TRENGGALEK JENGGELEK - Pameran teknologi terbesar dunia Consumer Electronics Show (CES) selalu menghadirkan inovasi baru setiap tahunnya. Namun di balik berbagai gadget canggih yang dipamerkan, ada juga produk yang justru menuai kritik tajam dari para pengamat teknologi. Dalam ajang penghargaan satir bertajuk “Worst in Show”, sejumlah perangkat bahkan dinilai sebagai produk teknologi terburuk CES 2026 karena dianggap tidak ramah lingkungan, berisiko terhadap privasi, atau sekadar menghadirkan fitur yang tidak diperlukan.
Penilaian terhadap produk teknologi terburuk CES 2026 ini dilakukan oleh berbagai organisasi teknologi, aktivis hak konsumen, hingga pakar keamanan digital. Mereka menilai beberapa perangkat justru memperburuk masalah seperti limbah elektronik, pengawasan digital, serta keterbatasan perbaikan produk.
Alih-alih mempermudah kehidupan, beberapa inovasi tersebut dinilai terlalu memaksakan teknologi pada perangkat sederhana. Bahkan ada produk yang dianggap tidak masuk akal karena hanya menambah kompleksitas pada fungsi yang sebenarnya sudah sederhana.
Permen Elektronik Sekali Pakai Picu Kritik Lingkungan
Salah satu perangkat yang mendapat sorotan tajam adalah Lollipop Star, permen dengan perangkat elektronik di dalamnya yang dapat memutar musik melalui getaran di rahang pengguna.
Konsepnya terdengar unik karena memungkinkan pengguna “merasakan musik” saat mengonsumsi permen tersebut. Namun perangkat ini langsung menuai kritik karena tidak dapat diisi ulang maupun digunakan kembali setelah permennya habis.
Para pengamat lingkungan menilai produk ini berpotensi menambah limbah elektronik sekali pakai yang sulit didaur ulang. Padahal komponen elektronik di dalamnya mengandung bahan kimia berbahaya dan membutuhkan mineral langka untuk diproduksi.
Selain itu, limbah baterai lithium-ion diketahui dapat memicu kebakaran di fasilitas pengolahan sampah. Industri pengelolaan limbah di Amerika Serikat bahkan mencatat ribuan kebakaran setiap tahun yang disebabkan oleh baterai yang terbuang secara tidak benar.
Sistem Anti-Pencurian Sepeda Justru Persulit Perbaikan
Produk lain yang masuk daftar produk teknologi terburuk CES 2026 adalah sistem keamanan sepeda listrik dari Bosch. Sistem ini menggunakan teknologi “parts pairing” yang menghubungkan komponen sepeda seperti motor dan baterai dengan sistem komputer di dalam sepeda.
Tujuannya memang untuk mencegah penggunaan komponen hasil curian. Namun sistem ini juga membuat pengguna tidak bisa mengganti atau memperbaiki komponen secara bebas.
Jika komponen tidak terdaftar dalam sistem, sepeda dapat menolak menggunakannya. Bahkan dalam beberapa kasus, upaya memodifikasi sistem tersebut bisa dianggap melanggar hukum.
Para aktivis gerakan “right to repair” menilai teknologi ini berpotensi membatasi hak konsumen untuk memperbaiki perangkat mereka sendiri serta meningkatkan limbah elektronik.
Bel Pintu Pintar dengan Pengawasan Berlebihan
Di kategori privasi, sistem Amazon Ring doorbell menjadi sorotan karena dinilai memperluas kemampuan pengawasan digital secara berlebihan.
Teknologi terbaru yang diperkenalkan mencakup pengenalan wajah, menara pengawasan bergerak, hingga toko aplikasi yang memungkinkan pengembang pihak ketiga membuat fitur tambahan.
Para pengamat keamanan digital menilai langkah ini berpotensi meningkatkan pengumpulan data pengguna tanpa transparansi yang memadai. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana data pribadi disimpan dan digunakan.
Treadmill AI yang Mengumpulkan Banyak Data Pribadi
Perangkat olahraga rumah juga masuk dalam daftar kritik melalui treadmill pintar dari Morac yang dilengkapi pelatih AI berbasis percakapan.
Treadmill ini mengumpulkan berbagai data pengguna, mulai dari data kesehatan, aktivitas olahraga, hingga informasi perilaku digital. Namun dalam kebijakan privasinya, perusahaan menyatakan tidak dapat menjamin keamanan data pengguna sepenuhnya.
Pernyataan tersebut membuat para pakar keamanan siber mempertanyakan kesiapan perusahaan dalam melindungi informasi sensitif milik pengguna.
Kulkas AI Samsung Dinilai Terlalu Rumit
Salah satu produk yang paling banyak mendapat kritik adalah kulkas pintar Samsung Bespoke AI Family Hub. Perangkat ini memungkinkan pengguna membuka dan menutup pintu kulkas hanya dengan perintah suara seperti “open sesame”.
Meski terdengar futuristik, banyak pengamat menilai fitur tersebut tidak benar-benar dibutuhkan. Bahkan sistem berbasis suara dianggap berpotensi bermasalah jika lingkungan sekitar terlalu bising atau koneksi internet terganggu.
Selain itu, layar sentuh pada kulkas juga menampilkan konten iklan yang dapat muncul saat pengguna membuka pintu kulkas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai pelacakan data pengguna di dapur rumah.
Mesin Kopi AI yang Tidak Dibutuhkan
Produk lain yang juga mendapat kritik adalah Bosch Personal AI Barista, mesin kopi pintar dengan fitur kontrol suara.
Mesin ini memungkinkan pengguna memesan minuman kopi hanya dengan berbicara. Namun dalam praktiknya, banyak orang dinilai lebih memilih menekan tombol dibanding harus berbicara dengan mesin kopi, terutama di pagi hari.
Selain itu, fitur kontrol suara bergantung pada asisten virtual yang memerlukan langganan layanan tertentu. Jika dukungan perangkat lunak dihentikan di masa depan, fitur tersebut berpotensi tidak lagi berfungsi.
Kritik Terhadap Tren Teknologi Berlebihan
Daftar produk teknologi terburuk CES 2026 ini menjadi pengingat bahwa tidak semua inovasi teknologi membawa manfaat nyata bagi pengguna.
Banyak pengamat menilai tren teknologi saat ini terlalu fokus pada penambahan fitur digital tanpa mempertimbangkan kebutuhan konsumen, keberlanjutan lingkungan, serta keamanan data.
Ke depan, para ahli berharap perusahaan teknologi lebih fokus menciptakan perangkat yang benar-benar bermanfaat, mudah diperbaiki, dan tidak menambah beban limbah elektronik global.
Editor : Edo Trianto