menuju kisaran 358 hingga 370.

Pergerakan harga KKGI juga menunjukkan adanya potensi rebound setelah sempat mengalami koreksi.

Namun karena masih dalam fase konsolidasi, investor disarankan untuk berhati-hati dalam menentukan ukuran transaksi.

Strategi yang direkomendasikan adalah buy on weakness, dengan area pembelian di sekitar 334, target pertama di 358, dan target kedua di 370.

Sementara batas cut loss disarankan berada di area 310. Jika level support tersebut ditembus, potensi penurunan lebih dalam bisa terjadi.

BNBA Dinilai Lebih Stabil dan Berisiko Lebih Rendah

Saham kedua yang masuk radar analis adalah BNBA. Berbeda dengan KKGI, saham ini dinilai memiliki risiko lebih rendah karena pergerakannya cenderung stabil.

BNBA saat ini berada di area demand kuat pada kisaran 690 hingga 730. Area ini sudah beberapa kali diuji dan berhasil menahan tekanan jual.

Baca Juga: JAKARTA - Motor Listrik Zongsen S5 Tembus 300 Km, Fitur Canggih & Desain Nyaman Bikin Penasaran!

Kondisi tersebut membuat BNBA memiliki peluang rebound apabila kembali mendapatkan momentum pembelian.

Target kenaikan pertama berada di area 805, sedangkan target kedua berada di 845. Sementara itu, batas cut loss disarankan di kisaran 655.

Dari sisi teknikal, saham ini juga menarik karena harga saat ini berada di bawah rata-rata harga akumulasi sejumlah broker besar.

NISP Masih Menjaga Tren Naik

Saham ketiga yang direkomendasikan adalah NISP, yang dinilai masih memiliki tren kenaikan yang cukup sehat.

Secara teknikal, saham ini masih mempertahankan pola higher high dan higher low, yang menandakan tren naik masih terjaga.

Area pembelian yang disarankan berada di kisaran 1.465 hingga 1.495 dengan target kenaikan pertama di 1.540 dan target kedua di 1.580.

Sementara batas cut loss berada di area 1.420. Pergerakan saham NISP juga dinilai relatif stabil sehingga cocok bagi investor yang mencari saham dengan volatilitas lebih rendah dibanding saham spekulatif.

Baca Juga: Tes Seminggu BYD M6: Pajak Nol Rupiah, Akselerasi Galak 200 HP, Tapi Suspensi dan Rem Jadi Sorotan

Investor Diminta Tetap Disiplin Trading Plan

Meski terdapat sejumlah peluang di pasar saham, investor tetap diingatkan untuk disiplin dalam menjalankan trading plan.

Setiap keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing, termasuk penggunaan batas cut loss apabila harga bergerak tidak sesuai rencana.

Dalam kondisi pasar yang masih volatil, strategi manajemen risiko menjadi kunci utama untuk menjaga portofolio tetap sehat.

Apalagi, arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi sentimen global maupun domestik yang dapat berubah sewaktu-waktu. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Analisis saham Indonesia #Saham potensial 2026 #Rekomendasi saham minggu ini #Prediksi IHSG minggu depan #ihsg